Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 54


__ADS_3

"Panggilkan istriku Jack". Seru Marvin begitu dia membuka matanya di pagi hari itu sehingga membuat Jack yang masih tertidur pun ikut terkejut.


"Tu-tuan anda sudah bangun?". Tanya Jack.


Marvin memijat-mijat pelipisnya yang terasa nyeri. "Shiit, ternyata dokter memberikan dosis yang cukup kuat pada obat penenang itu". Ujarnya. "Jack apa kau akan memanggilkan istriku atau kau akan ajukan surat pengunduran dirimu sekarang juga hah?". Sentak Marvin lagi.


"Tapi tuan-".


"Sekarang Jack, bawa istriku kemari sekarang juga". Titah Marvin lagi.


"Ba-baik tuan". Jawab Jack, kemudian dia segera menuju kamar tempat dimana Maya tidur.


Jack mengetuk kamar tersebut sampai akhirnya Maya mempersilahkannya untuk masuk.


"Nona, maaf mengganggu tapi tuan muda menyuruh saya memanggil istrinya sekarang juga". Ujar Jack.


"Istri?, maksudnya aku atau Celina?". Tanya Maya Bingung.


"Saya juga bingung nona karena tuan muda tidak menyebutkan nama istrinya itu".


"Cih, kau ini tentu saja istrinya adalah aku tapi dalam kondisinya saat ini membuat dia melupakanku jadi kau harus membawa wanita itu sebagai istrinya".


"Tapi dimana saya bisa menemukan nona Celina sedangkan dia sudah di kirim oleh tuan muda kembali ke Dubai".


"Oh ya ampun Jack, jika kau saja tidak tahu dimana harus menemukannya bagaimana bisa kau bertanya padaku, aku tentu juga tidak tahu".


"Ck, saya tahu nona, hanya saja tolong bantu saya untuk mengatakan alasan apapun itu asalkan dia tidak memanggil-manggil nona Celina terus menerus".


"Aku?". Tanya Maya tak percaya. "Aku tidak mau, aku benci ketika Marvin menyebut nama wanita itu". Sambung Maya lagi.


"Nona saya mohon". Pinta Jack dengan wajah memelas, sehingga membuat Maya tidak tega dan akhirnya menyetujuinya.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian akhirnya Maya yang di ikuti oleh Jack dari belakang menuju kamar rawat Marvin. Maya mengetuk secara perlahan dia merasa sedikit takut pada kondisi suaminya karena bisa saja suaminya akan mengamuk seperti tadi malam.


"Permisi tuan, maaf istri anda sedang di luar negeri karena urusan pekerjaan dan kami sudah menghubunginya agar segera kemari". Ucap Maya kepada Marvin yang masih terbaring sambil membelakangi dirinya.


Marvin menautkan alisnya mendengar penjelasan dari seseorang dengan suara yang sangat tidak asing di telingannya. Marvin berbalik dan menatap Maya dan Jack secara bergantian.


"Lalu kau siapa?". Tanya Marvin.

__ADS_1


"Aku?, aku adalah, eeemh". Maya tampak bingung mau menjawab apa, dia pun melirik Jack untuk meminta bantuan.


"Dia ini istriku tuan". Jawab Jack secepat kilat untuk menyelamatkan Maya.


"APA?". Seru Marvin dan Maya secara bersamaan sehingga membuat Jack tampak pucat. Jika saja Marvin sedang tidak amnesia maka bisa di pastikan dia akan di makan hidup-hidup oleh Marvin karena mengakui Maya sebagai istrinya.


"Tu-tuan, anda jangan terlalu banyak berpikir dulu, kecelakaan yang anda alami membuat anda melupakan banyak hal jadi tentu saja anda tidak mengingat jika saya sudah menikah". Jawab Jack lagi.


"Jack!". Seru Marvin.


"Ya tuan".


"Beraninya kau mengakui istriku sebagai istrimu, apa kau sudah bosan hidup hah?". Geram Marvin.


Deg....


Bukannya takut Jack justru mendekati Marvin dan memeluknya. "Jadi anda tidak melupakan nona Maya tuan, anda tidak jadi amnesia kan?". Tanya Jack kembali memastikan apa yang dia dengar barusan.


"Lepaskan aku Jack, kau belum menjawab pertanyaanku, apa kau sudah bosan hidup hah?". Marvin mendorong tubuh Jack hingga pria itu menjauh.


