
Sontak Jae terhenti dan membalikkan badannya." Aku, aku harus khawatir dong dengan mu. Karena aku sangat menyayangi mu, sebagai sahabat dekat." Jawab Jae tersenyum dan mengupas kulit buah pir.
"Bagaimana dengan kondisi mu. Apa ada yang sakit, atau mengingat sesuatu?." Tanya Jae sambil mengupas kulit pir.
"Entahlah, tapi tadi aku merasakan sakit yang begitu sakit di kepala ini, saat mengobrol dengan suamiku sendiri. Kenapa ya, dan kenapa, saat mengobrol dengan mu, aku tidak merasakan sakit apapun." Jawabnya sekaligus bingung kepada dirinya sendiri.
"Andai saja kalau kamu ingat. Pasti kamu sudah meninggalkannya, dan menceraikannnya, karena perbuatan keluarga mu Ayana. Tapi dia lupa ingatan, aku harus membuatnya bahagia." Ucap batin Jae terdiam.
"Jae, kenapa diam saja. Kenapa dengan mu?." Tanya Ayana.
"Eh, gapapa kok. Ini pir, makanlah biar kamu sehat, dan bisa berjalan jalan melihat pemandangan indah." Ucap Jae langsung memberikan pir yang sudah ia potong kecil kecil.
"Terima kasih banyak Jae." Langsung memakannya dengan perlahan lahan.
"Makanlah dengan perlahan lahan. Biar kamu tidak tersedak." Ucap Jae tersenyum menatapnya.
Ayana pun menatapnya juga." Jangan menatap saya dengan begitu. Seperti harimau yang mau melahap saja." Ucapnya.
"Hahahahah, apa wajahku seperti harimau. Padahal aku setampan ini lho." Sambil merapikan rambutnya.
"Hahahah, ada ada saja. Jangan terlalu percaya diri deh." Ucapnya tertawa.
"Uhuk, huk." Tersedak.
"Eh, kan sudah kubilang kan. Makanya jangan terburu buru, dan jangan menertawaiku. Jadinya begini kan." Langsung mengambil air yang ada dimeja dan langsung memberikannya kepada Ayana.
Ayana pun langsung meminumnya." Argh, terima kasih banyak Jae." Langsung memberikan gelas minumnya.
"Kan kamu juga yang mengajak ku tertawa. Jadinya begini deh, makanya jangan membuatku tertawa." Ucap Ayana jadi ngambek.
"Jangan ngambek gitu dong. Mending kamu tidur dulu, biar sore kita jalan jalan ke sekitaran taman." Ucap Jae tersenyum kepadanya.
"Iya, iya. Cerewet amat sih jadi orang." Ucap Ayana mengejeknya dan langsung berbaring kembali.
Sore pun tiba. Dimana Jae sedang duduk di kursinya dan menatap wajah Ayana yang tertidur. Tiba tiba Ayana terbangun dan Jae langsung berpura pura tidur.
"Ehm." Langsung menatap Jae yang tertidur.
"Dia sampai tidur di kursinya. Dia pasti kelelahan, karena menjagaku." Ucapnya langsung duduk dan menatap wajah Ayana.
Jae langsung bangun dan mengagetinya."Huaaa.
"Eh, Jae. Kau membuatku kaget, astaga ya tuhan. Untung aku tidak sampai jantungan. Kau selalu saja seperti itu." Kaget Ayana sampai memukul tangan Jae.
__ADS_1
"Hahahahah, enak soalnya menjahili mu. Karena wajah mu yang polos ini." Ucap Jae.
Tiba tiba Kayra dan Cuky bangun." Hua." Bangun mereka berdua bersamaan dan mengusap mata mereka dengan perlahan lahan.
"Paman." Panggil Kayra langsung duduk.
"Ayah." Panggil Cuky juga ikut duduk.
"Eh, kalian sudah bangun sayang." Ucap Jae langsung berbalik badan dan menghampiri mereka berdua.
Ayana pun ikut menatap mereka berdua.
"Kebetulan sekali ini. Bagaimana kalau kita jalan jalan di taman rumah sakit. Kan kalian sudah bangun juga. Bagaimana?." Tanya Jae bersemangat kepada mereka berdua dan kepada Ayana juga.
"Wah, mau banget paman.
"Mau ayah." Bersemangat mereka berdua.
"Kalau begitu, mari kita berangkat sekarang." Ucap Jae langsung membantu Ayana duduk di kursi rodanya.
Selesai menaruh Ayana ke kursi rodanya. Mereka pun langsung keluar bersamaan ke taman belakang rumah sakit.
