Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 99


__ADS_3

Shely tidak dapat menjawab apapun, dia hanya bisa memejamkan mata merasakan sentuhan tangan suaminya di wajahnya. Dia selalu merasa terharu setiap kali mendengar Nino menyatakan cinta kepadanya.


Nino tidak bisa menahan diri untuk tidak melahap bibir rahim Shely yang ada di hadapannya apalagi dengan penampilan sang istri yang sangat seksi itu, Nino serasa gila jika harus membayangkan apa yang ada di balik jubah mandi milik istrinya. Ada gejolak yang mendorong dirinya untuk segera menyentuh bibir itu apalagi bagian intinya saat ini terasa sangat sesak di bawah sana.


Nalurinya sebagai seorang pria terus menuntunnya untuk menyentuh tubuh Shely lebih dan lebih lagi.


Cup...


Sebuah Ciuman akhirnya mendarat juga di bibir ranum itu, tidak ada penolakan dari Shely sehingga membuat Nino terus melancarkan aksinya.


Ciuman yang awalnya lembut menjadi ciuman yang panas dan saling menuntut, Shely sebagai wanita normal yang juga sangat merindukan suaminya itu tidak kuasa menahan diri untuk tidak mengimbangi pemainan lidah Nino di dalam mulutnya.


Penjelajahan Nino kini semakin menurun kebawah karena melihat Shely yang menyambut baik permainannya. Nino menggendong Shely dengan bibir mereka yang masih bertaut tanpa terlepas menuju tempat tidur. Dia menindih tubuh mungil istrinya dan mulai menyerang Shely lagi, Nino sangat bersemangat apalagi ketika mendengar Shely mendesah kenikmatan.


Namun saat dia ingin membuka satu-satunya penghalang yang berada di tubuh istrinya, Nino tersadar jika dia tidak akan melakukannya jika Shely keberatan karena dia tidak mau memaksakan kehendaknya sedangkan Shely tidak menginginkan dirinya.


"Maafkan aku tidak bisa mengontrol diri". Ujar Nino yang hendak bangkit dari tubuh Shely.


Shely tidak menjawab apapun, dia hanya menahan tubuh sang suami agar tidak pergi, dia kemudian menuntun tangan Nino untuk menyentuh buah kembarnya yang sudah sangat menengang dan siap untuk di santap oleh Nino itu sambil memejamkan matanya.


"Jangan pergi mas". Ujar Shely setengah mendesah, rupanya wanita itu sangat merindukan sentuhan suaminya dan dia juga sudah memutuskan untuk memulai segalanya dari awal lagi bersama Nino.


Mendapatkan lampu hijau dari sang istri membuat Nino sangat bahagia karena itu arti hubungannya dengan Shely akan segera membaik kembali dan yang paling penting saat ini adalah hasratnya yang sudah lima tahun dia pendam bisa segera tersalurkan.


Bermain dengan dua buah kembar kesuakaannya membuat Nino sangat bersemangat, di cium, di hisap dan juga di remasnya buah kembar itu dengan penuh gairah membuat pemilik buah kembar tersebut menggelinjang kenikmatan bahkan Shely tidak rela jika Nino melepaskan mulutnya dari puncak buah kembarnya, dia seolah semakin menekan kepala suaminya agar melakukan hal tersebut lagi dan lagi.

__ADS_1


Nino menyapu setiap jengkal permukaan kulit istrinya tanpa tertinggal sedikitpun sampai pada bagian yang paling dia favorit kan yaitu liang kenikmatan yang sudah lembab dan mengeluarkan wangi khas dapat membuat akal sehatnya hilang seketika,


Nino melahap habis bagian favoritnya itu hingga membuat Shely meronta kenikmatan, Nino memang sangat tahu cara membuat wanita ketagihan dengan setiap sentuhan yang dia berikan bahkan Shely bisa mencapai puncak kenikmatannya berkali-kali akibat permainan Nino di bagian intinya itu.


******* demi ******* mengiringi setiap sentuhan Nino kepada sang istri, rupanya Shely juga sudah sangat merindukan suaminya itu hal itu dapat Nino lihat dari tingkah Shely di atas ranjang yang sangat agresif, tentu saja hal yang tidak pernah Nino lihat sebelumnya.


Bukan hanya Shely yang di buat oleh Nino mendesah kenikmatan namun Nino juga ikut mendesah tatkala Shely bermain dengan cukup apik bersama dengan adik kecilnya. Hingga sampai pada permainan inti, Nino sedikit kesulitan untuk menerobos masuk ke laing kenikmatan milik Shely, bagaimana tidak wanita yang menjadi istrinya itu sudah lima tahun tidak melakukannya sudah pasti pintu liang tersebut kembali tertutup rapat bak seorang gadis.