"Oh ya ampun, sampai kapan kalian akan bermain sandiwara seperti anak kecil ini?". Tanya Maya. Maya sebenarnya sangat bahagia jika Marvin ternyata mengingat siapa dirinya namun dia juga merasa marah karena menyadari jika dia sedang di permainkan oleh suaminya sendiri jadi dia memutuskan untuk pergi begitu saja.


"Kemana saja yang penting aku segera pergi dari sini". Jawabnya ketus.


"Sayang kau tidak bahagia jika suamimu jni sudah sadar, aku mohon kemarilah aku sangat merindukanmu". Rengek Marvin sambil merentangkan kedua tangannya.


"Rindu?, kau merindukanku atau mantan istrimu itu. Sudahlah aku sudah muak dengan semua drama ini, aku mau pulang saja dan menenangkan diriku di mansion". Jawab Maya.


"Aws, sakit kepalaku sakit sekali". Teriak Marvin. Maya yang sudah di ambang pintu langsung berbalik mendengar teriakan suaminya.


"Kau kenapa?, apa yang sakit?, apa perlu aku panggilkan dokter?, Jack cepat panggilkan dokter". Titah Maya. Maya mengelus-elus kepala Marvin dengan sayang dia sungguh tidak tega melihat suaminya kesakitan.


Marvin langsung memeluk Maya, menghirup aroma tubuh istrinya yang sangat dia rindukan. "Aku sakit jika jauh darimu sayang, berbaringlah disini aku membutuhkanmu jika sedang sakit seperti ini". Ujar Marvin sambil bergeser agar Maya bisa berbaring di sebelahnya.


Maya menuruti saja semua perintah Marvin meskipun dia tahu lagi-lagi suaminya itu sedang bersandiwara karena nyatanya dia juga tidak tega dan tidak sanggup meninggalkan Marvin sendirian disana.


Marvin menatap tajam kearah Jack yang masih saja berada di ruangan itu padahal dia ingin menghabiskan waktunya bersama sang istri berduaan saja. Hingga akhirnya mau tidak mau Marvin berdehem keras barulah Jack menyadari situasi yang ada.


"Eheem".

__ADS_1


"Ah ya, tuan, nona saya permisi dulu, saya akan siapkan sarapan untuk anda berdua". Ujar Jack lalu pergi secepat mungkin dari sana.


"Sayang". Panggil Marvin kepada sang istri saat mereka tinggal berduaan saja.


"Heem".


"Kau masih marah padaku?".


"Heem".


"Sayang maafkan aku, aku hanya ingin melihat reaksi istri cantik ku ini jika sedang cemburu".


"Cemburu?, siapa yang cemburu?".


"Jadi kau tidak cemburu?, lalu kenapa juga kau pergi begitu saja dari ruangan ini tadi malam, apalagi bersama pria tidak tahu diri itu lagi, aku benar-benar ingin memakannya hidup-hidup". Ucap Marvin geram ketika mengingat Nino yang selalu berada tepat di samping istrinya.


"Jangan menyalahkan orang lain, Nino pria yang baik, dia sahabat sekaligus kakak yang selalu menjagaku selain kak Haikal".


"Cih, berhenti membiacarakan kakak-kakakmu itu aku muak mendengarnya".


"Sekarang kau yang cemburu?".


"Tentu saja aku cemburu, tadinya aku akan bersandiwara lebih lama lagi tapi ketika melihat pria itu selalu berada di sampingmu aku langsung berubah pikiran".


Plak...


Spontan Maya memukul lengan Marvin karena mempunyai niat yang begitu liciknya.


"Aws, sakit sayang, aku baru saja mengalami kecelakaan tapi kau langsung menyiksaku". Protes Marvin.


"Aku akan memberikanmu pelajaran yang lebih dari ini jika kau sudah sembuh, lihat saja nanti". Ancam Maya.


"Lakukan apapun yang kau inginkan asalkan kau memenuhi satu syarat dariku, oh bukan satu tapi dua, bagaimana?".


"Dua syarat?, apa saja syaratnya?". Tanya Maya penasaran.


Marvin tersenyum licik menatap mata indah sang istri. "Beri aku ciuman karena aku sudah sangat merindukanmu, baru setelah itu aku akan memberitahukanmu". Jawab Marvin.


Maka kemudian bisa di bayangkan apa yang terjadi di atas ranjang tersebut, Maya dan Marvin saling bertukar saliva satu sama lain tanpa mempedulikan tempat atau siapa yang bisa saja masuk secara tiba-tiba kesana. Sungguh indah pagi hari itu bagi dua insan yang sedang di mabuk cinta itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2