Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 29


__ADS_3

Namun ketika membawa gadis belia yang ku tolong malam itu dari bejatnya niat mereka terhadapnya ke dalam gendonganku, aku justru tidak bisa mengontrol diriku setelah sekian lama tidak pernah menyentuh wanita. Hawa panas menyeruak di sekujur tubuhku.


Mati-matian aku mencoba menahannya tapi sayangnya gadis itu yang terus menggodaku seperti cacing kepanasan dan aku menyadari sesuatu jika gadis itu sudah diberikan obat perangsang oleh para pria tadi. Entah karena tubuh seksinya yang dibalut dengan pakaian minim atau kecantikannya yang alami itu yang membuatku berselera apalagi suara seraknya itu, oh Tuhan aku benar-benar menginginkannya.


Pikiran licikku mengatakan bukankah lebih baik aku satu orang saja yang menyentuhnya dibandingkan dengan empat pria tadi yang kan menggilirnya. Maka kuputuskan untuk memenuhi keinginannya itu, namun aku sontak kaget saat pertama beradu bibir dengannya, dia bahkan tidak bisa berciuman dengan benar, Sial dia pasti masih perawan tapi bagaimana mungkin jika dilihat dari penampilannya dia seperti gadis liar.


Tidak, aku tidak bisa merusak masa depan gadis ini, dia masih suci dan aku tidak akan menodainya. Aku lepaskan sekuat mungkin cengkeraman tangannya ditubuhku namun dia justru mengujiku dengan bermain-main diarea terlarang milikku, jika sudah begini mana bisa aku menolaknya lagi, jadi jangan salahkan aku gadis kecil.


Ternyata setelah sekian lama tidak menyentuh wanita aku masih saja ahli dibidangnya bagaimana tidak gadis kecil yang sedang kujajaki setiap inci kulit tubuhnya ini terus mendesah tak karuan sehingga membuatku semakin meradang saja, ketika hati nuraniku masih cukup berfungsi dengan baik aku sekuat tenaga menahan diri untuk melakukan permainan inti namun apadaya gadis itu memanggil ku dengan nama "Kak Haikal" dan itu membuatku semakin meradang dan lupa diri.


Bagaimana bisa aku yang membuatnya mendesah namun nama pria lain yang dia sebut, begitulah diriku yang memang posesif bahkan kepada siapapun yang menurutku adalah milikku dan gadis kecil ini milikku jadi takkan kubiarkan dia lepas begitu saja setelah menyebut nama pria lain dan aku juga tidak peduli siapapun dia.


Sesak, sempit dan bahkan sakit, apa ini jadi benar jika gadis ini masih suci. Bersama Celina pun aku tidak merasakan hal ini saat malam pertama kami, ya Celina mengatakan jika dia pernah mangalami kecelakaan yang menyebabkan selaput daranya rusak tapi aku yang sejak kecil mengenalnya tidak pernah ingat kapan dia mengalami kecelakaan tersebut, entahlah cintaku membuatku sebuta itu ternyata.

__ADS_1


Jika ditanya menyesal tentu saja tidak aku justru sangat menikmati tubuh mulus gadis ini bahkan aku tidak bisa menahan diri untuk melakukannya hanya satu kali tidak ku beri ampun dia karena telah menggodaku dan menyebut nama pria lain di atas ranjangku. Kami melakukannya hingga dini hari bahkan gadis itu sampai sadar jika yang berada diatas tubuhnya bukanlah "Kak Haikal" nya yang beberapa kali dipanggil saat dia mendesah.


Tapi hati nuraniku benar-benar sudah mati ketika napsu yang ku kedepankan, aku terus menghujamnya tanpa ampun sampai membuatnya menangis dan berteriak hingga akhir puncak kenikmatanku gadis itu pun tertidur pulas.


Saat ku tatap wajah cantiknya ada perasaan yang sulit untuk aku artikan, aku ingin bertanggung jawab namun aku hanya seorang pria yang tidak akan bisa memberinya keturunan, akankah dia bisa bertahan denganku atau justru aku akan mengulang lagi masa kelamku seperti bersama Celina dulu, dihina dan ditinggalkan. Tidak, aku tidak siap aku akan pergi apapun yang terjadi sebelum gadis ini bangun.


