
Saat Evano sedang melamun.Tiba tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang.Sontak Evano kaget dan saat berbalik badan, ternyata ia adalah ibunya sendiri.
"Eh..., ibu mengagetkan saja.Ada apa bu?."Tanya Evano kaget.
"Ibu hanya lapar saja...., apa istri mu itu sudah memasak?."Jawab ibunya sekaligus bertanya.
"Udah bu....., oh ya bu, ada yang mau aku tanyakan pada ibu."Ucap Evano sambil minum.
"Apa itu?."Tanyanya.
"Kenapa ibu tidak mau memberitahu kepada orang orang, kalau Ayana itu istriku bu.Padahal dia sangat baik kepada kita.Kenapa bu?."Tanya Evano menatap ibunya.
"Kenapa emangnya..., kau mau melawan ibu.Kau tidak mau menepati permintaan terakhir ayah mu.Hah...., jangan tanyakan hal itu lagi!."Tegas ibunya langsung mengambil minum dan meminumnya.
"Kenapa ibu sangat tidak suka dengan Ayana ya...., aku bingung dengan ibuku sendiri."Ucap Evano bingung Evano kepada ibunya sendiri.
Disisi lain.Ayana pun sampai mengantar Kayra ke sekolah dan Ayana pun langsung turun dari mobilnya."Kenapa mama ikut turun?."Tanya Kayra kepadanya.
"Mama mau melihat mu masuk kedalam sayang...."Mengelus rambut Kayra kembali.
Saat mereka sedang berbincang.Tiba tiba pak Jae hwa datang bersama Cuky."Kayra...."Panggil Cuky langsung menghampiri mereka berdua.
"Eh..., Cuky.Kau baru datang ya..., kenapa lama?."Tanya Kayra langsung menatapnya.
"Ayah lama banget tu...., jadinya aku sedikit lama deh."Menunjuk ayahnya.
"Halo Jae hwa."Sapa Ayana tersenyum.
"Halo Ayana...."Jawab Jae hwa ikut tersenyum.
"Kami masuk dulu ya ma dan om...., dadah."Ucap Kayra dan Cuky langsung masuk kedalam dan bergandengan tangan.
"Anak mu dan anak saya, sepertinya sangat akur.Semoga mereka selalu seperti itu saat mereka dewasa ya."Ucap Ayana membuka topik.
"Hahahh...., benar juga.Omong omong, kenapa akhir akhir ini kamu ga kelihatannya?."Tanya Jae hwa.
"Aku sering ke sini kok.Kamu yang jarang aku lihat..., sekarang aku cepat menjemput Kayra.Karena masih banyak urusan yang harus aku selesaikan."Jawab Ayana sambil mengelus elus tangannya sendiri.
__ADS_1
"Ouhh..., begitu ya.Dan bagaimana kabar suami mu?."Tanya balik Jae hwa.
"Ya...., begitulah, baik baik saja."Tersenyum Ayana.
"Apa kau ada waktu besok...., ada yang mau aku bicarakan padamu?."Tanyanya.
"Ada, ada..., serlok aja lokasinya.Nanti aku datang bersama Kayra.Apa boleh aku mengajak anakku."Jawab Ayana sekaligus bertanya.
"Boleh banget...., nanti sekalian aku mengajak Cuky juga.Agar mereka bisa bermain bersama."Jawab Jae hwa sangat bahagia.
"Baiklah...., aku duluan dulu, karena masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan.Dan sampai jumpa besok."Langsung masuk kedalam mobil dan kembali ke rumah.
Sesampai rumah.Ayana langsung masuk kedalam dan didalam dia langsung di nampakkan oleh ibu mertuanya yang sedang menonton televisi di ruang tamu.
"Bu...., dimana Evano?."Tanya Ayana kepadanya.
"Dia sudah pergi...., kau kerjakan saja pekerjaan rumah itu dan jangan banyak tanya."Jawab ibu mertuanya tanpa ekspresi dan tak menatap wajah Ayana.
"Baiklah bu."Menundukkan kepalanya dan langsung menuju dapur.
Didapur.Ayana kembali menangis dengan sikap dari ibu mertuanya."Ihh..., kenapa pakai nangis sih.Aneh banget air mata ini."Menyalahkan air mata yang terus jatuh ke pipinya.
