Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 93


__ADS_3

Maya mengajak Shely ke taman belakang mansion nya yang sangat luas dan di penuhi dengan berbagai macam bunga yang sangat indah. Dia mencoba mencoba mendekatkan diri dengan wanita di sampingnya saat ini karena dia tahu jika wanita hamil itu sedang menanggung banyak beban bahkan saat dia tengah hamil.


"Kau suka bunga apa?". Tanya Maya basa-basi.


"Mawar, aku suka harumnya". Jawab Shely..


Ya, di mulai dari obrolan-obrolan ringan itu akhirnya Maya bisa membuat Shely nyaman bercerita dengannya. Maya tidak langsung mempertanyakan perihal rumah tangga Shely dia cukup pintar untuk di jadikan teman bicara dan berbagi cerita.


Shely yang sudah sangat nyaman dengan Maya pun akhirnya menceritakan semua permasalahannya, terutama permasalahan rumah tangganya. Maya yang mendengar setiap kalimat yang di lontarkan Shely sangat terkejut bagaimana pria bernama nino itu memperlakukan istrinya dengan sangat buruk.


Maya merasa bersalah karena secara tidak langsung dialah penyebab Nino memperlakukan Shely dengan buruk sehingga dia merasa bertanggung jawab untuk keselamatan dan keamanan Shely.


Maka disitulah awal mula rencana jahat maya timbul untuk menyamarkan keberadaan Shely agar Nino tidak dapat menemukannya untuk melihat seberapa besar pria itu akan berusaha menemukan istrinya tentu saja hal itu tanpa sepengetahuan Shely karena maya khawatir jika keluguaan Shely justru membuat wanita hamil itu cepat luluh dan langsung memaafkan suaminya begitu saja.


Sejak saat itu pula Shely kembali di terima di perusahaan milik Marvin bahkan dia mendapatkan perlakuan yang istimewa, Maya dan Shely juga menjadi sahabat sejak saat itu dimana Maya akan selalu memperhatikan segala sesuatunya tentang Shely.


Shely yang lugu tidak mengetahui jika selama ini ternyata Maya secara tidak langsung telah menyembunyikan identitasnya sehingga membuat Nino tidak dapat menemukannya bahkan sampai bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


Bukan hanya itu, Maya juga merekayasa keadaan seolah-olah jika Marqin mempunyai perasaan lebih kepada Shely jika berhadapan dengan Nino padahal Marqin dan Shely sama sekali tidak ada memiliki hubungan apapun apalagi Marqin mencinta wanita lain yaitu Celina dan Shely sendiri sangat membatasi diri kepada pria manapun karena di hatinya hanya ada Nino seorang.


Jika Shely tidak mengetahui tentang rencana Maya, maka tidak begitu dengan Marqin dan juga Marvin karena Maya menjelaskan kepada mereka secara detail tentang rencananya. Martin adalah orang yang paling menentang rencana tersebut karena dia yang akan menjadi tumbalnya dimana seolah-olah dia ingin merebut istri orang sama persis ketika dia merebut Celina dari Marvin dulu.


Namun setelah di rayu dengan berbagai cara bahkan Maya juga meminta bantuan Celina untuk membujuk Marqin, akhirnya pria itu luluh juga. Ya, hubungan Maya dan Celina sendiri semakin membaik dengan beriringnya waktu, mantan istri Marvin itu sudah banyak berubah dan kali ini dia sedang menjalin hubungan serius dengan pria yang sejak dulu dia cintai yaitu Marqin. Bukan hanya dengan Maya, Celina juga sangat dekat dengan Sherly apalagi dia sangat menyayangi Sheno layaknya anaknya sendiri.


Tega memang karena Maya sengaja menjauhkan Shely dari suaminya itu namun Maya juga tidak mau Shely di perlakukan seperti itu apalagi Nino selalu membawa-bawa namanya kedalam urusan rumah tangganya. Dia juga ingin menguji perasaan Nino sebenarnya kepada Shely dan seberapa besar cinta Nino terhadap sang istri, jika benar Nino mencintai Shely maka dia pasti akan menemukannya suatu saat nanti namun jika Nino tidak mencintai wanita itu maka hidup jauh dari Nino adalah pilihan terbaik bagi Shely dan Sheno.


Flashback off...


