Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 75


__ADS_3

Mentari sudah menampakkan dirinya di ufuk timur namun pria yang sejak semalam tidak tidur itu masih setia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang untuk mencapai tujuannya sesegera mungkin, dia sudah tidak sabar untuk bertemu sang istri yang di bencinya namun juga sangat di rindukan itu.


Tanpa mengenal lelah Nino terus melajukan mobilnya menuju kampung halaman Shely dimana kediaman kedua orang tuanya berada. Setelah menempuh jarak yang cukup jauh akhirnya Nino sampai juga di sebuah desa yang cukup terpencil dengan keindahan alam yang masih sangat alami dan jarang sekali di lihat olehnya di kota besar seperti Jakarta.


Berbekal alamat dari kartu identitas yang di tinggalkan Shely, Nino saat ini berdiri tepat di depan pintu pagar rumah Shely, belum lagi dia memeriksa kondisi di dalam rumah namun semangatnya yang tadi malam sangat menggebu-gebu untuk bertemu sang istri seketika saja memudar kala melihat kondisi rumah yang sepi seperti tak berpenghuni ini.


Bahkan rumput-rumput di halaman rumah tampak sangat subur karena tidak ada yang mengurusnya. Nino menghela napas kasar dengan mata yang berkaca-kaca, dia melebarkan senyum terpaksa di wajahnya lalu kemudian melangkahkan kaki memasuki rumah yang sangat sederhana itu.


"Kamu pasti ada di dalam sana, mungkin ini semua untuk membuat aku terkecoh saja dan berpikir jika rumah ini tidak ada yang menempati". Gumam Nino pada dirinya sendiri.


Nino memberi salam dan memanggil nama istrinya berkali-kali namun hasilnya nihil, tidak ada satu orangpun yang muncul dari dalam rumah, hingga ada seorang tetangga yang menghampirinya dan bertanya perihal kedatangannya ke rumah tersebut.


" Maaf, bapak cari yang punya rumah? ". Tanya seorang pria paruh baya kepada Nino.


" Iya Pak, apa yang punya rumah sedang keluar? ".Tanya Nino sopan.

__ADS_1


" Lho, yang punya rumah kan sudah pindah ke Jakarta menyusul anak gadis mereka, bahkan Shely anak gadis mereka sudah menikah di sana, jadi sepertinya mereka menetap di jakarta sekarang". Terang pria paruh baya tersebut.


Hancur sudah harapan Nino mendengar penjelasan dari pria paruh baya tersebut, bahkan untuk mengenalkan dirinya sebagai suami Shely dia juga sudah tidak mampu, karena suami macam apa dia yang tidak tahu dimana keberadaan istrinya saat ini.


Nino akhirnya mengatakan jika dia adalah atasan Shely di kantor dan meminta kepada pria paruh baya itu untuk menghubunginya jika Shely pulang ke rumah tersebut namun Nino meminta pria paruh bah itu merahasiakan tentang kedatangannya kepada siapapun termasuk Shely dan keluarganya.


"Terimakasih pak, saya sangat mengharapkan informasi dari bapak tentang Shely, karena saya sangat membutuhkan tenaga kerja yang sebaik Shely di kantor saya, saya sudah mencoba menghubungi berkali-kali hanya sepertinya suami Shely melarangnya kembali bekerja di perusahaan saya". Jelas Nino yang memilih berbohong demi menjaga nama baik Shely di desanya, karena jika warga desa tahu jika Shely pergi meninggalkan suaminya pasti akan menjadi bahan gunjingan pikir Nino.


" Sama-sama Pak, nanti jika ada kabar tentang Shely pasti saya akan hubungi bapak secepat mungkin ". Jawab sang pria paruh baya dengan sangat ramah.


...----------------...


Eman bulan sudah kepergian Shely dari kehidupan Nino, sekarang semua yang terjadi di hidup Nino berubah seketika, tidak ada lagi Nino yang nakal di malam hari dan ramah kepada banyak wanita bahkan dia juga tidak tahu menahu bahkan tidak pernah lagi berkomunikasi dengan wanita bernama Amaya Wijaya yang sangat dia sanjung-sanjung selama ini.


Jadi sudah bisa di pastikan jika wanita manapun juga sudah tidak mampu menggoda apalagi mampu membuat Nino membawa mereka ke ranjangnya seperti yang di lakukannya dulu. Meskipun Nino tidak mau mengakuinya namun nyatanya Shely lah yang sudah membuatnya tidak tertarik untuk bercinta dengan wanita lain selain sang istri seorang.

__ADS_1


Sekarang ini yang ada hanyalah Nino yang dingin, kaku dan bicara hanya seperlunya saja termasuk dengan kedua orang tuanya. Hidupnya hanya di sibukkan dengan bekerja dan bekerja saja bahkan sampai bisa dikatakan dia saat ini menjadi maniak kerja karena hanya dengan membebani pikirannya dengan masalah pekerjaan saja membuatnya sedikit bisa melepaskan Shely dari pikirannya karena jika tidak maka Shely memenuhi seluruh ruang di dalam kepalanya itu.


Namun ada hal positif di balik maniak kerja yang di alami olehnya saat ini, yaitu perkembangan perusahaannya yang melaju pesat bahkan sudah memiliki anak perusahaan di beberapa daerah-daerah. Nino Fernado yang sekarang adalah salah satu pengusaha sukses dan di segani banyak orang namun sangatlah tertutup perihal urusan pribadinya bahkan di tengah banyak rumor yang beredar tentang Shely yang meninggalkannya namun tidak satupun media yang bisa membuktikannya.


Dan selama enam bulan ini pula orang-orang suruhannya terus mencari keberadaan sang istri namun anehnya tidak satupun dari mereka yang bisa menemukan informasi apapun tentang wanita bernama Shely. Padahal jumlah orang suruhan Nino tidaklah sedikit.


Jika ada yang beranggapan Nino mencari keberadaan Shely karena dia sudah menyadari jika wanita itu telah mampu mengisi seluruh isi hatinya, maka anggapan itu salah besar, Nino justru mengartikannya sebagai sebuah kebencian dimana wanita yang sudah di terima dengan sangat baik oleh kedua orang tuanya itu berani meninggalkannya begitu saja.


Nino beranggapan jika apapun yang terjadi dia harus menemukan Shely dan memberi pelajaran berharga kepada wanita tersebut bahkan sampai wanita itu tahu siapa Nino yang sebenarnya.


"Aku akan menemukanmu dan membuatmu berlutut di hadapanku dan juga kedua orang tuaku untuk memohon maaf". Gumam Nino kala pikirannya sedang fokus kepada Shely.


" Beraninya wanita itu mempermainkanku dan membuat keluargaku malu akibat kepergiannya, dia pikir dia wanita yang sangat hebat sampai berani memperlakukan kami seperti ini". Sentak Nino lagi.


Begitulah selalu ucapan yang di ucapkan Nino kala dia sedang sendirian di kamarnya dan melihat pantulan dirinya di depan cermin dan anehnya hampir setiap malam sebelum dia tidur dia selalu mengucapkan hal itu tanpa rasa bosan.

__ADS_1


Meskipun telah kehilangan Shely, namun nyatanya besarnya rasa ego yang di miliki oleh pria itu tidaklah berkurang sedikitpun bahkan hanya untuk sekedar mengakui jika dia sedang merindukan sosok sang istri apalagi jika harus mengakui jika dia telah jatuh cinta kepada wanita cantik yang sudah mampu mengubah segala hal di dalam hidupnya.


__ADS_2