Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 90


__ADS_3

"Nino". Seru Maya dengan mata yang membulat sempurna.


Maya sangat terkejut melihat jika tamu yang membuat keributan di rumahnya ternyata adalah Nino yang sudah sejak lama tidak di lihatnya.


"Nino, kamu disini?". Tanya Maya lagi.


"Syukurlah kamu di sini, May tolong aku tolong hubungi Marqin dan tanyakan di mana keberadaannya". Jawab Nino dia bahkan tidak canggung melihat Maya yang sudah sejak lama tidak dia lihat itu.


"Marqin?, memangnya ada apa dengan Marqin?".


"Sayang tidak usah layani pria ini, sebaiknya kau pergi saja dari sini". Celetuk Marvin.


"Sayang tidak boleh begitu dengan tamu". Jawab Maya dan di respon oleh Marvin dengan mengerlingkan matanya keatas tanda dia tidak suka karena Maya membela Nino.


"May, cepat hubungi Marqin dan tanyakan dimana dia sekarang, atau berikan aku alamatnya di Dubai sana, alamat perusahaannya, rumah, apartemen atau apapun itu asalkan aku bisa menemukannya". Cecar Nino dengan segala kepanikan.


"Bicara pelan-pelan aku bingung mendengarkannya, coba katakan sebenarnya kenapa kamu mencari Marqin?". Selah Maya.


"Dia membawa Shely dan Sheno ke Dubai dan aku sangat khawatir".


"Kamu baru mengkhawatirkan mereka sekarang?, Nino mereka sudah sering berkunjung ke Dubai kemana saja kamu selama ini?". Mendengar pertanyaan Maya memang terasa sakit bagi Nino seperti ada yang mencubit hatinya belum lagi rasa malu karena selama lima tahun terakhir dia bahkan tidak tahu jika istri dan anaknya melakukan apa saja.

__ADS_1


"Kamu kenal dengan Shely dan Sheno juga?". Tanya Nino.


"Tentu saja, mereka juga sering ke sini dan Sheno adalah sahabat anak-anakku".


"Aku tahu aku pria yang payah, suami dan ayah yang tidak bisa di andalkan tapi kali ini aku benar-benar sangat khawatir May. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kalian mau asalkan kalian membantuku". Ujar Nino kali ini dia kembali berjanji kepada seseorang untuk melakukan apapun demi dapat bertemu Shely, maka deretan balas saja yang harus dia tebus kelak juga bertambah banyak, mulai dari Rian tentunya, dokter Mira dan sekarang Maya. Banyak hal yang tidak Nino ketahui tentang Sheno dan Shely juga membuat memelankan suaranya karena dia sangat merasa tidak becus sebagai kepala keluarga.


"Bagus kalau kau tahu jika kau itu memang payah, suami harusnya berada di samping istri dan anaknya seperti yang aku lakukan, bukan seperti dirimu". Celetuk Marvin lagi dan kali ini Nino setuju dengan apa yang dikatakan oleh pria yang selalu menganggapnya musuh itu.


"Sudah, sudah jangan berdebat lagi. Aku akan kirimkan alamat Marqin di Dubai sebaiknya memang kamu lihat sendiri kondisi Shely dan Sheno di sana". Ujar Maya.


Maya kemudian memberi alamat lengkap Marqin, baik mansion, apartemen dan perusahaan-perusahaan Marqin yang berada di Dubai. Dan dengan berbekal alamat tersebut Nino langsung melesat pergi menuju Dubai tentu saja dengan menggunakan privat jet milik Rian.


"Maafkan papa sayang karena papa tidak mengenalimu sejak pertma kita bertemu padahal sejak saat itu papa sudah terpikat dengan mata indah yang kamu warisi dari mamamu". Batin Nino penuh haru bahkan air mata tidak terasa menetes di pipinya.


...----------------...


Sesampainya di Dubai Nino langsung menuju Mansion milik Marqin dan ternyata istri dan anaknya tidak berada di sana, menurut para pelayan di mansion tersebut majikan mereka memang sempat pulang beberapa hari ke sana namun dia hari yang lalu mereka pergi dan belum kembali sampai sekarang, para pelayan juga tidak tahu mereka akan kemana namun menurut informasi yang mereka tahu bahwa Marqin akan mengajak tamu mereka yang dari jakarta berlibur keliling negera Dubai.


