Marriage Is Not Beautiful

Marriage Is Not Beautiful
Episode 80: Menyesal


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa menangis?." Tanyanya langsung duduk disamping Evano, dan mengelus punggung Evano.


Sontak Evano kaget, dan langsung menatap wajah Ayana." Eh, sayang. Aku, tadi melihat televisi tentang film sedih. Jadinya aku menangis deh." Jawabnya sambil tersenyum.


"Padahal televisi nya dimatikan. Kenapa dia bilang menonton televisi. Pasti dia menangis karena ada masalah." Ucap batin Ayana langsung memegang kedua tangan Evano.


"Kalau kamu ada masalah, cerita sama aku. Aku siap dengerinnya." Ucap Ayana fokus menatap kedua mata Evano.


"Emang kamu mau dengerin cerita aku?." Tanya Evano ikut menatapnya.


"Tentu saja. Aku ini kan istri kamu sayang, dan aku siap dengerin semua curhatan isi hati kamu." Jawab Ayana tersenyum dengan bahagia.


"Apa kamu bahagia denganku. Apa kamu tidak mau bercerai dariku?." Tanya Evano langsung.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan itu sih sayang. Jangan katakan hal itu lagi, karena aku tidak mau mendengarkan kata kata yang ada sangkutannya dengan perceraian." Ucap Ayana dengan tegas dan langsung memegang pipi Evano, dengan kedua tangannya.


"Tatap mata aku, tatap. Apa kamu tidak lihat, betapa cintanya aku sama kamu." Ucap Ayana dan mereka saling bertatapan.


"Apa kamu tidak mencintaiku?." Tanya Ayana kepadanya.


Evano mengangguk." Aku sangat sayang kepada kamu sayang. Tapi, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan ini semua." Jawab Evano langsung melepaskan tangan Ayana, dan menundukkan kepalanya.


"Apa yang kamu maksud itu sih sayang. Aku tidak mengerti dengan omonganmu itu." Tanya Ayana sedikit bingung dengan ucapan Evano.


"Apa!. Kenapa kamu tiba tiba begini sih sayang, pokoknya aku gak mau cerai, aku gak mau cerai dari kamu. Hiksss, Hiksss." Ucap Ayana dengan tegas menolaknya, dan langsung meneteskan air matanya.


Ayana langsung masuk ke kamarnya, dan menutup pintunya dengan keras.

__ADS_1


Saat Ayana sudah masuk ke kamarnya. Di ruang tamu, Evano langsung memukul dirinya sendiri, dan menampar dirinya sendiri." Bodoh, bodoh. Seharusnya kau tidak mengatakan itu kepada Ayana. Dia jadi menangis. Dasar Evano bodoh." Ucapnya kembali menampar dirinya sendiri, sampai memerah.


"Aku harus minta maaf dengan Ayana. Dia tidak boleh menangis. Aku salah." Langsung menuju kamar Ayana.


Di kamar Ayana. Ayana langsung duduk di tempat tidurnya, dan menangis dengan deras." Hiksss, hiksss. Bodoh kamu Evano. Kenapa kamu mau tidak bisa mempertahankan pernikahan kita ini. Dasar kamu suami penakut." Ucapnya marah dan terus memukuli tempat tidurnya, sambil menangis.


"Hikss, hiksss. Aku mencintai mu Evano, aku mencintaimu." Ucap Ayana terus menangis.


Disisi lain. Evano sampai di depan kamar Ayana, dan langsung mengetuk pintu kamar Ayana." Sayang, aku minta maaf atas perkataanku tadi. Maafkan aku, aku tidak sengaja mengatakannya sayang." Ucap Evano sangat merasa bersalah dengan tindakannya.


Ayana yang mendengarnya dari dalam, hanya bisa diam, dan langsung berbaring. Ia menutupi wajahnya dengan bantal." Aku tidak mau melihatnya, aku tidak mau mendengar suaranya. Aku benci kamu Evano." Ucap Ayana didalam bantalnya.


Ayana tidak mau membukakan pintu kamarnya, dan membiarkan Evano di luar kamarnya." Pasti dia benar benar marah kepadaku. Ini semua salah mu Evano, salah mu." Kembali menyalahkan dirinya sendiri, dan kembali menamparnya pipinya sendiri.

__ADS_1


Evano langsung duduk di depan kamar Ayana." Hiksss, maafkan aku Ayana. Maafkan aku." Ucap Evano terus menyalahkan dirinya sendiri.


Keesokan paginya. Dimana Ayana,


__ADS_2