
Nino berjalan dan mengendarai mobilnya seperti sedang dikejar oleh seseorang, begitulah perumpamaan yang dapat menggambarkan betapa penasarannya dia tentang pria misterius yang selalu saja ditutupi identitasnya oleh Maya, pria brengsek yang telah merusak dan menghancurkan masa depan gadis pujaan hatinya.
Sudah tiga klub yang dia kunjungi namun hasilnya masih nihil padahal butuh waktu berjam-jam untuk memeriksa rekaman kamera CCTV yang sudah berbulan-bulan yng lalu lamanya, belum lagi klub-klub tersebut menolak untuk membukakan CCTV untuknya namun dengan sedikit ancama barulah mereka mau melakukannya.
"Lakukan yang aku minta jika kalian masih mau bekerja disini". Ucapnya tegas tentu dia tidak main-main dengan ucapannya karena kebanyakan dari pemilik klub yang berada di kota itu memang sangat mengenal baik dirinya ditambah lagi dengan dia yang memang menjadi langganan tetap bersama para wanitanya disana.
"Ba-baik tuan akan saya lakukan". Dengan gugup para penjaga yang bertugas di ruang informasi klub tersebut langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Nino.
Tenaga dan pikiran cukup terkuras sehingga membuat penampilannya sedikit berantakan meskipun sisi ketampanannya tetap bertahan dan bersinar. Di wajahnya jelas terpancar kegelisahan yang mendalam karena takut jika misinya akan gagal benar saja itu memang terjadi.
Saat ini dia berada didalam mobil menatap klub terakhir yang pernah Maya kunjungi. Dengan menghela napas panjang dan memejamkan sejenak matanya untuk kembali mengumpulkan sisa tenaga di dalam tubuhnya, Nino justru membayangkan senyuman manis Maya gadis cantik yang sangat lembut dan baik dan dia juga ikut tersenyum.
"Aku akan menemukan pria brengseek itu dan akan kubuat dia menyesal karena telah berani menyentuhmu". Gumam Haikal dan dengan tenaga dan semangatnya seperti kembali pada level yang paling tinggi karena tersulut oleh amarah, dia segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam klub.
Haikal langsung menuju ruang informasi dan menanyakan perihal rekaman CCTV di klub tersebut beberapa bulan yang lalu namun naasnya pihak klub tidak pernah menyimpan rekaman CCTV lebih dari satu bulan, sistem secara otomatis akan menghapus semua rekaman yang berusia lebih dari satu bukan.
__ADS_1
"Shiit". Seru Nino sambil memukul setir mobilnya denga keras. "Kau tetap tidak akan pernah bisa lari dariku, aku akan menemukanmu walau ke ujung dunia sekalipun". Gerutu Nino sambil menjabak rambutnya frustasi. Hari itu cukup melelahkan bagi Nino kemudian dia memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa kembali lagi ke kantor.
Jika Haikal tengah frustasi karena rekaman CCTV yang tidak dapat dia temukan maka Shely tengah frustasi karena mendengarkan ocehan asisten tuan Marvin yang panjang kali lebar karena Nino membatalkan pertemuan mereka secara sepihak tanpa pemberitahuan sebelumnya, Shely bahkan meragukan jika asisten tuan Marvin itu adalah pria sejati karena pria pada umum tidak banyak bicara seperti sang asisten tersebut.
"Dengarkan aku nona, katakan pada tuanmu itu jangan pernah berharap bisa bekerja sama lagi dengan perusahaan Marvin corp karena itu mustahil, kami akam membatalkan segala bentuk kerja sama dengan perusahaan kalian, apa kau mengerti?". Ucap sang asisten tegas, siapa lagi dia jika bukan Jack sang asisten yang sangat banyak bicara.
"Ya tuhan, apa salahku dan dosaku sampai harus bertemu dengan pria secerewet ini. Tuan, anda sedang berada dimana, aku mohon tolonglah aku". Batin Shely sambil memijat pelipisnya yang berdenyut dan senyum yang tetap dipaksakan.
