Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 79


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Marqin dan juga Sheno tempo hari, Nino selalu merasa gelisah dan ada hal aneh yang tidak biasa di rasakan sebelumnya, entah karena dia terlalu terpikat oleh bocah bernama Nino atau mungkin karena kekesalannya terhadap Marqin dan tidak menyangka jika Marvin memiliki kembaran yang sama-sama membuat hatinya kesal ketika bertemu dengan mereka.


Saat ini Nino memutuskan untuk tetap berada di Bali untuk sekedar berlibur dan melepaskan penat yang selama ini menghimpit dirinya, dia juga merasa ada hal yang menahannya untuk tetap berada di pulau yang menjadi buruan para turis baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dia tidak menyangka jika berada di Bali justru membawanya pada pertemuan dengan kembaran Marvin, pria yang selama ini sangat dia hindari.


Marqin sudah lama memtusukan menetapkan di Bali karena selain bisnisnya yang berkembang pesat di Bali, pria itu juga tidak mau meninggalkan Shely sendirian dan membuat Shely berubah pikiran dan kembali kepada Nino.


Nino juga sempat mencari informasi tentang siapa marqin dan seberapa berkuasa dia di Bali karena dia penasaran dengan keangkuhan yang di ucapkan marqin waktu itu, dan ternyata benar adanya jika bisnis marqin memang sangat sukses di Bali pantas saja saat dia ingin menembus Bali untuk mengembangkan bisnisnya dia selalu gagal. Klan Askari memang bukan klan biasa dan mereka sangat diperhitungkan di dunia bisnis.


Nino memang sengaja menghindari Maya dan juga Marvin karena setiap melihat kebahagiaan mereka dia merasa tertampar karena sibuk memikirkan tentang kehidupan mereka di masa lalu sehingga dirinya harus kehilangan Shely.


Bahkan Nino kembali mengabaikan panggilan dari Maya yang sudah entah berapa puluh kali mencoba menghubungi dirinya. Ya, setelah dia menghubungi Maya malam itu, Maya selalu mencoba menghubunginya kembali karena penasaran kenapa Nino malam itu bertanya tentang Marvin tanpa menjelaskan apapun, namun hasilnya tentu saja nihil karena Nino tidak menjawab panggilan Maya.


Nino yang sedang berpikir keras tentang Marqin, teringat untuk menghubungi seseorang dari ponsel miliknya.


"Berikan aku semua informasi tentang Marqin Askari secepatnya". Titahnya kepada seseorang di seberang sana.


Rasa penasaran yang memuncak nyatanya membuat Nino tidak tahan untuk tidak mencari informasi tentang kehidupan pribadi Marqin, apalagi ketika dia melihat putra Marqin yang sama sekali tidak ada kemiripan dengan pria keturunan timur Tengah itu, justru bocah bernama Sheno itu lebih mirip dengan seseorang yang dia rindukan saat ini.


Tak berselang lama, sebuah panggilan masuk ke ponsel Nino yang tenyata dari orang suruhannya tadi.

__ADS_1


"Tuan, Tuan Marqin Askari menutup semua akses tentang kehidupan pribadinya, dia memang di ketahui memiliki seorang putra namun tidak ada yang tahu tentang istrinya atau ibu dari anak itu". Ucap orang suruhan Nino.


"Kalau wanita yang dekat dengannya?". Tanya Nino penasaran.


"Tidak pernah ada yang berhasil menyorot tentang wanita manapun yang sedang dekat dengan tuan Marqin".


"Shiit, pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan dan kenapa penasaran begini sehingga sangat ingin mengetahuinya". Batin Nino.


Nino memutuskan sepihak panggilan itu, kemudian dia menghubungi asisten pribadinya.


"Siapkan kontrak kerja sama dengan perusahaan Marqin Askari, beri dia keuntungan sebesar-besarnya yang penting kerja sama kita di terima oleh mereka". Titah Nino.


Seperti halnya saat ini, dia sedang mengikuti mobil Marqin yang dia sendiri tidak tahu pria itu menuju kemana. Satu jam sudah mengikuti mobil tersebut tenyata Marqin menuju rumahnya, rumah yang sangat mewah dengan taman yang sangat luas.


