
"Bagaimana?". Tanya Marvin kepada Maya saat mereka tiba di salah satu hotel mewah di Turki.
Jika rencana awalnya Marvin akan mengajak sang istri ke Maldives maka rencana itu batal karena Maya yang tidak mau pergi ke Malvides dimana tempt itu lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah dan berbulan madu, sedangkan dia dan Marvin buka ingin berbulan madu tapi babymoon, apalagi dengan perutnya yng sudah sangat terlihat jelas itu Maya merasa tidak percaya diri lagi.
"Lebih baik dari pada Maldives". Jawab Maya datar tanpa ekspresi.
Marvin menghela napas melihat tingkah sang istri yang menurutnya aneh itu. Beruntung Marvin tidak mendengarkan saran dari Jack yang melarangnya mengatakan kepada Maya tentang Maldives agar menjadi sebuah kejutan, jika saja dia mendengarkannya maka bisa di pastikan sampai saat ini mereka masih berada di atas pesawat.
"Ayo kita ke kamar dan beristirahat dulu sayang". Ajak Marvin dan Maya menganggukkan kepalanya.
Maya sebenarnya tidak mempermasalahkan tentang negara Turki hanya saja dia sangat penasaran kenapa suaminya sangat menentang keinginannya untuk mengunjungi negara Dubai sampai dia berpikir mungkin karena Marvin tidak ingin keluarga dan kerabat Marvin tahu tentang pernikahan mereka itu.
Rasa tidak percaya diri Maya terus saja mendorongnya untuk berpikir yang tidak baik tentang Marvin. apalagi selama menikah dengannya Marvin memang tidak pernah membahas atau ada niatan mengenalkan anggota keluarganya kepada Maya.
Maya juga merasa jika Marvin tidak benar-benar mencintainya melainkan hanya menginginkan anak yang ada di kandungannya saja karena selama ini meskipun Marvin bersikap sangat manis padanya tapi tidak sekalipun Marvin mengatakan jika dia mencintai Maya, maka bisa di pastikan jika perasaan tidak percaya diri Maya karena tidak di cintai oleh Marvin semakin bertambah.
"Apa yang membuat wajah cantik istriku ini terlihat tidak bahagia heem?". Tanya Marvin lembut.
"Tidak ada". Jawab Maya singkat.
"Sayang jangan mendiamkanku, bicaralah tanpa henti seperti biasanya seperti ketika kau marah padaku, sungguh aku lebih suka kau cerewet dari pada kau diam begini".
__ADS_1
Maya menghela napas dan menatap Marvin dengan perasaan jengah. "Aku hanya kelelahan saja, aku mau beristirahat Marvin". Jawab Maya.
Maya tidur membelakangi Marvin dengan perasaan kesal dan terus menggerutu di dalam hatinya. Bagaimana mungkin suaminya itu tidak peka terhadap perasaannya padahal Maya ingin penjelasan dari Marvin tanpa harus dirinya minta dulu, namun begitulah pria pikirnya selalu saja tidak peka terhadap perasaan wanita.
Selama pernikahannya dengan Marvin baru kali inilah Maya berani membelakangi suaminya ketika tidur karena dulu walaupun dulu saat pertama kalinya dia menikah dengan Marvin, Maya tetap menghargai Marvin sebagai suaminya apalagi hormon kehamilannya sangat menuntutnya untuk sering-sering menatap wajah tanpa suaminya itu.
Dan Marvin juga merasa sangat aneh ketika Maya membelakangi dirinya seperti itu namun dia tidak ingin mengganggu ketenangan istrinya dan membiarkan Maya beristirahat dengan tenang. Maka bisa bayangkan seperti apa pikiran-pikiran Maya yang terus berputar dikepalanya itu ketika Marvin sama sekali tidak berusaha membujuk dirinya, entahlah pasangan ini memang sedikit aneh.
...----------------...
Keesokan harinya setelah memastikan jika sang istri sudah beristirahat dengan cukup maka Marvin mengajak Maya berkeliling kota instanbul, sebenarnya Maya sangat antusias dengan keindahan kotabtersebut namun rasa kesalnya kepada sang suami masih saja membuatnya mendiamkan sang suami.
