Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 17


__ADS_3

Bukan hanya bahagia dengan keluarga barunya, Maya juga lupa jika ada beban besar didepan sana yang sedang menantikannya yaitu melahirkan anak diluar nikah. Hal itu bukan lagi masalah besaf baginya karena sekarang dia punya Ibu, kakak dan saudara yang selalu bersamai dirinya.


Namun bau parfum yang sangat dibencinya tapi juga sangat diinginkannya tercium oleh indera penciumannya membuat perasaan bahagianya itu hilang seketika. Lalu mengapa bau parfum itu muncul di Dubai, ya Haikal dan Anin mengajaknya ikut serta bersama mereka untuk melakukan perjalanan ke Dubai. Babymoon, begitulah mereka menyebutnya.


Langkah kaki Maya reflek mencari sumber bau itu padahal hati kecilnya tidak ingin apalagi jika benar bau parfum itu milik pria jahat yang telah menghamilinya, dia tidak akan siap untuk bertemu dengan pria itu. Namun keinginan yang sangat kuat tetap mendorongnya untuk mencarinya.


Dengan alasan ingin ke kamar kecil Maya meninggalkan Anin dan Haikal di restoran hotel. Setelah yakin jika bau itu mengarah ke toilet maka Maya menunggu dengan setia di depan toilet pria, karena tidak mungkin dia masuk kedalam. Tapi karena rasa ingin buang air tidak dapat dibendungnya Maya memutuskan masuk ketoilet ke toilet wanita.


Setelah menyelesaikan ritualnya di toilet Maya buru-buru keluar berharap bisa menemukan si pemilik parfum namun sekian lama menunggu tetap saja bau itu sudah menghilang dari indera penciumannya.


Karena putus asa Maya memutuskan kembali kedalam restoran, dari kejauhan matanya menangkap sosok yang tidak asing dimatanya berada dimeja yang sama dengan Haikal dan Anin. Jantungnya mendadak berdetak dengan sangat cepat ingin rasanya dia segera kesana namun kakinya sangat sulit untuk dikendalikan hingga sosok tersebut hilang dan pergi begitu saja.


Ingin rasanya dia mencari sosok tersebut lagi namun melihat makanan lezat yang sudah tersusun dimeja sangat menggodanya ditambah dengan perutnya sudah tidak dapat dikompromi lagi.


"May, ayo cepat kita makan, makanan ini pasti sangat lezat". Ucapan Anin membuyarkan lamuyan Maya.


"Hehe, iya aku juga sudah sangat lapar". Jawab Maya canggung dan langsung duduk di sebelah Anin.


"Kenapa lama sekali padahal tadi aku ingin mengenalkanmu pada tuan Askari, dia sangat tampan dan juga kaya raya. Hotel ini saja miliknya". Sambung Anin lagi sambil menyenggol lengan Maya seolah itu isyrat jika dia ingin menjodohkan Maya dan tuan Askari tersebut.


"Emmh, perutku rasanya tidak enak tadi". Kilah Maya tidak menanggapi tentang tuan Askari karena dia tahu betul jika Anin memang suka menggoda dirinya.


"Kenapa dengan perutmu, apa perlu kita ke dokter sekarang?". Tanya Haikal khawatir, bagi Anin kekhawatiran Haikal sudah biasa didengarnya namun entah kenapa tidak ada rasa curiga dihatinya sedikitpun karena dia tahu jika suaminya itu sangat mencintai dirinya.

__ADS_1


"Ti-tidak kak, aku baik-baik saja mungkin karena sudah terlalu lapar saja, ayo kita makan". Maya langsung menyantap makanan di depannya dengan lahap dan berharap makanan tersebut tidak dia keluarkan lagi.


Setalah menghabiskan waktu selama tiga hari diDubai Maya berinisiatif untuk meninggalkan Anin dan Haikal agar mereka bisa berbulan madu berdua tanpa harus memikirkan tentangnnya namun Anin langsung menolaknya karena tidak tega Maya naik pesawat sendiri dalam keadaan hamil begitu.


"Kamu bilang tuan Askari sangat tampan dan kaya raya bukan kenapa tidak meminjam privat jetnya saja, sekalian aku bisa kenalan dengannya bukan?". Maya tahu betul jika mengucapkan kata itu maka Anin pasti akan membiarkan dirinya pulang duluan.


