Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 18


__ADS_3

Sementara itu didalam privat jet Maya sedang menikmati segala fasilitas mewah yang disuguhkan oleh awak pesawat kepadanya, rugi jika tidak di manfaatkan dengan baik batinnya. Namun dia kembali teringat tentang tuan Askari yang di ceritakan oleh Anin beberapa hari yang lalu.


Jika sosok yang duduk bersama Anin dan Haikal di restoran hotel kemarin adalah pria tadi yang menyambut dirinya sebelum berangkat dari Dubai berarti tebakannya salah, karena dia menebak jika pria tersebut adalah pria jahat yang sangat dibenci dan dihindarinya.


"Apa yang aku harapkan, bukankah aku berharap jika tidak pernah lagi bertemu dengannya". Batin Maya sambil menertawakan kebodohan dirinya yang terus berharap jika dia bisa melihat wajah pria itu sekali saja, mungkin itu semua pengaruh bayi dalam kandungannya.


"Apa kamu sangat merindukannya heem?, dia bahkan tidak tahu tentang kehadiranmu jik tahu pun mungkin dia akan membuang kita jauh-jauh dari hidupnya sayang". Ucap Maya sambil mengelus-elus perutnya.


Jika Maya sudah tidak peduli lagi tentang ayah dari anaknya maka lain halnya dengan Haikal, pria itu sangatlah peduli bukan karena ingin dia bertanggung jawab namun karena dia penasaran apa yeng terjadi dengan Maya sebenarnya, benarkah jika Maya adalah korban kekerasan seksuall, jika memang benar maka dia akan membuat pria brengsek itu menyesali semua perbuatan bejaatnya terhadap Maya karena Haikal pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.


Haikal terus melakukan pencarian terhadap pria yang telah menghancurkan hidup Maya dengan bantuan kedua sahabatnya, Nino dan Rian karena tidaklah mudah menemukan seseorang tanpa ada petunjuk apapun. Namun hal itu di luar pengetahuan Maya karena jika Maya tahu pasti dia akan sangat marah.


Awalnya Nino sempat menolak permintaan Haikal yang memintanya untuk membantu mengungkapkan motif dan dalang kejadian naas yang menimpa Maya karena dia sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Maya setelah hari di mana Maya menolak ajakan untuk menikah namun karena tidak terima jika benar Maya korban kebejatan pria yang tisak bertanggung jawab maka api kemarahan didalm dirinya kembali menyala.


"Aku tidak akan membiarkanmu hidup jika aku menemukanmu". Batin Nino, kilatan amarah terlihat jelas dari sorot matanya yang tajam dengan rahang yang mengeras.


Maka sejak saat itu mereka bertiga mulai memikirkan cara mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap Maya, terutama menemukan siapa pelakunya. Namun Nino lah yang paling berperan tentunya, setiap saat pikirannya di penuhi oleh bayang-bayang tentang Maya hingga membuat fokusnya buyar.


"Malam itu, ya malam itu kenapa aku tidak kepikiran tentang malam itu, jika di hitung-hitung usia kehamilan Maya sama dengan saat aku berada diluar negeri dan selama beberapa hari Maya susah untuk dihubungi, shiit". Gerutu Nino dalam hati.


Nino langsung membuka jasnya dan membuangnya kesembarang arah, berjalan dengan cepat meninggalkan kantornya.

__ADS_1


Sekretaris Nino yang melihat hal tersebut langsung menyusulnya untuk menghalangi agar bosnya itu tidak lupa jika ada pertemuan penting yang harus mereka hadiri hari ini.


"Tuan, anda mau kemana, sebentar lagi kita ada pertemuan penting dengan tuan Marvin". Ucap sang sekretaris.


"Batalkan semua pertemuan untuk hari ini karena ada yang lebih penting yang harus aku lakukan". Titah Nino tanpa menoleh kearah sekretaris cantik itu sambil berjalan cepat dan melipat kemeja panjangnya sampai batas siku. Hal itu membuat sisi maskulin pria tampan iti terlihat sangat menggoda dimata sekretarisnya.