Namun Marvin tidak mempedulikan hal itu dia tetap memanjakan Maya dengan segala hal yang berhubungan dengan kota itu, jika adanyang bertanya apakah Jack turut ikut serta maka jawabannya iya, karena Maya bersikeras mengajak pria itu meskipun Marvin melarangnya.
Mobil yang membawa Marvin dan Maya ke tempat romantis di Turki yang berupa resor tepi pantai yaitu Antalya. Antalya memiliki banyak resor lokal dan internasional yang terkenal dengan pemandangan Laut Mediterania yang menawan. (sumber dari google).
Marvin memandang wajah cantik istrinya saat sedang tidur itu sambil tersenyum, dia sangat bersyukur karena bisa memiliki Maya di hidupnya, dimana dulunya hidup Marvin sudah tidak berwarna lagi, namun kehadiran Maya dan juga calon anak mereka membuat Marvin sangat bahagia dan terus bersyukur di sepanjang waktunya.
Setelah puas dengan tidurnya Maya mengerjapkan matanya dan melihat sekelilingnya, tentu saja hal pertama yang di lihat olehnya adalah Marvin yang tersenyum manis kepadanya.
"Kau sudah bangun sayang?". Tanya Marvin.
__ADS_1
"Heem, aku ketiduran ya, dimana kita sekarang?". Tanya Maya.
"Kau akan tahu sebentar lagi, ayo kita turun". Ajak Marvin kemudian menuntun Maya untuk mengikuti dirinya.
Maya sangat takjub melihat keindahan di sekelilingnya itu. Dia tidak menyangka jika Marvin mengajaknya ke sebuah restoran mewah di tepi pantai yang terkesan sangat romantis.
"Duduklah". Mereka duduk dengan menikmati keindahan pantai di malam hari itu, bahkan tempat mereka berada saat ini terlihat sepi di bandingkan dengan tempat-tempat lainnya sehingga Maya merasa heran.
"Aku sengaja menyewa tempat ini supaya tidak ramai pengunjung yang datang kesini, agar istriku ini merasa nyaman". Jelas Marvin yang seolah tahu isi pikiran Maya.
Para pelayan kemudian menghidangkan berbagai macam masakan khas negara timur tengah tersebut, Maya sangat antusias melihat hal tersebut bahkan tanpa dia sadari dia kembali tersenyum kepada suaminya yang sejak kemarin selalu dia diamkan itu.
Puas melahap makanan yang memang sangat di inginkannya Maya menatap Marvin dengan tatapan bersalah. "Terimakasih Marvin".
Marvin tersenyum dan menggenggam erat tangan Maya. "Aku tahu kau kesal padaku beberapa hari ini, tapi kau harus tahu sayang jika aku sangat tersiksa akan hal itu. Sayang, jika kau kesal padaku karena menolak ajakanmu ke Dubai maka maafkan aku yang memang tidak bisa menuruti keingananmu yang satu itu". Ujar Marvin.
"Kau ingin tahu alasanya kan?, Amaya, aku bukan orang biasa di Dubai, aku cukup terkenal bukan hanya konstrbusi di dunia bisnis namun juga karena Celina adalah seorang model jadi kehidupanku di Dubai selalu menjadi santapan lezat para paparazi dan juga para wartawan untuk selalu di bahas. Makanya aku tidak ingin kau kesana, aku tidak ingin kenyamananmu terusik oleh hal-hal yang tidak penting seperti itu apalagi dalam keadaanmu yang hamil tua begini. Jika kau berpikir aku menghindari Celina atau tidak berniat mengenalkanmu kepada keluargakj disana maka kau salah karena sejak hari pertama Celina mengkhianatiku maka namanya sudah tidak punya tempat lagi di hatiku. Dan soal keluargaku, tidak perlu lau yang pergi kesana karena mereka yang akan menemui dirimu disini besok". Jelas Marvin panjang lebar.
"A-apa?, besok, Marvin kau tidak pernah mengatakan apapun padaku lalu aku harus bagaimana menyambut kedatangan mereka kesini?". Tanya Maya dan Marvin
"Marvin jawab aku apa yang harus aku siapkan, Marvin, aku mohon jangan senyum-senyum saja, jawab aku siapa saj yang akan datang dan apa yang harus aku lakukan?". Marvin tersenyum bahagia karena Maya kembali banyak bicara dengannya apalagi membayangkan bagaimana jika Maya dan keluarganya bertemu besok.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...