Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 62


__ADS_3

"Marvin, kau ini kenapa hanya diam saja. ayo katakan padaku". Sentak Maya.


Marvin bangkit dari kursi kemudian mengajak Maya untuk jalan-jalan di tepi pantai, Maya yang awalnya protes namun sekarang hanya menurut saja. Berdiri tepat di pinggir pantai Marvin menatap lurus kedepan sambil memejamkan matanya begitu juga dengan Maya, mereka berdua seolah sedang menikmati indahnya suasana pantai pada malam hari.


"Amaya, aku tahu bukan itu yang sangat ingin kau dngarkan dari diriku". Ujar Marvin.


Maya menoleh kearah Marvin dan menatapnya penuh tanya. "Maksudnya?".


Marvin menghadap Maya, membenarkan rambut sang istri yang berterbangan akibat hembusan angin dan menggenggam erat kedua tangan Maya.


"Amaya Wijaya, aku mencintaimu". Ujar Marvin lembut.


Deg...


Hati Maya berdebar ketika mendengar kalimat sakral dari mulut suaminya itu karena inilah pertama kalinya Marvin mengucapkannya dan tanpa aba-aba.


"Aku mencintaimu sejak malam itu, sejak aku menatap gadis cantik yang terancam di manfaatkan oleh para pria tidak bertanggung jawab itu, aku mencintaimu sejak pertama meilhatmu namun aku menyangkal perasaanku, maka dari itu aku tidak pernah bisa tidak menyentuhmu meskipun bibirku belum mengucapkan kata cinta kepadamu, itu semua bukan karena napsu semata tapi karena aku mencintaimu dan aku ingin kau selalu menjadi miliku seorang. Maafkan aku Amaya jika kau mengalami banyak kesulitan karena diriku dan dengan bodohnya aku justru lari dari tanggung jawabku kepadamu hanya karena takut mengakui jika aku benar-benar mencintaimu apalagi ketika aku tahu kau mencintai pria lain, tapi percayalah kalau setelah kejadian itu tidak ada satu hari pun yang aku lalui tanpa memikirkan dirimu dan tanpa rasa penyesalan di hidupku".


"Banyak kesalahpahaman yang terjadi di antara kita namun aku ingin kau tidak salah menilai perasaanku ini, aku mencintaimu Amaya, terimakasih telah hadir dan membawa kebahagiaan di hidupku yang terancam hancur dan maafkan segala kebodohanku selama ini. Amaya sudikah kau hidup denganku dan cintaku sekarang dan selama-lamanya?".

__ADS_1


Pernyataan cinta Marvin itu sungguh membuat Maya sangat terharu, dengan air mata yang menetes Maya menganggukkan kepalanya dan langsung memeluk erat sang suami meskipun dia harus sedikit memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk Marvin karena perutnya yang sudah membesar itu menghalangi dirinya dan Marvin berpelukan.


Maya tidak menyangka jika Marvin akan mengatakan hal tersebut kepada bahkan dia sudah menyiapkan segalanya untuk malam itu, belum lagi Marvin juga menyuruh keluarga untuk menyusul mereka ke Turki hanya untuk mengenalkan Maya kepada mereka.


Dalam tangisnya itu Maya tersenyum membayangkan jika kebahagiaannya saat ini sudah lengkap dan kedua orang tuanya di atas sana pasti sudah tenang karena dirinya sudah menemukan cinta sejatinya.


"Aku juga mencintaimu Marvin. Aku memang mencintai kak Haikal dulu, aku bahkan sampai terobsesi memiliki dirinya namun percayalah sejak malam itu tidak ada lagi nama kak Haikal di dalam hatiku meskipun aku belum mencintaimu, namun jujur Marvin seiring berjalannya waktu aku sadar jika bukan hanya anak-anak kita yang mebutuhkanmu tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa dirimu". Ujar Maya dengan suara bergetar. Marvin tersenyum puas dan membalas pelukan istrinya dengan sangat erat.


Malam itu menjadi malam yang sangat indah untuk kedua insan itu, saling berbagi kehangatan dalam dinginnya malam sambil mencurahkan perasaan masing-masing dan berharapa jika semua ini awal dari kebahagiaan mereka setelah banyaknya masalah dan cobaan yang mereka hadapi selama ini.


