
"Eheem, Marvin kau ini membuatku suliat bernapas". Suara ******* Maya saat Marvin baru melepaskan ciuman panasnya pagi itu. Sungguh Maya kehabisan oksigen menghadapi tingkah konyol suaminya itu.
"Aku sangat menginginkanmu". Ujar Marvin dengan suara serak, menandakan jika hasratnya sedang memuncak dan tidak sanggup dia tahan lagi.
"Kau sedang sakit Marvin".
"Yang sakit disini". Tunjuk Marvin kearah kepalanya. "Bukan disini". Kemudian tangan Marvin menuntun tangan Maya menuju bagian intinya yang sudah sangat tegang itu.
"MARVIIN". Teriak Maya, dia tidak habis pikir dengan tingkah konyol suaminya itu. "Seperti benturan kepalamu membuatmu tidak bisa berpikir dengan waras lagi". Ketus Maya.
"Sayaang, kau tau kau sangat cantik jika sedang hamil seperti ini, rasanya aku tidak ingin melepaskanmu walau sedetik saja".
"Jangan berbohong, tubuhku bahkan sudah tidak berbentuk lagi sekarang".Protes Maya
"Aku tidak bohong, sumpah kau sangat cantik saat hamil seperti ini. Hamillah selalu ya, aku akan dengan senang hati membuatmu hamil selalu".
"Hei, hamil selalu bagaimana?, dua bulan lagi aku melahirkan, apa kau tidak ingin bertemu anak-anakmu".
"Tentu saja aku sudah tidak sabar menunggu mereka lahir. Sayang, maksudku setelah melahirkan si kembar nanti, kau hamil lagi ya".
"Oh ya ampun Marvin aku bahkan belum sempat istirahat kau sudah menyuruhku hamil lagi, hamil itu tidak mudah tahu, harus mual muntah, ngidam, sensitif terhadap bau belum lagi beban yang harus kubawa selama sembilan bulan ini". Jelas Maya panjang lebar.
"Maafkan aku sayang, kau seperti ini karena mengandung anakku".
"Sudahlah Marvin jangan terbawa perasaan begitu, mereka juga anak-anakku".
"Tapi aku tetap merasa bersalah, aku tidak mendampingimu sejak awal kehamilanmu dan itu semua akibat kebodohanku, maafkan aku sayang".
__ADS_1
"Tidak usah di bahas lagi, mari kita lupakan semua hal buruk yang pernah terjadi di hidup kita dulu".
"Baiklah, jadi itu berarti kau setuju untuk hamil lagi?".
"Oh ya ampun Marvin, aku bahkan masih hamil sekarang ini, kau ini kenapa selalu saja membahas hal yang tidak penting begini".
"Ini sangat penting sayang, aku ingin kau segera hamil lagi setelah ini dan tenang saja nanti aku yang akan menanggung semua yang kau rasakan selama hamil, apa tadi mananya, ngidam?".
"Iya ngidam, jadi kau mau ngidam apa?".
"Tentu saja ngidam kau sayang, jika orang lain ini memakan makanan aneh saat ngidam maka aku akan memakanmu setiap waktu, bagaimana sekarang kau setuju?".
"Haha, Marvin kau ini ada-ada saja. eheem, Marvin harusnya aku yang minta maaf kepadamu karena ingin membelikan bunga untukku kau sampai mengalami kecelakaan seperti ini, maafkan aku". Ujar Maya yang merasa bersalah.
"Sayang itu musibah dan aku juga tidak apa-apa sekarang. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia meskipun harus mempertaruhkan nyawaku". Jawab Marvin penuh kelembutan.
"Jangan bicara seperti itu aku takut, aku sudah terlalu banyak kehilangan orang yang aku cintai selama ini".
Percakapan demi percakapan konyol antara suami istri yang sedang di mabuk cinta itu berlangsung tanpa henti, ada saja yang di katakan oleh Marvin yang membuat Maya harus merespon perkataannya itu bahkan terkadang terjadi perdebatan kecil di antara mereka yang membuat Marvin tidak berhenti tertawa ketika melihat ekspresi istrinya yang sangat menggemaskan menurutnya.
