Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 49: Air Mata


__ADS_3

Saat mereka sudah pergi, ada lagi yang masuk ke ruang UGD tersebut, dan ia adalah perawat yang membawa obat lainnya.


"Permisi pak, saya mau mengantarkan suplemen obat, untuk pasien. Nanti, obat ini diminum, setelah makan ya pak." Langsung meletakkannya di samping meja.


"Baik dok. Terima kasih banyak." Jawab Evano.


"Sama sama pak. Saya duluan." Langsung keluar dari ruang perawatan.


"Kalau begitu, saya duluan ya pak. Saya mau menemani anak anak diluar dulu. Pak Evano bisa menemaninya disini. Saya duluan ya pak." Ucap Jae tersenyum dan langsung pergi keluar.


Evano pun langsung duduk dan mengelus tangan Ayana." Kamu harus kuat sayang. Kamu adalah orang yang paling kuat, didunia ini. Kamu ga boleh lemah, kamu pasti bisa sayang." Ucap Evano sedih dan mencium tangan Ayana.


"Aku janji, setelah ini, aku akan menceraikan kamu, dan kamu bisa hidup bahagia bersama dengan anak kita. Kamu ga akan merasakan sakit yang begitu menyakitkan lagi sayang.Kamu. Pasti kuat." Mata Evano berkaca kaca.


Keesokan paginya. Dimana Ayana belum sadar dan semuanya tidur di ruang istirahat, dengan Jae, Cuky dan Kayra tidur di sofa. Sedangkan Evano tidur di kursinya sambil melipat kedua tangannya.


Evano pun bangun dan Jae ikut bangun." Pak Jae, bagaimana dengan keadaan Ayana?." Tanya Jae langsung berdiri di sampingnya.


"Belum. Tapi tensinya mulai bagus juga. Mungkin dia akan sadar secepatnya." Jawab Evano sambil menatap kedua mata Ayana yang masih tertutup.


Saat mereka sedang melihat Ayana. Dokter pun masuk ke ruang pasien." Pagi pak Jae." Sapa dokter tersebut.


"Pagi pak dokter." Jawabnya sambil menaruh tangannya disaku.


"Saya akan memeriksa keadaan nona Ayana. Mana tau ada perkembangan." Ucap dokter tersebut mulai memeriksa Ayana.


"Baik dok, silahkan." Jawab Evano langsung berdiri.


Dokter pun langsung memeriksa keadaan Ayana dan mengecek tensi dan lainnya. Dokter pun langsung mencatat soal apa saja yang kurang.


Setelah dokter memeriksanya." Bagaimana dengan keadaan istri saya dok?." Tanya Evano kepadanya.


"Baguslah, sekarang keadaannya mulai membaik. Saya hanya kaget saja, karena pasien, bisa secepat itu sembuh."

__ADS_1


"Dan melawan sakit yang begitu melekit di tubuhnya. Pasien ini sangat hebat." Jawab dokter tersebut dengan senyuman.


"Ini saya ada berikan obat lainnya, yang harus pasien minum, setelah sadar nanti. Obat ini, akan menambah stamina tubuhnya dan ia bisa terhindar dari penyakit." Langsung memberikannya kepada Evano.


"Terima kasih banyak dok, atas segalanya. Sekali lagi, saya sangat berterima kasih dok." Ucap Evano langsung mengambil obat dari dokter tersebut dan menundukkan badannya.


"Baiklah, kalau begitu saya duluan dulu dan sampai jumpa pak Jae." Ucap dokter tersebut, kenal dengan Jae dan langsung keluar dari ruang tersebut.


"Oh ya pak Evano. Karena kebetulan hari ini, adalah hari libur. Pak Evano bisa menemaninya dan saya akan mengurus anak anak." Ucap Jae sambil menepuk pundak Evano.


"Terima kasih banyak pak. Kebetulan, saya ada bawa pakaian cadangan untuk Kayra, dimobil. Pak Jae bisa mengambilnya dan maafkan saya, karena sudah merepotkan anda." Jawab Evano ikut tersenyum.


"Sama sekali tidak merepotkan kok pak Evano. Kalau begitu, saya mau ambil pakaian dari mobil bapak dulu." Langsung keluar, untuk mengambil pakaian yang ada di bagasi mobil Evano.