"Tapi tuan-". Sang sekretaris langsung terdiam saat Nino menghentikan langkahnya sambil menatap tajam kearahnya. "Baik tuan saya mengerti". Sambungnya lagi, padahal dia baru saja mau mengingatkan jika tuan Marvin khusus terbang dari Dubai hanya untuk menghadiri pertemuan dengan bosnya itu namun apalah daya Nino sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan darinya, maka dia harus bersiap-siap menerima kemarahan tuan Marvin kepada dirinya.


Sekretaris cantik bernama Shely itu sangat tidak berani untuk membantah perkataan Nino karena jika Nino bersikap manis pada setiap gadis cantik mana pun yang dia temui dan dia kenal maka tidak dengan Shely, Nino bahkan tidak pernah menoleh kearahnya padahal Shely juga termasuk gadis yang sangat cantik walaupun dengan penampilan sederhananya itu.


Shely sempat bertanya-tanya mengapa hanya dirinya wanita disekitaran bosnya itu yang tidak pernah diajaknya untuk berkencan, mungkinkah karena dia hanya gadis miskin dan tidak selevel dengan Nino, padahal jika Nino mengajaknya berkencan pasti dengan senang hati Shely akan menerima ajakan itu tidak peduli Nino hanya mengajak sekali saja.


"Tuan, kenapa hanya denganku anda bersikap sedingin ini". Batin Shely menatap sendu kepergian pria tampan yang dikagumi banyak wanita itu hingga tubuh Nino menghilang dibalik pintu lift.


Nino sengaja tidak memberitahukan hal tersebut kepada Haikal dan Rian karena dia akan memastikan sendiri terlebih dahulu siapa dalang dibalik kehamilan Maya sebenarnya dan jika dia menemukannya bisa dipastikan wajah pria itu akan hancur di tangannya sebelum di serahkan ke kantor polisi.


Sementara ditempat lain atau lebih tepatnya di dalam privat jet yang berbeda dengan yang Maya tumpangi ada seorang pria yang tetap betah menampilkan senyum sumringah diwajah tampannya, pria itu adalah Jackob atau yang lebih sering di panggil Jack oleh orang-orang sekitarnya. Marvin sampai heran melihat tingkah laku sang asisten yang aneh itu.


"Apa kau sehat?". Tanya Marvin singkat, tentu saja pertanyaan itu seperti sindiran halus bagi Jack.


"Sangat sehat tuan, bahkan bukan hanya fisikku tapi juga batinku". Jawab Jack sambil tersenyum lebar dan memegang dadanya.

__ADS_1


"Kau ini kenapa, aku rasa ada yang aneh terjadi padamu sejak kita berada didalam pesawat?".


"Aku hanya sedang bahagia saja tuan, adik tuan Haikal ternyata sangatlah manis". Jawabnya sambil membayangkan senyuman manis Maya.


"Aku pikir kau harus segera menikah".


"Tentu tuan, seandainya dia mau menjadi istriku maka aku akan segera menikahinya".


"Kau sudah giila?, bagaimana bisa kau ingin menikahi anak kecil?". Tanya Marvin dnga suaranya yang lumayan keras menandakan dirinya sangat terkejut karena Jack ingin menikahi anak kecil.


"Hahaa, sepertinya anda salah paham tuan, mana mungkin aku menikah dengan anak kecil".


"Lalu adik tuan Haikal?".


"Dia seorang gadis yang sangat cantik dan manis tuan, dia seumuran dengan nona Anin istri tuan Haikal, bahkan anda pasti akan langsung jatuh cinta jika bertemu dengannya". Jelas Nino.


"Mustahil itu terjadi". Ucap Marvin sambil terkekeh geli mendengarkan kata cinta. Marvin kembali memasang wajahnya datar tentu saja jika Jack sudah membahas tentang seorang wanita maka Marvin sama sekali tidak akan tertarik.


"Kita lihat saja nanti tuan, siapa tahu apa yang aku katakan benar terjadi, jika anda bisa jatuh cinta lagi hanya setelah melihat nona Maya". Batin Jack yang menatap kearah majikannya dengan tatapan sinis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ayuk dukung aku biar kita sama-sama semangat, aku semangat update dan kalian semangat membaca 🙏🏻


__ADS_2