Ketika akhirnya dokter datang untuk melakukan pemeriksaan kepada Marvin maka hanya saat itu saja baik Marvin ataupun Maya bisa diam, selebihnya hanya perdebatn yang terjadi di antara keduanya karena bagi Marvin menggoda istrinya sangatlah menyenangkan.
"Keadaan anda cukup stabil tuan, kuta hanya perlu menunggu proses penyembuhan anda saja". Ujar sang dokter.
"Terimakasih dokter, karena sudah memberikan yang tebaik untuk saya". Jawab Marvin.
"Itu sudah menjadi tugas kami, lagipula semangat hidup anda juga luar biasa tuan".
__ADS_1
"Tentu saya sangat bersemangat untuk hidup karena ada istri dan anak saya yang sangat membutuhkan saya, boleh saya bertanya sesuatu dokter?".
"Silahkan".
"Apa aman untuk saya dan istri saya melakukan-". Perkataan Marvin langsung terputus saat Maya menutup mulutnya dengan sangat rapat.
"Marvin, eheem dokter suami saya tidak ingin menanyakan apapun, dia hanya butuh istirahat yang cukup saja". Maya langsung mengambil alih pembicaraan karena tahu jika pertanyaan suaminya itu sudah tidak wajar lagi.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan, nona". Pamit dokter.
Jangan tanya apa yang dilakukan Maya setelah dokter pergi dari ruangan tersebut, tentu saja memarahi Marvin secara habis-habisan sedangkan Marvin sendiri hanya mendengarkan seperti orang tanpa dosa.
Namun meskipun perdebatan tidak terhindari, pasangan suami istri itu tetap bermesraan kembali pada akhirnya bahkan sepasang mata yang sejak tadi memantau gerak gerik mereka menjadi emosi dengan sendirinya.
Ya, Nino yang pagi itu kembali lagi kerumah sakit merasa kecewa karena Marvin ternyata tidak melupakan Maya justru yang terjadi malah sebaliknya, pasangan suami istri itu tampak mesra dan sangat bahagia.
Nino pergi meninggalkan rumah sakit dengan harapannya yang lagi-lagi pupus namun tetap saja selalu dia pupuk kembali dengan harapan bisa memiliki Maya padahal sejak awal dia menyadari jika tidak ada harapan sama sekali untuk perasaannya itu tapi itulah cinta terkadang dia memang buta dan tuli akan keadaan yang ada.
Bahkan Nino juga lupa jika ada hati yang harusnya dia jaga yaitu hati kedua orang tuanya yang sangat mengharapkan dirinya untuk melanjutkan hidup dan menemukan wanita yang mencintai dirinya dengan sepenuh hati.
Sementara itu di tempat lain, Jack masih di sibukkan dengan barang belanjaan yang di minta Marvin kepadanya tadi termasuk sarapan untuk pasangan suami istri itu. Jika di lihat dari barang-barang yang di minta oleh Marvin maka orang awam akan mengira jika pria itu akan pindah dari mansionny dan menetap di rumah sakit.
"Kenapa aku merasa jika dia sedang mengerjai diriku ya, jika mereka benar-benar tidak ingin di ganggu olehku tidak perlu juga sampai harus menyuruhku berbelanja sebanyak ini". Bahkan Jack saja merasa sedang di kerjai oleh majikannya sendiri.
"Lihat saja jika aku menikah nanti, aku juga akan mengerjai kalian". Umpat Jack namun kemudian dia sadar jika wanita yang sempat di taksir olehnya adalah Maya istri sang majikan sehingga membuatnya merasa malu sendiri.
Jack menggelengkan kepalanya dan membayangkan siapa dan seperti apa kelak wanita yang mampu membuat pintu hatu kembali terbuka. Pria itu memang terkenal sangat menghindari hubungan dalam bentuk apapun dengan seorang wanita bahkan ketika Marvin sudah menikah dua kali, Jack bahkan belum berpacaran satu kalipun.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ayo dong dukung novel recehku ini, biar aku tambah semangat nulisnya 🙏🏻