
"Aku jadi tidak sanggup mengatakannya kepada anakku.Aku tidak sanggup ya tuhan."Ucapnya kembali ke dapur dalam keadaan memegang dadanya yang penuh dengan kesakitan yang mendalam.
Didapur.Ayana termenung dan membayangkan masa masa yang paling indah.Dimana ia belum mengenal apa itu cinta.
"Masa dimana masih kecil dan belum mengenal cinta seseorang.Itu adalah masa yang paling indah.Aku harap anakku, tidak boleh menyukai pria yang tidak mempedulikannya...., sama seperti mamanya ini.Jangan sampai."Ucap batin Ayana.
Malam pun tiba.Dimana Kayra sudah tidur dan Evano sedang duduk di ruang tamu menonton televisi.Ayana yang baru siap membilas piring kotor, langsung menghampirinya.
"Evano..."Panggil Ayana.
Menoleh."Iya..., ada apa memanggilku?."Tanya Evano menatapnya.
"Kalau kau sudah mengantuk, tidurlah."Jawab Ayana menundukkan kepalanya.
"Kaulah yang seharusnya tidur.kau sudah seharian mengerjakan pekerjaan rumah dan kebetulan besok aku cuti dan aku bisa mengantarkan Kayra ke sekolah dan kau bisa istirahat tenang sampai besok pagi.
Soal sarapan..., biar aku yang masak dan kamu tidak perlu khawatir.Tidurlah dengan nyenyak dan semau mu saja.Aku mengizinkanmu untuk beristirahat."Ucap Evano tersenyum.
"Terima kasih banyak...., aku masuk dulu."Jawab Ayana langsung masuk ke kamarnya.
Dikamar Ayana."Aku tidak boleh salting dengan suamiku sendiri.Aku kan sudah begini sejak dulu."Salting Ayana karena di perhatikan suaminya hingga membuat pipinya memerah.
Disisi lain."Kali ini aku tidak mau merepotkan mu sayang...., maafkan atas penderitaan yang telah kau rasakan selama ini."Ucap batin Evano sambil menatap pintu kamar Ayana dan kembali menonton televisi.
Keesokan paginya.Ayana tidak bangun karena sudah di suruh Evano untuk tidak bangun pagi.Evano yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka makan dan sudah ditemani oleh Kayra.
"Pa..., kenapa papa yang masak hari ini?."Tanya Kayra menatapnya.
"Mama capeh sayang..., jadi giliran papa yang memasak dong.Kau pasti akan sangat menyukai masakan papa."Jawab Evano mencubit pipi Kayra yang tembem.
"Iya papaku sayang..., aku akan menunggu masakan papa disini."Ucap Kayra menunggu masakan Evano jadi.
Saat Evano sedang memasak.Tiba tiba ibunya datang."Sayang...., kenapa kau yang memasak dan bukannya Ayana?."Tanya ibunya.
"Ayana lelah bu..., karena selalu dia saja yang mengerjakan pekerjaan rumah ini.Masa ibu tidak kasihan dengannya."Jawab Evano kembali memasak sarapannya.
__ADS_1
"Dengarkan ibu..., kamu mau mengingkari janji mu dengan almarhum ayah.Jangan coba coba kamu ya."Ancam ibunya.
"Kenapa ibu suka banget sih, ancam ancam aku.Itu tidak semudah yang ibu pikirkan bu."Ucap Evano terus menatap wajah ibunya.
"Iya nek...., mama kasihan tahu.Masa nenek sejahat itu sama mama..., kan mama baik kepada nenek selalu dan tidak pernah memarahi nenek.Apa itu kurang bagi nenek?."Jawab ibunya sekaligus bertanya.
"Sudahlah...., dimana Ayana emangnya?."Tanya kembali ibunya.
"Ayana lelah bu..., kan sudah ku bilang tadi, Ayana lelah di pekerjakan rumah ini."Jawab Evano.
"Sayang..., mandilah dulu dan bersiap siap untuk ke sekolah.Papa akan mengantarkan mu."Ucap Evano mengelus rambut Kayra.
"Baik papa tampan..., aku mandi dulu."Langsung turun dari kursinya dan langsung mandi di kamarnya.
Ibunya pun langsung masuk ke kamarnya lagi dan hanya menanyakan hal itu tadi."Aneh dengan ibu...., apa yang terjadi dengannya ya."Bingung sendiri Evano.