Dari kejauhan Nino berharap melihat putra Marqin, Sheno dan juga istrinya jika dia beruntung namun jangankan istri Marqin, Sheno saja sama sekali tidak terlihat menyambut Marqin pulang kerja. Melihat hal itu rasa penasaran Nino semakin memuncak, sepertinya ada hal aneh dari kehidupan pribadi pengusaha sukses itu.


Keesokan harinya Nino juga sudah bersiap di depan rumah Marqin untuk melihat Marqin mengantar anaknya atau mungkin istri Marqin yang akan mengantarkan Sheno ke sekolah atau melakukan kegiatan lainnya di luar rumah, namun lagi-lagi Nino tidak melihat momen itu sama sekali, Marqin pergi kerja begitu saja tanpa ada yang mengantarnya ke depan pintu.


Nino memilih tidak mengikuti mobil Marqin, melainkan dia tetap menunggu apa saja aktivitas orang di rumah tersebut namun setelah membuang waktunya seharian menunggu di depan rumah Marqin, bak rumah tak berpenghuni, rumah mewah itu seolah tidak menunjukkan aktivitas apapun sehingga Nino kembali ke hotel dengan tangan kosong.

__ADS_1


Hari itu Nino juga memilih untuk pindah ke hotel yang jaraknya dekat dengan rumah Marqin agar dia bisa dengan mudah memantau gerak-gerik Marqin.


"Tuan, perusahaan tuan Nino Fernando menawarkan kontrak perjanji kerja sama dan keuntungan yang mereka tawarkan sangatlah besar di bandingkan dengan perusahaan lain, apakah anda berminat melakukan kerja sama dengan perusahaan mereka?". Tanya asisten pribadi Marqin.


Marqin yang baru tiba di kantornya langsung di suguhkan dengan perjanjian kontrak kerja dari perusahaan Nino. Hal itu tentu membuatnya tersenyum sinis ketika menyadari jika pria bernama Nino itu ternyata masih di Bali dan sangat ingin kenal dekat dengannya, apalagi ketika dia melihat keuntungan yang tawarkan Nino untuknya, tentu itu bukan keuntungan sebuah perjanjian kerja sama melainkan hanya akal-akalan Nino saja agar lebih deket dengan ke kehidupan pribadinya.


"Buang perjanjian kontrak kerja ini ke tong sampah, karena aku tidak akan pernah menerima perjanjian kerja apapun dengan perusahaan itu". Titah tegas Marqin kepada asistennya.


Sesuai dengan yang di perintahkan oleh tuannya, sangat asisten segera mengambil map berisikan kontrak kerja sama itu dan segera membawanya keluar ruangan.


"Dia pikir akan mudah menembus pertahanan yang sudah ku bangun selama bertahun-tahun ini, aku tidak akan membiarkan kau mendapatkan apapun selama berada disini ". Batin Marqin sambil tersenyum sinis.


Nino yang mendapatkan informasi tentang penolakan Marqin tersebut semakin yakin jika pria itu memang sedang menyimpan rahasia besar dan dia sangat ingin tahu apa rahasia itu, namun dia sadar jika yang dia hadapi saat ini bukanlah orang biasa, Marqin pasti sama cerdik dan berkuasanya dengan Marvin jadi dia juga harus bermain secara halus.


Nino memerintahkan anak buahnya memesan tiket pesawat ke Jakarta atas namanya namun yang berangkat ke Jakarta bukanlah dirinya melainkan asisten pribadi yang dia perintahkan untuk mengurus perusahaan selama dia masih menetap di bali. Jika di pikir-pikir mungkin Nino sudah kehilangan kewarasannya karena hanya karena terbayang-bayang akan mata indah bocah bernama Sheno itu dia rela melakukan hal seperti ini.


Tujuan Nino tentu saja untuk mengecoh Marqin, agar Marqin mengira jika setelah kontrak kerja sama itu dia tolak Nino langsung meninggalkan Bali hati itu juga.


"Lakukan sesuai rencana karena yang kita hadapi bukanlah pria sembarangan, buat seolah-olah aku yang meninggalkan Bali dan kita akan bertukar posisi di bandara karena aku yakin jika anak buah Marqin akan memantau dan mengikutiku sampai ke bandara". Ujar Nino kepada sang asisten.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2