Seketika saja senyum sumringah menghiasi wajah Anin, tentu saja dia setuju dengan ide Maya tersebut. Maka misi menghubungi tuan Askari pun dilakukan oleh Anin dan dengan mudahnya tuan Askari alias Marvin menyetujuinya karena Haikal memang lumayan dekat dengannya jadi tidak mungkin dia menolak permjntaan istri Haikal tersebut dan kebetulan dia juga akan pulang ke Indonesia dihari itu. Wah sebuah kebetulan yang sangat diharapkan Anin.


Sementara itu, Marvin memijat pelipisnya setelh menerima telpon dari Anin karena menurutnya permintaan Anin tadi.


"Jack siapkan privat jet untuk ke Indonesia hari ini juga". Titahnya kepada sang asisten.


"Sudah siap tuan, bukankah sejak tadi malam anda sudah menyuruh saya menyiapkannya?". Jawab Jack bingung.


"Kenapa tidak sekalian saja tuan?". Tanya Jack lagi namun Marvin langsung menatapnya tajam sehingga membuat nyali Jack menciut.


"Baik tuan akan saya siapkan segera". Jack tahu betul jika Marvin tidak mungkin mau satj pesawat dengan orang asing apalagi seorang anak kecil karena dia kurang menyukai anak kecil.


"Jika dia yang bertanya apa aku jadi kembali ke Indonesia katakan saja tidak. Hah, lagipula mana ada orang honeymoon membawa adiknya seperti mereka, ada-ada saja". Gerutu Marvin.


Jack pun menjalankan perintah sang majikan dengan baik, saat ini dia tengah menunggu kedatangan adiknya tuan Haikal yang akan di antar oleh privat jet milik Marvin. Betapa tercengangnya dia ketika melihat yang turun dari mobil jemputan itu ternyata seorang wanita cantik yang tak lain adalah Maya dengan wajah khas Indonesia yang sangat manis itu, matanya bahkan tidak berkedip menatap kearahnya.


Jack memang sering berada di Indonesia akhir-akhir ini dan mengakui jika wanita indonesia memang memiliki kecantikan yang khas namun entah mengapa melihat wanita yang berjalan kearah itu mendadak jantungnya berdebar.

__ADS_1


"Anak kecil? bahkan gadis ini sudah bisa membuat anak kecil tuan, anda pasti menyesal tidak mau satu pesawat dengan gadis secantik dia". Batin Jack sambil menatap Maya tanpa berkedip.


"Selamat tuan, terimakasih sudah mengizinkan saya memakai privat jet ini". Ucap Maya ramah sambil tersenyum dan mengulurkan tangan namun Jack tidak menerima uluran tangan tersebut. "Heeem". Maya mencoba mengajak Jack berinteraksi lagi melihat pria itu menatapnya tanpa berkedip, ada rasa risih dihatinya melihat pria tampan itu terus saja menatap kearahnya.


Jack langsung tersadar dan menerima uluran tangan Maya. "Sama-sama nona?".


"Maya tuan". Jawab Maya.


"Emmh, nona Maya semoga perjalanan anda menyenangkan".


"Terimakasih tuan". Jawab Maya sambil tersenyum, lagi-lagi senyum itu membuat hati Jack berdetak dengan kencang.


"Benar kata Anin, dia masih muda, tampan dan kaya raya, tapi syukurlah aku tidak jadi satu pesawat dengannya. Batin Maya karena seharian ini Anin terus saja memuji tuan Askari itu hingga telinganya lelah mendengarkannya.


Setelah memastikan jika Maya akan nyaman dan semuanya aman Jack langsung meninggalkan Maya dengan alasan ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan padahal sebenarnya dia juga akan ke Indonesia bersama Marvin tapi dengan privat jet lain. Jika saja Marvin mengizinkannya berangkat dengan Maya pasti dngan senang hati akan dilakukannya, namun sungguh sangat tidak mungkin Marvin mengizinkan karena Marvin tidak bisa jauh dari Jack yang mampu mengurus semua yang tidak bisa dilakukan oleh Marvin sendiri.


"Apa semuanya sudah aman Jack?". Tanya Marvin saat mereka akan naik privat jet.


"Sudah tuan, adik tuan Haikal sudah berangkat 15 menit yang lalu".


"Baiklah, kau memang selalu bisa ku andalkan, ayo kita berangkat". Titah Marvin, mereka kemudian juga ikut kembali ke Indonesia dengan pesawat yang berbeda dengan Maya.


Sungguh Jack ingin membahas kepada sang majikan jika adik tuan Haikal bukanlah seorang anak kecil melain seorang gadis yang sangat cantik namun dia sadar jika Marvin pasti tidak ingin mendengarkan apapun tentang seorang gadis walau secantik apapun sang gadis.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2