Ayana yang masih tidur nyenyak dan belum di bangunkan siapapun.Kayra pun selesai mandi dan sudah berpakaian sekolah dengan rapi dan harum.
Kayra pun langsung menuju dapur."Papa..., aku sudah siap.Yuk yah."Panggil Kayra langsung menghampirinya.
Saat mereka mau keluar dan Evano membawa plastik sampah.Tiba tiba ibunya muncul."Eh..., ibu.Ada apa bu?."Tanya Evano langsung menanyakannya dengan sigap.
"Kenapa kau membawa plastik sampah...., kau ini bos di perusahaan terbesar di kota ini.Kenapa malah kau yang membuang sampah kotor ini.Buang itu."Perintah ibunya.
"Kenapa ibu melarangku...., aku mau sekalian mengantar Kayra ke sekolah dan sekalian aja buang sampah ini."Jawab Evano dengan tegas.
"Tetap saja ibu tidak terima..., buang itu."Ucap ibunya mulai mengambil kantong plastik sampah tersebut.
"Sudahlah bu..., biar aku saja dan sekalian kami mau keluar juga."Ucap Evano.
"Ayana......"Teriak ibu mertuanya langsung memanggil Ayana.
Sontak Ayana terbangun."Eh..., siapa yang memanggilku ya.Apa terjadi sesuatu di luar sana."Ucap Ayana langsung berdiri dan turun ke bawah.
"Cepat lepaskan itu."Ucap ibunya mulai tarik tarikan bersama Evano.
__ADS_1
"Ibu..., biar aku saja bu.Ibu tidak perlu repot repot."Ucap Evano terus menatap mata ibunya.
Karena mereka saling tarik tarikan.Kantong plastik itupun langsung sobek dan sampah tersebut berserakan.Sontal Evano kaget dan langsung mengutip sampah sampah tersebut.
"Kenapa kau harus memungut sampah ini.Kau ini kan bukan anak sampah sayang dan kenapa memungutnya.Jangan gitu dong.Bangkitlah."Ucap ibunya tidak tega dengan Evano yang mengutip kembali sisa sampah tersebut.
"Bangkitlah nak..., jangan begini."Ucap ibunya berusaha mendirikan Evano, tapi Evano tidak mau berdiri dan fokus mengutip sampah tersebut.
"Sudah bu...., jangan begitu.Lagian ini pekerjaan ku dirumah.Karena aku tidak pernah membantu Ayana..., biarlah aku membantunya bu!!."Tegas Evano kepadanya.
Ayana pun langsung datang dan menghampiri mereka."Ada apa ini...., kenapa semua berantakan?."Tanya Ayana melihat sampah yang berserakan dibawah.
"Masih tanya lagi kau..., kau tahu kan kalau suami ini bos di perusahaannya.Kenapa malah menyuruhnya membuang sampah begini.Kau kan istirnya, kenapa tidak membantunya dan malah enak enak tiduran!!!."Jawab ibu mertuanya marah.
"Maaf bu...., bukan begitu yang ku inginkan.Ini semua....
"Diamlah kau...., cepat pungut sampah itu dan untukmu Evano.Pergilah dan antar anakmu sekolah."Ucap ibu mertuanya langsung menyuruh Evano pergi.
"Tapi bu Ayana...."Tidak tega dengan Ayana yang baru bangun tidur.
"Mama...."Panggil Kayra tidak tega dengan Ayana yang di bentak oleh ibu mertuanya.
"Sudahlah sayang..., pergilah.Mama baik baik saja kok.Pergilah, nanti terlambat."Ucap Ayana tersenyum untuk menenangkan suasana hati anaknya yang cemas kepadanya.
"Baiklah ma..., kami pergi dulu."Murung Kayra langsung pergi meninggalkan Ayana dan melambaikan tangannya.
"Dah juga sayang...."Jawab Ayana ikut melambaikan tangannya.
Setelah Evano dan Kayra pergi.Ibu mertuanya langsung menjambak rambutnya dari belakang."Auh..., sakit bu.Ada apa bu."Kesakitan Ayana sambil memegangi rambutnya.
"Ini tidak seberapa dengan yang kau berikan kepada anakku.Enak saja menyuruh anakku membuang sisa sampah begitu dan memungut nya begitu.Yang cocok memungutnya itu, kau."Jawab ibu mertuanya melotot kepadanya.
"Kenapa kau bangun lama sekali dan enak enakan dikamar?."Tanya ibu mertuanya masih menarik rambutnya.
"Semua ini karena.....
__ADS_1