Evano langsung ke sofa, untuk membangunkan Kayra dan Cuky." Halo nak, baguslah sayang. Ini sudah pagi." Panggil Evano dengan lembut, sambil menepuk nepuk tangan mereka berdua.


"Ehm, iya pa. Aku bangun nih." Bangun Kayra sambil mengusap matanya dengan perlahan lahan.


"Pagi paman." Sapa Cuky langsung duduk dan menguap.


"Ayah kamu sedang mengambil barang pakaian Kayra, yang ada dibagasi. Kan ini sudah libur, jadi bagaimana kalau kita jalan jalan aja." Jawab Evano sambil mengelus rambut mereka berdua.


"Baik pa.


"Baik paman.


Jae pun langsung masuk, sambil membawa tas pakaian Kayra." Hola Kayra. Ini pakaian kamu sayang." Langsung meletakkannya diatas sofa.


"Wah, terima kasih banyak paman. Paman jadi repot repot." Tersenyum Kayra.


"Sama sama sayang. Oh ya, mending kita mandi dulu yuk. Nanti kalian bau, dan mama Ayana tidak mau bangun deh. Yuk mandi." Ajak Jae langsung menggendong Cuky.


"Yuk paman." Jawabnya.

__ADS_1


"Papa, Kayra mau mandi bersama Cuky dulu ya papa. Jangan rindu dengan Kayra ya pa. Dah papa sayang." Melambaikan tangannya dan Kayra langsung meminta gendong kepada Jae.


Jae pun langsung menggendong Kayra juga." Iya sayang, dan jangan nakal kepada paman Jae. Hati hatilah sayang." Ikut melambaikan tangannya.


Jae, Cuky dan Kayra langsung mandi di kamar mandi yang ada di rumah sakit. Disisi lain, Evano pun kembali duduk disamping Ayana dan kembali mengelus tangan Ayana.


Saat Evano sedang mengelus tangan Ayana. Tiba tiba tangan Ayana bergerak sedikit." Eh, kok tangannya bergerak ya. Apa Ayana sudah mulai sadar ya." Kaget Evano langsung berdiri.


"Dokter, dokter. Tolong cek keadaan pasien Ayana." Panggil Evano dengan keras.


Dokter pun langsung datang." Ada apa ya pak. Apa yang terjadi dengan pasien?." Tanya dokter tersebut.


"Tangannya tadi sedikit bergerak dok. Boleh diperiksa langsung dok, mana tau ada perkembangan dari pasien." Jawab Evano.


"Baiklah pak, saya periksa pasien dulu ya pak. Boleh minggir sedikit pak." Langsung memeriksa keadaan Ayana dengan alat khusus dokter.


Setelah memeriksa." Bagaimana keadaannya dok?." Tanya Evano.


"Kabar yang baik untuk anda pak. Karena pasien sudah membaik dan sebentar lagi akan sadar. Tapi ingatannya masih belum pulih, dan akan memakan banyak waktu, untuk mengingatkannya kembali ke masa lalunya." Jawab dokter tersebut tersenyum.


"Baiklah dok, saya akan menjaga pasien dengan sebaik mungkin. Terima kasih banyak dok." Ikut tersenyum Evano sambil menundukkan badannya.


"Sama sama pak. Kalau begitu saya duluan, karena masih ada pasien lainnya. Permisi pak." Langsung meninggalkan mereka berdua.


Evano pun langsung duduk kembali di samping Ayana." Baguslah jika kamu cepat sehat sayang. Agar kamu, bisa kembali melihat keindahan di luar, dan tidak terus menatap di rumah sakit ini terus. Kamu pasti akan sehat sayang." Bahagia Evano sambil mengelus tangan Ayana dengan lembut.


Tiba tiba air mata Evano jatuh tepat di telapak tangan Ayana." Eh, kenapa aku menangis sih. Dasar cengeng." Ucapnya kepada dirinya sendiri dan langsung mengusap air matanya.


Tiba tiba air matanya yang jatuh ke telapak tangan Ayana. Membuat tangan Ayana kembali bergerak dan Ayana pun terbangun. Ia langsung membuka matanya perlahan lahan.


"Evano." Panggil pelan Ayana dan membuka matanya perlahan lahan.


Evano langsung tertuju kepada Ayana." Eh, sayang.Kamu sudah bangun. Bagian mana yang sakit?." Tanya Evano sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Apa kamu menangis?." Tanya Ayana menatapnya.


"Ehm, aku


__ADS_2