Nino sangat bahagia mengetahui hal tersebut karena dia bangga memiliki istri seperti Shely yang sangat mampu menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita terutama sebagai seorang istri padahal dia sedang terpisah dari suaminya. Inilah berkah luar biasa di hidupnya karena meskipun dia dulu dengan mudahnya dapat membawa wanita manapun ke atas ranjang namun ketika menikah dia bisa mendapatkan wanita seperti Shely yang pandai menjaga diri.


"Ini akan sedikit sakit sayang, kamu tahan sebentar ya". Ujar Nino lembut, suara paraunya itu menandakan dia segera ingin masuk tanpa bisa menahannya lagi. Shely hanya menganggukkan kepalanya pasrah karena jujur dia juga sudah sangat menginginkannya.


"Aws". Erang Shely sambil mencengkeram kuat punggung suaminya sehingga bukan hanya Shely yang merasakan pedih namun juga Nino saat benda tumpul mecoba masuk dan menyatukan diri dengan tubuh Shely.


Dua sejoli itu melayang dalam kenikmatan surgawi itu bahkan mereka lupa waktu, entah berapa kali permainan itu mampu membuat mereka berdua menyerah yang pasti Shely sampai tak berkutik lagi di dalam pelukan sang suami. Namun saat Shely baru saja ingin memejamkan matanya dia teringat akan keberadaan putranya.


"Mas, Sheno". Seru Shely dia terkejut karena melupakan keberadaan putranya yang sendirian di kamar Nino.


"Tidurlah sayang". Ujar Nino lembut dan membelai rambut Shely. "Shen aman bersama daddy dan mommy nya". Sambungnya langit sambil memeluk erat Shely.


"Ma-mas, kamu menitipkan Shen kepada mereka?". Tanya Shely tak percaya karena Shely tidak bisa membayangkan alasan memalukan apa yang di katakan oleh suaminya saat menitipkan Sheno kepada Marqin dan Celina.


"Tentu saja, mana mungkin aku akan membiarkan putraku tidur sendirian tanpa ada yang menjaganya lagipula taunmu itu selalu mengakui putraku sebagai putranya jadi dia juga harus direpotkan dengan menjaga Shen". Jawab Nino enteng.


"Ta-tapi alasannya?".

__ADS_1


"Alasan apa?". Tanya Nino pura-pura tidak tahu.


"Mas pasti ada alasan kan waktu kamu menitipkan Shen, mereka pasti bertanya kamu dan aku akan kemana". Ujar Shely ketus.


"Sayang mereka juga sepasang suami istri jadi tanpa aku jelaskan mereka pasti sudah tahu alasannya, mereka tidak perlu bertanya karena aku mengatakan jika aku juga ingin memberikan Shen adik sama seperti mereka". Jelas Nino panjang lebar.


"Mas". Seru Shely sambil memukul gemas dada Nino.


Nino tertawa melihat tingkah malu-malu istrinya yang sangat menggemaskan itu dia kembali menarik istri untuk di bawa dalam dekapannya, kecupan demi kecupan terus Nino labuhkan di wajah sang istri tanpa henti.


"Aku mau kita punya anak perempuan, apa kamu juga menginginkan anak perempuan?". Ujar Nino sambil mengelus-elus perut mulus Shely.


"Mas, kamu bahkan belum menebus setiap waktu kamu bersama Sheno yang sudah dia lalui tanpa kehadiran kamu". Jawab Shely lirih.


"Aku akan menebusnya sayang, aku berjanji akan hal itu". Jawab Nino penuh keyakinan dan penyesalan.


Meskipun malam itu adalah malam yang cukup melelahkan bagi keduanya, pasangan suami istri itu nyatanya tidak langsung larut dalam alam bawah sadar mereka, lamanya perpisahan yang terjadi di antara keduanya membuat banyak hal yang mereka bicarakan malam itu terutama tentang siapa dalang yang mempunyai peran besar di balik sulitnya Nino menemukan Shely bahkan sampai lima tahun lamanya.


Ya, siapa lagi orang tersebut jika bukan Amaya Wijaya Askari, nampaknya nama Askari yang melekat di balik nama Maya sejak diaenikah dengan Marvin Askari membuat wanita itu punya sifat hampir sama dengan suaminya itu, yaitu licik dan juga picik.


Shely sama sekali tidak percaya saat suaminya menceritakan tentang hal itu apalagi ketika Nino seolah menjelek-jelekan Maya di hadapannya karena bagaimanapun di mata Shely Maya adalah sahabat baiknya dan dia tidak terima jika Nino menyalahkan Maya dengan alasan apapun.


Bahkan sempat terjadi perdebatan kecil di antara mereka berdua padahal baru saja hubungan mereka membaik namun Nino sangat tahu cara untuk menaklukkan wanita terutama istrinya itu, apalagi jika bukan dengan mengulang permainan panas mereka bahkan sampai dini hari dua insan ith masih sibuk berbagi kehangatan ketika para manusia lain susah terbuai di alam mimpi mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2