...----------------...


Bukan hanya itu, Shely bahkan harus mengalami mimpi buruk di dalam hidupnya dimana dia merasa di rendahkan harga dirinya sebagai seorang istri dan wanita oleh pria yang berstatus suaminya sendiri.


Dia tidak membayangkan jika Nino akan meminta haknya sebagai suami padahal Nino sangat menetang pernikahan itu selama ini. Padahal selama ini Shely memang kerab kali membayangkan jika melakukan hal-hal nakal dengan Nino saat berada di kantor seperti yng biasa di lakukan Nino dengan para wanitanya namun kali ini situasinya sangat berbeda karena jika Nino bisa bersikap lembut kepada wanita lain maka tidak dengan Shely, dia memperlakukan Shely dengan sangat kasar layaknya seseorang yang sedang memperkosaa seorang wanita.


Nino benar-benar menyerang Shely dengam sangat buasnya, dia tidak dapat mengendalikan diri saat meihat tubuh indah Shely yang tanpa sehelai benang pun itu, jiwa liarnya sebagai seorang pria yang sangat dekat dengan dunia malam membuatnya sangat tidak bisa menahan diri jika berurusan dengan urusan ranjang.


Shely menangis, berteriak dan memohon agar Nino melepaskan dirinya namun semua itu tidak mebuahkan hasil apa-apa karena aksi buas Nino memang sudah tidak terbendungkan lagi.

__ADS_1


Seluruh tubuh Shely di jelajahi dengan sangat kasar oleh Nino tanpa tertinggal disatu sisipun. Namun yang paling membuat hati Shely sakit adalah ketika Nino menggunakan alat pengaman dari kehamilan saat akan melakukan kegiatan inti mereka.


Sakit kali ini bukan lagi dia rasakan di sekujur tubuhnya saja namun di dasar hatinya yang terluka hebat akibat perlakuan Nino itu. Nino seolah menganggap dirinya sama dengan para wanita yang selama ini di pakai lalu di buang begitu saja tanpa ingin memiliki anak dari mereka.


Hilang sudah hal yang selama ini sangat Shely jaga sebagai seorang wanita. Nino juga sempat menghentikan aktivitas karena tidak menyangka jika Shely masih suci namun rasa nikmat yang menggebu di depan sana terus mendorong dirinya untuk melakukan hal tersebut.


Marah, malu, takut dan sakit melebur jadi satu saat Nino terus menghujamnya tanpa henti bahkan Nino tidak peduli ketika Shely berteriak kesakitan dan memohon agar Nino melepaskannya.


Bisa di bayangkan sakitnya Shely bukan, ini adalah pengalaman pertamanya berurusan dengan urusan ranjang, jika di lakukan dengan pelan saja seorang wanita tetap merasakan sakit lalu bagaimana lagi sakitnya jika sang pria menghujamnya tanpa perasaan.


Nino juga tidak melepaskan Shely begitu saja dalam satu putaran permainan, nampaknya dia sangat ketagihan dengan kenikmatan yang di suguhkan oleh istrinya itu sehingga dia terus mengulangi permainannya tanpa peduli bagaimana kondisi fisik Shely untuk menghadapi resepsi pernikahan mereka nanti malam.


Shely kehabisan tenaga, dia tertidur pulas dalam kesakitannya itu namun tidak dengan Nino pria itu justru tidak dapat memejamkan matanya setelah aktivitas panas mereka. Ada perasaan yang sulit di artikan olehnya menatap tubuh Shely yang kelelahan dan di penuhi dengan tanpa merah keunguan akibat perbuatannya tadi.


Ada rasa bersalah dan menyesal apalagi melihat bercak darah segar di atas seprei, namun dia juga tidak dapat menahan amarahnya yang memuncak akibat pernikahan yang sama sekali tidak dia inginkan itu.


"Sebelumnya aku tidak pernah mau merusak gadis manapun meskipun perbuatanku selama ini sangat bejat. tapi sekarang apa yang aku lakukan pada Shely?". Gumam Nino saat mengguyur seluruh tubuhnya dibawah shower dengan air.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2