"Besok ada janji dengan pak Jae hwa...., aku harap pertemuan itu adalah pertemuan yang menggembirakan bagiku dan anakku.Semoga saja pak Jae hwa tidak menanyakan yang aneh aneh."Ucap batin Ayana.
Saat Ayana sedang merapikan meja makan dan membilas piring kotor.Tiba tiba ibu mertuanya datang menghampirinya dan melempar sesuatu ke belakang kepala Ayana.
Sontak Ayana berbalik badan."Eh..., ibu.Apa yang ibu lempar ini."Melihat barang yang dilempar ke kepalanya dan itu adalah pakaian.
Ayana langsung mengambilnya."Kenapa ibu melempar pakaian ini ke kepalaku?."Tanya Ayana sambil memegang pakaian tersebut.
"Pakai nanya lagi...., pura pura ga tahu, apa pura pura bego sih!!."Tegas ibu mertuanya.
"Pakaian di kamarku banyak yang belum di cuci.Cepat dicuci dan bereskan sekalian kamarku itu.Jangan sampai ada kotoran sedikitpun."Perintah ibu mertuanya tegas.
"Baik bu...."Pasrah Ayana langsung menundukkan kepalanya.
"Gitu dong...., aku masih ada urusan.Aku pergi dulu."Ucap ibu mertuanya langsung pergi, seperti tidak ada salah apapun kepada Ayana.
__ADS_1
Setelah ibu mertuanya pergi."Sabar Ayana...., kau tidak boleh marah ataupun menangis.Kau harus menyelesaikan semua pekerjaan ini dan kau bisa beristirahat."Ucapnya kembali membilas piring kotor.
Selesai membilas piring kotor.Ayana langsung masuk ke kamar ibu mertuanya dan mengambil pakaian yang kotor dan dimasukkan ke keranjang kotor.Ayana juga membersihkan tempat tidur ibu mertuanya.
"Kenapa sekotor ini sih kamar ibu...., aku sampai heran melihatnya."Heran Ayana sambil membersihkan tempat tidur tersebut.
Saat Ayana sedang membersihkan tempat tidur ibu mertuanya.Tiba tiba ia menemukan sebuah kotak cincin dan sontak Ayana langsung mengambilnya dan melihatnya.
"Astaga...., cantik banget cincin ini.Mungkin ini untuk pacar Evano....., kenapa aku sesedih ini sih."Mulai merasa sakit hati.
"Sabarlah Ayana...., kau tidak boleh menangis.Biarlah aku yang dimadu ya tuhan."Tidak bisa menahan air matanya dan langsung mengeluarkan air matanya karena sedih.
Ayana langsung mengembalikan kotak cincin tersebut ke tempatnya dan Ayana langsung membawa keranjang pakaian kotor tersebut ke mesin cuci untuk dibersihkan.
Sore pun tiba.Dimana Ayana baru siap menjemput Kayra pulang dan Kayra langsung tidur ke kamarnya, setelah mandi dan makan siang.
"Kasian anakku...., dia sangat kelelahan pastinya."Ucap Ayana mengelus rambut Kayra yang sedang nyenyak tidur.
Ayana pun langsung keluar dari kamar Ayana dan langsung duduk di sofa ruang tamu.Saat Ayana sedang melamun di ruang tamu.Tiba tiba Evano masuk dan langsung duduk di sampingnya.
"Kau sudah pulang?."Tanya Ayana tidak menatapnya.
"Iya...., dimana Kayra?."Jawab Evano sekaligus bertanya.
"Dia baru saja tidur dan jangan ganggu dia.Mending kamu mandi dan makan sana."Jawab Ayana tanpa ekspresi.
"Ada yang mau aku beritahu kepadamu."Ucapnya.
"Katakan saja...."Ucap Ayana.
"Aku membeli sebuah tiket berlibur untuk kita bertiga...., apa kau mau?."Jawab Evano sekaligus bertanya.
"Kenapa tiba tiba membeli tiket liburan?."Tanya Ayana balik sambil menatap wajah Evano.
"Aku rasa..., sepertinya kita tidak pernah liburan dan minggu besok adalah hari yang baik untuk berlibur.Mungkin Kayra akan sangat baik dan akan happy dengan tiket liburan ini."Jawab Evano menjelaskannya.
"Baiklah...., aku akan mengikuti perintah mu."Pasrah Ayana.
__ADS_1
Saat mereka sedang berbincang.Tiba tiba ada yang masuk ke rumah mereka dan dia adalah....