
"Pa, kenapa mama bisa sampai begini sih pa. Kasihan mama?." Tanya Kayra sambil menahan air matanya.
"Mama kamu begini, ini semua karena mama lelah sayang. Jadi jangan terlalu di pikirkan ya sayang. Kalau terlalu kamu pikirkan, akan membuat kamu sakit. Kamu tahu kan sayang." Jawab Evano mengelus rambut Kayra.
Kayra pun mengangguk." Apa aku harus meminta bantuan pak Jae dulu, untuk menjaga Ayana, dan aku akan mengajak Kayra bermain di taman hiburan dulu ya.
"Biar dia tidak terlalu memikirkan mamanya. Benar itu, aku harus menghubungi pak Jae." Ucap batinnya langsung mengambil ponselnya.
"Kamu jaga mama disini dulu ya sayang. Papa mau menghubungi pak Jae dulu." Ucapnya langsung berdiri dan keluar dari ruang gawat darurat.
"Baik pa." Jawabnya langsung menurut dan langsung mengelus tangan Ayana.
Evano pun menghubungi Jae." Halo pak Evano. Ada apa menghubungi saya?." Tanya Jae.
"Halo juga pak Jae. Ini pak, saya membutuhkan bantuan anda. Baru saja Ayana masuk ruang gawat darurat, karena pusing kepalanya kambuh lagi, saat kamu bermain di taman hiburan.
"Dan sampai saat ini, istri saya masih belum sadarkan diri, dan anak saya masih terus saja menanyakan keadaan Ayana.
"Apa saya bisa minta bantuan pak Jae, untuk menemani istri saya sebentar. Selagi saya mengajak Kayra bermain?." Tanya Evano menjelaskannya secara detail.
"Ouh, baiklah pak, saya akan langsung kesana pak. Kebetulan juga, tadi saya dan Cuky mau kesana. Kalau begitu, saya tutup telponnya ya pak." Langsung mematikan ponselnya.
"Syukurlah pak Jae mau membantuku. Aku harus masuk kembali." Ucap batin Evano langsung masuk kedalam ruang Ayana.
"Apa yang papa bicarakan dengan paman Jae pa?." Tanya Kayra menatap wajahnya.
"Papa hanya mengajak paman Jae untuk datang kemari, dan melihat keadaan mama kamu sayang. Dan papa Jae juga mengajak Cuky."
"Jadi kita bisa bermain bersama dengan Cuky sayang." Jawabnya kembali mengelus rambut Kayra dengan tenang.
"Yeah, terima kasih papa sayang." Memeluk Evano dan Evano juga merasakan kehangatan dari sosok anaknya.
Setelah menunggu beberapa menit. Jae dan Cuky pun tiba si rumah sakit. Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah sakit tersebut, dan menuju ruang yang sudah di tunjukkan oleh suster dari rumah sakit tersebut.
"Permisi pak Evano. Ini saya pak Jae, apa saya boleh masuk?." Tanyanya dari luar.
__ADS_1
"Masuklah pak Jae." Jawab Evano dari luar dan langsung berdiri.
Jae pun masuk bersama Cuky." Cuky. Ucap Kayra langsung memeluk Kayra.
"Halo Kayra." Jawabnya dengan bahagia.
"Sudahlah, kalian bermainlah dulu ya." Ucap Jae kepada mereka berdua.
"Baiklah paman Jae. Yuk Cuky, kita ke taman belakang rumah sakit." Langsung menarik tangan Cuky.
"Baiklah. Aku pergi dulu ayah." Melambaikan tangannya, dan pergi bersama Kayra keluar dari ruang Ayana.
"Bagaimana dengan keadaan Ayana sekarang pak Evano?." Tanya Jae menatap Ayana.
"Seperti yang saya katakan tadi. Tapi, dia masih dalam keadaan pingsan, karena tadi dia terus saja menahan pusing kepalanya." Jawab Evano menjelaskannya secara detail.
"Kasihan banget ya istri anda pak Evano. Semoga cepat sembuh, dan diberikan kesehatan dari yang maha kuasa." Ucap Jae menyemangatinya dan memegang bahu Evano.
"Terima kasih banyak pak Jae. Oh ya pak Jae, seperti yang saya katakan tadi. Saya mau mengajak Kayra dan Cuky sekalian, untuk bermain di taman hiburan dulu, karena Kayra memintanya.