Sedangkan Marvin sendiri telah terlebih dahulu kembali ke mansion miliknya bersama supir pribadinya karena tidak suka dengan drama yang dilakukan oleh Jack yng menurutnya sangat berlebihan itu. Karena bisnisnya yang berkembang pesat di Indonesia Marvin memutuskan untuk membangun mansion pribadi yqng sangat luas dan mewah untuk di tempati oleh jika sedang menetap di indonesia karena dia tidak nyaman tinggal di apartemen yang menurutnya sangat sempit.
"Pria macam apa dia, sama sekali tidak punya rasa bertanggung jawab terhadap janji yang sudah dibuatnya sendiri, dia pikir dia siapa hah?". Marvin mengendus kesal sambil membanting jasnya di atas kasur.
Aktivitas yang cukup menguras tenaganya hari itu membuat Marvin merasa sangat kelelahan dan sangat merindukan bath up dengan air hangat didalamnya, bagaimana tidak dia yang terbang dari Dubai ke Indonesia langsung menuju tempat pertemuannya dengan Nino dan belum sempat beristirahat ditambah lagi dengan pertemuan tersebut gagal membuat kepalanya semakin terasa berat saja.
Benar saja berendam dengan air hangat adalah alternatif paling menyenangkan kala kelelahan dan kepenatan luar biasa yang dilakukan hari itu. Marvin memejamkan matanya menikmati kenyamanan itu namun saat matanya terpejam lagi-lagi sosok seorang wanita muncul dalam bayangan, ya jika dia boleh jujur dia sangat merindukan kehangatan tubuh gadis itu.
__ADS_1
"Maya". Desah Marvin, sebetapapun kerasnya dia berusaha melupakan gadis itu nyatanya dia tidak bisa melakukannya namun dia cepat-cepat menepis bayangan tersebut apalagi ketika mengetahui jika Maya sudah mempunyai pasangan.
Saat berada di Dubai beberapa hari yang lalu mata indah Marvin tidak sengaja menangkap sosok gadis yang memenuhi seluruh isi kepalanya beberapa bulan belakangan ini, Marvin bahagia bisa melihat Maya meskipun dari kejauhan namun tiba-tiba muncullah sosok pria disampingnya yang tersenyum kearah Maya sambil menyerahkan ice cream dalam disambut riang oleh Maya.
Marvin tidak mengetahui jika pria itu adalah jasa guide, dia pikir jika pria itu adalah suami Maya dan mereka sedang berbulan madu di Dubai. Marvin juga sempat kecewa bagaimana mungkin Maya dengan mudahnya bisa melupakan dirinya dan menikah dengan pria lain secepat itu.
"Ck, wanita dimana-mana sama saja, mereka dengan mudahnya bisa melupakan tanpa merasa kehilangan". Gumam Marvin pada diri sendiri sambil menggelengkan kepalanya. Padahal Marvin sempat berharap Maya akan mencarinya karena Marvin telah merenggut sesuatu yang sangat berharga dari diri Maya namun kenyataan tidak sama sekali.
"Apa yang ku pikirkan, jikapun dia datang mencariku apa yang bisa kujanjikan, pernikahan?, itu mustahil". Sambungnya lagi. Marvin memutuskan kembali memejamkan matanya dan tanpa disadari dia tertidur dikamar mandi.
Sedangkan di tempat lain Maya juga sedang berendam di bath up miliknya karena dia juga merasa saat lelah dengan perjalanan dari Dubai itu apalagi dengan kondisi hamil.
"Perutku kenapa tampak lebih besar dari perut Anin ya, padahal usia kandunganku dengannya hanya berbeda enam minggu saja. Apa karena kau sangat banyak makan heem?". Tanya Maya pada dirinya sendiri sambil mengelus perutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1