Meskipun sedikit kecewa namun Nino tetap tidak putus asa, dia kemudian menuju apartemen namun lagi-lagi hasil yang dia dapatkan nihil karena ternyata mereka sama sekali tidak pernah mengunjungi apartemen tersebut.


Maka sekarang tugas Nino tentu saja sangat berat yaitu mengunjungi satu per satu perusahaan milik Marqin, karena jumlahnya bukan hanya satu dan letaknya lumayan jauh-jauh sudah pasti itu akan sangat menguras tenaga Nino.

__ADS_1


Anehnya, Nomor ponsel Shely dan Marqin juga tidak dapat dia hubungi sama sekali dan yang lebih anehnya lagi adalah nomor ponsel Maya dan juga ibu mertuanya saat ini juga tidak dapat dia hubungi, maka lengkap sudah penderitaan dan perjuangan Nino untuk menemukan istri dan anaknya. Satu-satunya yang dapat dia hubungi untuk meminta bantuan adalah Rian Mahendra namun pria itu sudah angkat tangan untuk melacak keberadaan Shely.


Sudah beberapa hari ini Nino terus berkeliling mengunjungi satu per satu perusahaan Marqin namun pria itu tidak menunjukkan barang hidungnya. Putus sudah harapan Nino untuk mencari keberadaan Shely selain setiap alamat yang di berikan Maya tidak membuahkan hasil dia juga tidak dapat meminta bantuan siapapun di negeri orang tersebut karena setiap kali dia menghubungi Maya dan Marvin, mereka juga tidak meresponnya.


Berada di pusat kota Dubai, Nino menatap lurus ke depan memikirkan apa tindakan yang harus dia lakukan selanjutnya namun tidak terlintas ide apapun di benaknya karena dia tahu betul jika Marqin pasti sengaja menyembunyikan Shely dan Sheno darinya dan jika sudah begitu pasti akan sangat sulit Nino menemukan mereka karena Dubai adalah negara Marqin dan tentu saja dia berkuasa di sana.


Di Indonesia saja, Marqin bisa menyamarkan keberadaan Shely selama lima tahun lamanya apalagi jika mereka berada di Dubai mungkin Nino tidak akan pernah dapat bertemu Shely lagi.


"Shely kamu dimana?". Seru Nino sambil menjambak kasar rambutnya.


Keadaan Nino memang terlihat sangat menyedihkan saat ini, pola makan dan pola tidur yang berantakan membuat tubuh pria itu terlihat semakin kurus saja belum lagi banyaknya pikiran yang harus dia pikul sendirian, apalagi sebelumnya Nino memang sedang mengidap penyakit lambung yang cukup serius sehingga hal itu juga berpengaruh pada kondisi tubuhnya.


Nino memejamkan matanya menarik napas dalam-dalam dan membayangkan senyum anak dan istrinya yang mungkin saja tidak dapat dia lihat lagi. "Tuhan aku tahu aku bukan ayah dan suami yang baik untuk keluarga kecilku tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku kepada mereka, tolong bantu aku kali ini untuk menemukan mereka". Gumam Nino penuh harap.


Perlahan dia membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya dan tanpa dia sadari dia menangkap sosok yang sangat dia kenal yaitu Marqin, ya pria itu berada tidak jauh dari tempat Nino duduk saat ini.


"Marqin?". Gumam Nino dengan wajah sumringah namun seketika ekspresi wajahnya berubah saat melihat Marqin lebih jelas lagi, pria itu sedang merangkul wanita cantik dengan perut besar dan itu bukan Shely karena Shely tidak mungkin langsung hamil besar dalam waktu singkat.


"Dengan siapa dia?". Tanya Nino bingung, namun karena sibuk dengan pikirannya sendiri dia tidak menyadari jika Marqin sudah menuju parkiran mobil sehingga Nino harus bersusah payah mengejar pria itu lagi dan kali ini dia tidak akan melepaskannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2