Sesampai taman belakang rumah sakit. Kayra dan Cuky langsung mengajak Jae bermain bersama.
"Iya ayah, mari." Ajak Cuky juga.
"Mama bisa ikut kok. Tapi mama ikut menyemangati saja ma. Biar mama tidak kelelahan lagi." Ucap Kayra memberi kecupan kepada Ayana.
"Eh, iya sayang. Terima kasih banyak sayang, mama akan mendukung kamu." Ucap Ayana sambil memegang pipi bekas ciuman anaknya sendiri.
"Ketika anak itu mencium pipiku.Kenapa begitu hangat ya. Aku masih belum memercayai, kalau aku sudah menikah dan sudah mempunyai anak, maupun suami. Tapi aku sudah merasakan kehangatan dari mereka semua. Termasuk Jae." Ucap batinnya tersenyum sendiri.
"Eh, disana ada jualan gelembung. Kalian tunggu disini dulu ya, ayah mau membeli gelembung dulu." Langsung membeli gelembung yang ada didekat rumah sakit.
"Baik ayah.
"Baik paman." Ucap mereka bersamaan dan bahagia.
Jae pun langsung membeli 1 gelembung panjang berwarna hijau. Jae pun kembali menghampiri mereka, sambil memegang gelembung tersebut.
"Ayah sudah membeli gelembung ya. Apa kalian mau ayah meniupnya?." Tanya Jae.
"Mau ayah.
__ADS_1
"Mau paman." Bahagia mereka berdua.
"Apa kamu juga mau melihatnya Ayana?." Tanya Jae langsung menatap wajah Ayana dari kejauhan.
Ayana memberikan tanda jempol." Ayo cepat ayah." Ucap mereka sudah tidak sabar.
"Baiklah, baiklah. Ayah akan meniupnya." Langsung membuka gelembung tersebut memulai meniup gelembung tersebut.
"Wah, cantik banget. Tangkap gelembung nya Kayra." Ucap Cuky mengejar gelembung gelembung tersebut yang berterbangan.
"Iya nih." Ikut mengejar gelembung tersebut.
"Siapa yang bisa mengejar ayah. Akan diberikan gelembung ini. Ayo kejar." Ucap Jae mulai berlarian dan meniup gelembung tersebut ke atas.
"Kyah," Ucap mereka mengejar Jae yang meniup gelembung banyak.
"Kejar paman Jae.Kejar." Teriak Kayra dan bahagia.
"Kejar ayah, biar kita mendapatkan gelembung air nya." Ucap Cuky mengejar Jae yang berlari kencang.
"Hahahaha, kejar ayah kalau bisa." Ucap Jae tertawa pulas.
Disisi lain. Ayana yang melihatnya ikut bahagia." Jae kelihatan sangat tampan, saat bermain dengan anak anak. Dan anak anak bahagia saat di dekatnya. Mereka tertawa pulas, saat ada Jae."
"Dia benar benar pria yang baik dan sangat menyayangi anak anak." Ucap batin Ayana ikut tersenyum melihat mereka bahagia.
"Hahahah, kejar dia Kayra.Kejar ayah Jae. Jangan sampai, dia lolos." Ucap Cuky bahagia mengejar Jae yang terus menghembuskan gelembung air ke udara.
Sampai pada akhirnya, Jae kalah dan langsung duduk di rerumputan." Haduh, kalian memang deh. Ini gelembung ayah, akan saya berikan kepada kalian." Langsung memberikan gelembungnya kepada Cuky.
"Yeah, kita menang Kayra.Kita menang Kayra. Yeah." Bahagia Cuky, sampai berputar dengan Kayra.
Jae pun langsung menghampiri Ayana dan duduk di sampingnya." Apa kau merasa kesepian?." Tanya Jae menatapnya.
"Siapa yang kesepian. Aku sangat bahagia, melihat kalian bersenang senang disini. Tadi aku juga sedang melihat bunga yang indah di samping ini." Jawab Ayana tersenyum bahagia sambil melihat anak anak.
"Hahahahah, apa kamu tidak melihat wajahku yang tampan tadi?." Tanyanya sambil menaikkan alisnya.
"Jangan halu deh." Menampol wajah Jae dengan tangannya.
"Aduh, sakit tau. Kan aku memang tampan, kenapa malah tidak mau mengakuinya. Aku adalah pria tertampan di dunia ini." Ucap Jae sambil merapikan rambutnya.
"Gantengan juga Taehyung daripada kamu." Ucap Ayana membalikkan bola matanya.
__ADS_1
Tiba tiba ada yang menghampirinya, dan ia adalah,