"Saya serahkan istri saya kepada pak Jae ya pak. Semoga anda bisa menjaga istri saya dengan baik. Anda mengerti kan pak." Ucap Evano tersenyum kepadanya.
"Kalau begitu, saya permisi dulu ya pak. Dan saya pinjam anak anda dulu, untuk menemani anak saya.Gapapa kan pak?." Tanyanya.
"Silahkan pak. Tapi jangan dengan baik anak saya ya pak." Jawab Jae.
"Aman pak. Saya permisi." Melambaikan tangannya dan langsung keluar dari ruang Ayana.
Setelah Evano pergi, untuk bermain ke taman hiburan bersama Kayra dan Cuky. Disisi lain, Jae langsung duduk di samping Ayana dan menatapnya.
"Kau berusaha mengingat semuanya. Tapi hati mu tidak menginginkan ingatan itu. Sebab itu, dia membuat mu merasakan sakit yang sama, seperti yang pernah kau rasakan dulu." Ucap Jae curhat sendiri kepadanya yang sedang pingsan.
Tiba tiba Ayana terbangun pelan pelan." Auh." Ucapnya sambil memegang kepalanya sendiri.
"Eh, kamu sudah bangun. Jangan banyak bergerak, karena kamu baru bangun. Mending kamu berbaring dulu." Ucap Jae langsung membantu Ayana yang meminta duduk.
__ADS_1
"Kenapa kamu bandal banget sih kalau di bilangin. Tapi, ini demi kebaikan mu Ayana." Ucap Jae kembali duduk di samping Ayana.
"Kenapa kamu bisa disini. Dimana Evano dan Kayra?." Tanyanya sambil menatap wajah Jae dan memegang kepalanya yang sakit.
"Mereka sedang pergi ke taman hiburan, agar anak mu tidak terus mengkhawatirkan mu. Sebab itu, mereka ke taman hiburan bersama Cuky juga." Jawabnya dengan jujur dan senyuman.
"Baiklah, jika itu yang terbaik untuk anakku. Dan aku selalu saja membuat mereka kerepotan. Aku kasihan dengan mereka." Ucap Ayana langsung menundukkan kepalanya.
"Hei, kenapa kamu merasa bersalah. Ini bukan salah mu, dan jangan salahkan diri mu. Ini semua memang sudah ajal, dan nanti pasti ada gantinya dari semua cobaan yang kamu alami ini. Percaya deh denganku." Jawab Jae langsung jelas kepada Ayana.
"Jae memang pria yang sangat baik, dan mempunyai kata kata untuk menyemangati seseorang. Sungguh baik." Ucap batin Ayana sedang melamun.
"Hei, kenapa melamun?." Tanyanya sambil menatap wajah Ayana.
"Eh, aku gapapa kok. Omong omong, kamu kapan datang kemari tadi?." Tanya Ayana.
"Aku barusan sampai kok. Dan aku juga membawakan bolu untuk mu. Di makan ya." Ucap Jae langsung membuka kotak bolu tersebut.
"Kau pasti lapar Sepanjangan pingsan mu kan. Aku akan memberi mu sepotong bolu." Ucap Jae langsung mengambil sepotong bolu yang sudah di potongkan langsung oleh tokonya.
"Ini bolu nya." Langsung memberikannya kepada Ayana.
"Terima kasih banyak Jae." Mengambil bolu tersebut dari tangan Jae.
"Sama sama." Tersenyum dan melihat Ayana mencicipi bolu tersebut.
"Bagaimana rasanya?." Tanyanya.
"Lumayanlah." Jawabnya sambil mengunyah bolu tersebut.
"Bagaimana kau bisa pingsan begini. Sampai harus di larikan ke ruang gawat darurat?." Tanya Jae menanyakan hal yang sama kepada Ayana.
"Entah kenapa, tadi saat aku dan Evano, juga dengan Kayra bermain di taman hiburan. Kepala ku terasa amat sakit, dan mengingat sesuatu, yang sosoknya itu bayangan."
"Sesuatu itu, terus saja muncul di pikiranku. Dan kepalaku jadi sakit banget, jadinya gak bisa aku tahan lagi, dan aku langsung pingsan deh." Jawab Ayana menjelaskannya secara detail.
__ADS_1
"Sesuatu apa yang kau ingat?." Tanya kembali Jae.
"Aku mengingat sesuatu,