Kutaruh selembar cek diatas nakas dengan nilai yang cukup fantastis, aku tahu jika gadis ini bukanlah gadis yang berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan, dari penampilan serta merk barang-barang yag ng dia gunakan aku yakin dia adalah orang kaya tapi dengan meletakkan cek ini aku berharap dia tidak pernah mencari pria jahat sepertiku lagi karena berpikir jika pria seperti memang sudah biasa membayar wanita untuk memenuhi hasratnya.


Yang terjadi dihari-hariku berikutnya adalah semua tentangnya, Amaya, ya aku sudah mengetahui namanya dari kartu identitas yang ada didalam tasnya. Aku bahkan hampir gila memikirkan bagaimana keadaannya namun tetap kutahan keinginantahuanku ini karena aku tidak mau terus menerus larut dalam bayangan gadis itu sampai satu ketika ternyata aku melihatnya dengan seorang pria di Dubai.


Sejak saat itu aku putuskan untuk benar-benar mengubur kenangan indahku dengan Amaya tapi takdir ternyata berkata lain, Jack justru mengenalinya sebagai adik tuan Haikal rekan bisnisku dan cukup dekat denganku selama aku berada di indonesia.


Rasa penasaranku akan sosok Amaya tidak terbendungkan lagi, aku menyuruh orang mencari informasi seakurat mungkin tentang Amaya terutama hubungannya dengan tuan Haikal, apalagi suara ******* Maya menyebut nama "Kak Haikal" malam itu terus mengganggu pikiranku.

__ADS_1


Dan benar saja kecurigaanku jika antara tuan Haikal dan Amaya sama sekali tidak ada hubungan apapun, mereka bukanlah saudara seperti yang Jack katakan kepadaku. Rasa penasaran semakin saja menggelitikku, aku bahkan tanpa rasa malu menawarkan diri untuk di undang makan malam dirumah tuan Haikal tentu saja untuk bertemu dengan Amayaku.


Pertemuan itu bukan hanya membuat irama jantungku menjadi tak karuan namun juga membuat otakku semakin buntu untuk berpikir, Amaya berjalan kearahku dengan perut buncitnya padahal dari informasi yang kudapatkan dia sama sekali belum menikah dan pria yang kulihat bersamanya di Dubai adalah jasa guide yang disewanya.


Lalu bagaimana seorang gadis bisa hamil jika dia belum menikah, ku tatap kearah tuan Haikal yang bersikap biasa saja terhadap Maya aku jadi tidak yakin jika itu anaknya, kemudian ketika aku sadari jika rekan bisnisku yang lain bernama tuan Nino menatap kearah Maya penuh cinta aku jadi curiga jika Maya mengandung anaknya tapi kenapa mereka tidak menikah?.


Tuan Nino bahkan pasang badan untuk Maya dia mengaku sebagai suaminya, bukan kebohongannya yng aku kesali namun aku tidak terima ketika pria itu menatapnya seolah mereka benar-benar suami istri yang salin mencintai, untung aku masih waras jika tidak akan kupatahkan leher tuan Nino itu.


Oh my God, hubungan seperti apa yang sedang mereka jalani ini, kepalaku tiba-tiba berdenyut kencang seakan ingin pecah namun naluriku sebagai pria justru tidak seirama dengan isi otakku, aku melihat Amayaku sangat cantik dan seksi jika sedang mengandung begitu dan aku sungguh tidak bisa tahan jika tidak menyentuhnya.


Hanya melihatnya saja bagian inti dari tubuhku rasanya sangat tegang, aku terus memutar otakku untuk mendapatkan cara agar bisa menyentuhnya, shiit padahal dia tengah mengandung anak orang lain yang entah siapa ayahnya.


Setelah lama memutar otakku aku mendapatkan caranya dan kuberanikan diriku untuk lebih dekat dengan Amaya, namun dia justru mencoba menjauhiku dan itu membuatku semakin bersemangat tapi keberuntungan tidak berpihak padaku, tuan Haikal dan semua yang berada dirumahnya justru memergoki aksi bejaatku itu.

__ADS_1


Aku tidak mencoba membela diri saat tuan Haikal dan tuan Nino mengahajarku habis-habisan karena aku pantas mendapatkannya, apalagi dengan kondisi Amaya yang tengah mengandung harusnya aku tidak berbuat jahat kepadanya namun entah setan apa yang merasuki tubuhku yang pasti aku menginginkan Amayaku, itu saja.


__ADS_2