
"Boleh tuh. Lokasinya akan aku kirim sekarang, dan kalau begitu, sampai jumpa nanti." Ucap Jae langsung mematikan ponselnya.
"Astaga, aku sampai melupakan janjiku dengan Jae. Dia rela melupakannya juga, agar aku bisa merawat anakku. Dia benar benar baik. Kalau begitu, mending aku langsung kesana aja deh." Ucap batin Ayana mencium kening Kayra, dan langsung keluar dari kamar Kayra.
Saat Ayana keluar. Tiba tiba saja ibu mertuanya memanggilnya. "Hei Ayana." Panggil ibunya, dan Ayana langsung menghampirinya.
"Iya bu. Ada apa ya bu?." Tanya Ayana tersenyum tipis.
"Mau kemana kamu?." Tanya balik ibu mertuanya.
"Ini bu, ada urusan yang harus aku selesaikan, dengan temanku bu. Apa boleh aku keluar bu." Jawab Ayana.
"Tidak boleh. Kamu harus mengerjakan pekerjaan rumah kamu dulu, setelah itu baru kamu pergi. Enak saja pergi, tanpa menyelesaikan pekerjaan rumah. Cepat kerjakan, dan jangan banyak tanya!." Jawab ibunya tegas, dan langsung mendorong Ayana.
Ibu mertuanya pun langsung masuk ke kamarnya. "Ini sudah biasa bagiku. Tapi, bagaimana ini. Kalau Jae sudah menunggu, bagaimana." Ucapnya jadi bingung.
"Sudahlah, aku kerjakan dulu deh. Paling siapnya sebentar ini." Ucap Ayana langsung ke dapur, untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
__ADS_1
20 Menit pun berlalu. Dimana Ayana siap mengerjakan pekerjaan rumahnya. "Fyuh, siap juga. Pasti Jae sudah menungguku. Aku harus kesana secepatnya." Ucap Ayana langsung bergegas ke cafe yang sudah ia kirim.
Disisi lain. "Ini sudah lewat 20 menit. Dimana Ayana ya, apa dia tidak akan datang lagi." Ucap Jae sambil meminum minumannya, yang sudah ia pesan.
"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap tidak lain lagi ialah Ayana.
Sontak Jae langsung menatapnya. "Baru saja aku memikirkanmu. Ternyata kamu sudah datang. Kenapa lama banget?." Tanya Jae.
Ayana pun langsung duduk dihadapannya. "Tadi aku sedang mengerjakan pekerjaan rumahku sebentar. Maafkan aku, karena aku sudah membuatmu menunggu lama." Jawab Ayana tersenyum.
"Terima kasih banyak Jae. Kau memang yang paling mengerti." Kembali tersenyum Ayana, dan langsung meminum minuman miliknya.
"Omong omong, hal apa yang mau kau bicarakan denganku?." Tanya Jae langsung.
"Begini Jae, aku mau mencari pekerjaan yang cocok denganku. Apa kau tahu dimana ada yang membuka lowongan pekerjaan?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Kenapa tiba tiba kau ingin bekerja. Bukankah kau sudah lelah dengan pekerjaan rumahmu?." Tanya balik Jae.
__ADS_1
"Aku tidak mau menyusahkan suamiku sendiri. Maka sebab itu aku mau bekerja, dan untuk diriku sendiri juga." Jawab Ayana dengan jelas.
"Memang ada sih. Tapi, di sebuah restoran. Apa kau mau." Ucap Jae, kembali meminum kopinya.
"Dimana restoran itu. Apa kau mengenal pemiliknya?." Tanya Ayana kembali.
"Tentu saja aku mengenalnya. Itu adalah restoran baru buka, jadi dia menyuruhku untuk mencari pelayan yang cocok untuk restorannya." Jawab Jae sambil tersenyum tipis.
"Wah, cocok banget itu. Apa kau bisa menunjukkan jalannya kepadaku. Atau mengirimkan lokasinya kepadaku. Biar aku langsung kesana?." Tanya Ayana kembali.
"Biar aku yang menunjukkan lokasinya kepadamu. Sekalian aku mau bertemu dengannya." Jawab Jae.
"Kalau begitu, bisakah sekarang saja. Biar aku bisa mengobrol dengan bos restoran tersebut."
"Boleh banget untukmu Ayana. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang. Kebetulan aku bawa mobil, jadi kamu tunggu disini dulu, dan aku mau membayar minuman ini. Sekalian aku mengambil mobilku. Sebentar." Ucap Jae langsung menuju kasir untuk membayar minuman mereka berdua.
"Akhirnya
__ADS_1