Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 44


__ADS_3

"Hai, selamat malam, aku Celina". Ujar wanita cantik itu sambil mengulurkan tangannya dan Maya menyambutnya dengan ragu.


"Hai, aku Maya". Jawab Maya. Maya menatap penuh selidik kearah Celina, melihat penampilannya yang sangat cantik dan elegant Maya sangat yakin jika wanita di hadapannya ini adalah seorang super model kelas atas apalagi di dukung dengan bentuk tubuhnya yang sangat sempurna itu.


"Oh ya ampun, apa kau sedang hamil ya, oh so cute". Ucap Celina lagi sambil memeluk Maya sekilas. Kemudian dia beranjak mendekati Marvin yang masih setia menggenggam tangan sang istri lalu langsung memeluk Marvin sehingga genggaman tanya Marvin dan Maya terlepas begitu saja.


"Kau tidak merindukanku?". Tanya Celina melepas pelukannya kemudian mengecup pipi Marvin. "Aku sangat merindukanmu".


Deg...


Pemandangan macam apa ini, Maya sungguh tidak menyangka tamu cantiknya itu dengan lancang memeluk dan mencium suaminya bahkan tepat di hadapannya tanpa peduli bagaimana perasaan dirinya. Dan yang membuat Maya semakin tidak menyangka adalah ketika Marvin hanya diam saja tanpa menolak sedikitpun perlakuan itu.


Marvin sebenarnya sangat ingin mendorong wanita yang sangat di bencinya itu namun dia memilih diam karena ingin melihat reaksi cemburu sang istri tapi sayangnya Maya bahkan tidak bereaksi sedikitpun dan hanya memasang wajah datar saat melihat interaksi antara dirinya dan Celina.


"Ups sorry, maafkan aku Maya aku sudah terbiasa seperti ini saat bertemu dengan Marvin, ini kebiasaan kami sejak dulu saat kami masih berpacaran dan menikah". Ujar Celina lagi tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Deg...


Maya menatap tidak percaya kearah Celina ketika mendengar Celina menjelaskan tentang hubungan antara suaminya dan Celina dimasa lalu. Sungguh Maya tidak tahu apa-apa tentang pria yang berstatus suaminya itu, yang dia tahu hanyalah jika Marvin adalah ayah dari anak yang di kandungnya.


"Jangan bilang kau tidak tahu tentangku May?". Tanya Celina lagi lalu dia kembali menatap Marvin. "Apa kau tidak pernah bercerita tentangku padanya heem?". Tanyanya kemudian pada Marvin.


"Katakan ada apa kai datang kemari?". Tanya balik Marvin dengan nada tegas. Sebenarnya dia benci melihat Celina menginjakan kaki di mansionnya apalagi dia sudah berpesan kepada para penjaga agar tidak membiarkan wanita itu untuk masuk ke dalam mansion namun disisi lain Marvin juga berpikir jika kehadiran Celina di sana cukup menguntungkan dirinya untuk sekedar melihat reaksi Maya, apa istrinya akan cemburu atau tidak.

__ADS_1


"Apa seperti ini caramu menyambutku yang jauh-jauh datang dari Dubai kemari?".


"Jangan berbelit-belit, katakan saja apa yang kau inginkan?".


"Marvin bisakah kita bicara berdua saja sebentar".


Maya yang mendengar permintaan Celina itu langsung mengambil keputusan untuk pergi dari sana. "Baiklah aku akan masuk ke kamarku dulu, senang bertemu denganmu nona Celina". Ujar Maya seramah mungkin tanpa menampilkan raut kekecewaan di wajahnya karena dia tidak mau berpikir jika dia cemburu dengan kehadiran Celina disana, bahkan Marvin yang melihat Maya membiarkan dirinya bicara berduaan saja dengan Celina merasa sangat kecewa.


Sungguh bukan reaksi seperti itu yang di inginkan Marvin dari istrinya, dia ingin sekali Maya menunjukan kekecewaan atau bahkan kecemburuannya terhadap Celina tapi nyatanya Maya memang sepertinya tidak mencintai dirinya. Marvin menatap kecewa kearah tubuh Maya yang menghilang dari pandangannya.


"Sepertinya dia juga tidak mencintaimu". Ujar Celina melihat Maya pergi begitu saja.


"Sekarang kita tinggal berdua jadi katakan apa yang kau inginkan". Tegas Marvin dengan kilatan amarah yang jelas terlihat di matanya.


"Kenapa?, apa setelah tidak punya apa-apa lagi kau baru sadar jika tidak ada yang membantu selain aku heem?".


