Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 97: Terus Dihina


__ADS_3

"Wah, mama bekerja nih. Dan omong omong, siapa yang akan mengatur rumah ma?." Tanya Kayra sambil mengunyah makanannya.


"Soal itu aman sayang, mama kan bisa semuanya, jadi aman terkendali." Jawab Ayana sambil mengedipkan kedua matanya.


"Udah cocok jadi pembantu di rumah, malah sok sokan mau bekerja. Dasar." Ucap ibu mertuanya sambil mengunyah makanannya.


"Bu, jangan seperti itu kepada Ayana." Ucap Evano mengelus tangan ibunya.


Ayana hanya bisa tersenyum untuk menutupi luka yang ada dalam hatinya.


Selesai makan malam, ibunya langsung masuk ke kamarnya dan memberi salam selamat malam hanya kepda Evano.


"Mari sayang, mama temani tidur." Ajak Ayana langsung memegang tangan Kayra.


"Baik mama sayang." Menurut Kayra dan langsung masuk ke kamar Kayra bersama Ayana.

__ADS_1


Di dalam kamar Kayra, Ayana langsung berbaring disamping Kayra. "Mama, kelihatannya mama sedih ya. Mama kenapa?." Tanya Kayra yang peka dengan Ayana.


"Mama tidak apa apa kok sayang. Mama hanya kelelahan saja." Jawab Ayana kembali tersenyum.


"Kalau begitu, apa mama sedang bertengkar dengan papa?." Tanya Kayra kembali.


"Mama tidak bertengkar dengan papa kok sayang. Mama hanya mau bersama kamu sayang." Jawab Ayana sambil mengelus rambut Kayra.


"Kalau begitu, elus rambut Kayra ya ma. Tidak perlu membacakan cerita dongeng, nanti suara mama hilang. Jadi lebih baik mama elus saja kepala Kayra, dan Kayra akan tertidur." Ucap Kayra ikut tersenyum bahagia.


"Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Aku hanya mengikuti alur tuhan saja, karena alur tuhan lebih baik daripada alur yang kita buat sendiri." Ucap batin Ayana kembali tersenyum sambil mengelus rambut Kayra.


Keesokan paginya, dimana Ayana sudah bangun dan sedang membuat sarapan pagi, seperti biasanya. Dan tiba tiba ibu mertuanya datang menghampirinya. "Hei kau." Panggil ibunya tidak sopan.


Sontak Ayana langsung membalikkan badannya. "Eh ibu, ada apa bu?." Tanya Ayana dengan senyumannya.

__ADS_1


"Jangan coba coba kamu mau mengambil hati saya, dengan sok sokan bekerja. Jangan harap kamu mendapatkan perhatian dari sana, dan kamu jangan melupakan tugas kamu di rumah ini. Dan jangan harap kalau saya yang akan membereskan pekerjaan rumah ini, karena percuma saya mempunyai menantu yang tidak mau bekerja. Nyusahin saja." Jawab ibu mertuanya dengan tatapan jijiknya.


"Baik bu, aku tidak akan lupa soal itu kok bu. Jadi ibu tenang saja." Ucap Ayana kembali tersenyum.


"Mau tenang bagaimana, orang kau saja belum mati. Bagaimana aku bisa tenang, kalau aku masih melihatmu seperti ini." Ujar ibu mertuanya, langsung terus terang didepan Ayana.


Sontak Ayana kaget, dan langsung menundukkan kepalanya. "Kenapa ibu tega mendoakan aku cepat pergi bu. Apa sih salah aku bu?." Tanya Ayana langsung mengeluarkan air matanya, yang sudah tidak dapat ia bendung.


"Salah kamu, adalah kenapa aku memilihmu dulu. Dan kalau dilihat sekarang, kamu sudah jelek, saat sudah melahirkan anak. Kan saya jadi malu dan jijik mempunyai menantu kayak gembel begini." Jawab ibunya, terus menghina Ayana.


Ayana kembali meneteskan air matanya deras, akibat penghinaan yang terus terang dari mertuanya.


"Sayang, kamu sedang masak apa?." Tanya Evano sontak berhenti, karena melihat ada ibunya, dan Ayana yang sedang menangis.


Ayana pun langsung masuk ke kamarnya, dan menghindar dari mereka. Sontak Evano langsung menatap wajah ibunya.

__ADS_1


"Apa yang ibu lakukan kepada Ayana, sampai dia menangis begitu!." Tegas Evano kepada ibunya.


__ADS_2