"Mas, lepaskan aku dulu, sebenarnya ini ada apa, kenapa kamu jauh-jauh kemari dan apa yang tadi kamu katakan tetang Marqin dan Celina?". Sentak Shely terhadap sang suami yang sejak tadi memeluk dirinya tanpa henti. Saat ini mereka berada di dalam kamar Shely hanya berdua saja karena Sheno sedang berada di kamar Marqin.


"Mas, terakhir kali kita bertemu kita sudah memutuskan untuk berpisah, apa kamu lupa?".


"Sayang, aku tahu aku salah, aku bahkan mencurigai hubunganmu dengan Marqin tapi itu semua karena kamu menghilang dan tidak memberitahukan aku tentang Sheno".


"Memang apa yang ingin kamu tentang Sheno?". Tanya Shely ketus.

__ADS_1


"Sheno anakku kan, kenapa kamu menyembunyikan dia dari aku selama ini".


"Kamu lupa mas, kamu tidak pernah mencintai aku dan tidak mau aku mengandung anak kamu lalu untuk apa aku memberitahukan tentang Sheno kepada ayah yang sama sekali tidak menginginkannya". Sentak Shely.


"Maafkan aku, kamu boleh marah dan menghukum aku dengan cara apapun tapi aku mohon maafkan aku dan jangan pergi lagi dari hidupku karena aku tidak sanggup kehilangan kamu lagi, aku mencintaimu Shely, bahkan sejak dulu tapi aku terlalu egois untuk mau mengakui rasa cintaku ini sehingga aku kehilangan kamu dan membuat hidupku hancur. Kamu boleh melakukan apapun tapi jangan pergi lagi, aku mohon". Jawab Nino sambil bersimpuh di hadapan Shely.


"Mas, bangun jangan seperti ini". Shely membantu Nino bangun karena dia tidak tega melihat Nino berlutut di hadapannya namun untuk memaafkan Nino begitu saja dia juga tidak bisa. "Mas, luka yang kamu toreh cukup dalam untuk aku sembuhkan bahkan sampai bertahun-tahun lamanya, tolong jangan paksa aku untuk terlihat baik-baik saja sedangkan hati aku terluka apalagi saat kamu menganggap jika aku berselingkuh dan memiliki anak dengan pria lain". Sambungnya lagi.


"Aku tahu ini semua kesalahanku Shel, tapi setelah kamu pergi aku mencari mu bahkan sampai ke kota kelahiranmu, sampai akhirnya kita bertemu di bali aku masih melakukan pencarian terhadapmu tapi hasilnya nihil, kamu pergi tanpa mengatakan apapun bahkan aku tidak menyangka jika kamu pergi karena kamu takut aku tidak mau mempunyai anak darimu, ya, aku akui itu semua kesalahanku karena aku memang pernah mengatakannya tapi itu semua hanya karena keegoisanku saja, nyatanya ketika aku tahu jika Sheno putraku aku sangat bahagia bahkan sebelum aku tahu jika dia putraku aku sudah terpikat olehnya, apa kehancuran ku selama lima tahun ini belum cukup sebagai hukuman untukku?". Tanya Nino.


"Mas, tolong beri aku waktu untuk memahami semua ini, aku masih belum bisa menerima kamu di hidupku lagi karena hidup bersama Sheno sudah membuatku sangat bahagia dan Sheno juga tentu butuh waktu untuk mengenali siapa ayah kandungnya".


Nino sangat kecewa mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya namun dia dapat memahami jika tidak mudah bagi Shely memaafkan dan melupakan begitu saja semua kesalahan yang dia perbuat dulu. Namun untuk menyerah begitu saja dia juga tidak akan melakukannya karena kebahagiaan yang selama ini sudah ada di hadapannya jadi tidak mungkin dia melepaskannya begitu saja.


"Aku mengerti dan aku akan menunggu sampai kapanpun itu, sampai kamu dan aku bisa menjadi kita lagi, aku mampu menunggu bahkan lima tahun lamanya tanpa mengetahui bagaimana kabarmu jadi aku juga akan melakukan hal yang sama sekarang menunggu kepastian darimu tapi aku mohon jangan menghindari aku dan izinkan aku dekat dengan Sheno". Pinta Nino dengan suara lirih.


Shely menyetujui jika Nino ingin mengenal putranya dan dekat dengan Sheno karena walau bagaimanapun Nino adalah ayah kandung Sheno. Sebenarnya dia juga tidak bisa menyalahkan Nino seratus persen perihal Nino tidak mengenal Sheno karena memang dia tidak pernah jujur tentang keberadaan Sheno sejak awal.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2