"Marvin ini sungguh tidak adil bagiku, sejak kecil kau mengekangku untuk melakukan apapun yang aku inginkan termasuk jatuh cinta. Aku ingin hidup normal seperti gadis lain yang bebas jatuh cinta kepada pria manapun tapi kau malah menjeratku dengan cintamu, aku akui aku salah tapi kau juga bersalah dalam hal ini, Marvin aku akan melakukan apapun asalkan kau memaafkanku".


Mendengar ucapan Celina hati Marvin sedikit teriris dimana sikapnya selama ini yang terlalu mengatur hidup Celina ternyata membuat gadis itu menderita.


"Lalu apa yang kau inginkan?, rumah, mobil dan semua asetmu?". Tanya Marvin.


"Tidak aku tidak peduli dengan itu semua, sungguh aku hanya ingin mendapatkan maaf dan kepercayaanmu lagi, kita sudah bersama sejak kecil jadi bisakah kita seperti itu lagi, sebagai sahabat". Ujar Celina dengan wajah memelas dan air mata yang mengalir di pipinya. Tampak sekali jika wanita itu sangat terpukul dengan semua yang terjadi di antara dirinya dan sang mantan suami.

__ADS_1


"Aku tidak bisa, tapi aku akan mengembalikan semua aset-asetmu". Jawab Marvin tegas.


"Marvin, aku akan tetap disini sampai kau memaafkan dan menerimaku lagi". Celina meraih wajah Marvin agar menatap matanya, Celina tahu betul jika Marvin akan langsung luluh ketika Celina melakukan hal seperti itu.


"Lakukan apapun yang ingin kau lakukan tapi jangan pernah coba untuk mengganggu hidupku apalagi istriku". Ujar Marvin tegas sambil menepis kasar tangan Celina.


Marvin berlalu begitu saja tanpa mempedulikan Celina lagi sedang wanita itu masih terisak pilu di ruang tamu.


Sesampainya di kamar Marvin mendapati Maya yang sudah tertidur pulas dengan posisi membelakangi dirinya, ya Maya memang selalu tidur dalan keadaan seperti itu, Marvin kemudian memilih untuk segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian.


Hal yang segera dia lakukan setelah ritual sebelum tidurnya selesai tentu saja langsung masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya dan memeluk erat tubuh Maya dari belakang sambil menghirup banyak-banyak aroma khas ditubuh istrinya itu.


Sungguh kehadiran Celina membuat perasaan dab pikirannya tidak beraturan lagi maka memeluk Maya dan menghirup aroma tubunya adalah hal yang sangat ampuh untuk mengembalikan moodnya yang hilang.


"Selamat malam sayang". Ujar Marvin sambil mengelus-elus perut Maya. Maya yang belum tertidur dapat mendengar dengan jelas ucapan selamat malam Marvin kepada anak-ananknya itu. Hal yang memang rutin di lakukan Marvin setiap malamnya.


Ada perasaan yang tak menentu di hati Maya, jika sejak dia dan Marvin menikah, Marvin tidak pernah absen menyentuhnya setiap malam maka kali ini tidak. Hati Maya bertanya-tanya mungkinkah itu karena kehadiran Celina?.


Yang membuat Maya semakin bertanya-tanya adalah bagaimana bisa dia tidak pernah tau jika suaminya itu ternyata seorang duda, dan apakah ada anak di antara mereka berdua?. Entahlah yang pasti Maya merasa di bohongi oleh Marvin karena dia tidak mengatakan apapun tentang statusnya di masa lalu.


Lalu bagaimana mungkin Jack yang juga sangat akrab dengan Maya juga tidak pernah mengatakan atau membahas apapun tentang wanita yang bernama Celina itu, sungguh Maya merasa dada Maya terasa sesak karena selain merasa di bohongi dia juga merasa tidak di hargai oleh suaminya sendiri. Tapi satu hal yang pasti Maya tidak akan bertanya tentang hal itu meskipun dia penasaran setengah mati.


Maya sudah pasrah dengan apapun permainan yang dilakukan Marvin toh dia sendiri yang setuju untuk ikut bersama dan menikah dengan pria itu. Jika ada yang bertanya apakah Maya tidak membaca tentang status Marvin di buku nikah atau berkas-berkas lain saat mereka menikah, maka jawabannya tidak, Maya bahkan masih tidak percaya jika Marvin menikahinya sah secara negara jadi semua Marvin yang menyiapkan dan Marvin pula yang menyimpan segala sesuatunya seperti buku nikah mereka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2