
"Selamat siang semuanya". Sapa Jack Ramah dengan senyum terbaiknya.
"Selamat siang, tuan Jack". Jawab Maya sambil tersenyum dan reflek Haikal dan Anin juga menyapa Jack sambil menjabat tangan pria itu.
"Tuan Jack sedang makan juga disini, ayo bergabunglah dengan kami". Ajak Haikal karena dia sangat mengenal baik Jack.
"Tidak perlu tuan Haikal, saya kebetulan sudah selesai hanya saja tadi tidak sengaja saya melihat anda dan keluarga jadi saya menyempatkan diri untuk menyapa".
"Oh, sayang sekali harusnya kita bisa makan bersama, oh ya terimakasih karena telah mengantar Maya waktu itu".
"Oh dengan senang hati tuan".
"Aku bahkan belum sempat berterima kasih secara langsung kepada kalian, nanti kapan-kapan aku akan mengundang kalian makan malan di rumahku". Ujar Haikal.
"Itu ide yang bagus dan kami pasti akan memenuhi undangan anda tuan". Setelah berbincang-bincang sesaat Jack teringat dengan ancaman tuannya dan saat melihat kearah jam ternyata dia sudah menghabiskan waktu dua belas menit disana dengan segera lalu dia pamit kepada Haikal dan juga Maya tentunya.
Saat tadi berbincang-bincang dengan Haikal jelas sekali Jack tidak fokus karena dia lebih banyak melihat kearah Maya sehingga membuat Maya risih sendiri.
Dengan langkah besarnya Jack bergegas menuju mobil dan syukurlah ternyata mobil tuannya masih terparkir disana dan itu tandanya dia tidak di tinggalkan.
"Kau sangat menikmati perbincanganmu didalam sana ternyata". Ucap Marvin datar karena asistennya itu sama sekali tidak menghabiskan waktunya dengan percuma terbukti dengan lima belas menit yang dia berikan digunakan oleh Jack sebaik mungkin.
"Hehe, jika menyangkut urusan hati maka semua orang bisa melakukan apapun tuan". Jawab Jack asal.
Mendengarkan ucapan Jack tersebut entah mengapa ada rasa panas dan tidak terima di hati Marvin ketika Mayanya itu dijadikan pujaan hati oleh Jack. Cemburu? entahlah namun jika saja dia bisa dia akan menghabisi Jack jika berani mengagumi kecantikan Maya lagi.
__ADS_1
"Tuan, tuan Haikal berterimakasih atas bantuan anda meminjam privat jet untuk nona Maya saat itu". Sambung Jack lagi.
Marvin baru teringat jika privat jetnya sudah pernah ditumpangi oleh Maya, takdir macam apa ini jika saja waktu itu Marvin mau satu pesawat dengannya maka bisa di pastikan jika mereka akan ada di satu pesawat yang sama, dan jika itu terjadi mungkin Marvin tidak akan mampu menahan diri untuk tidak menyentuh tubuh Maya yang menjadi candu baginya meskipun dia harus memaksa Maya.
"Tuan". Panggil Jack lagi melihat majikannya masih betah dengan lamunannya.
"Ah, ya tuan Haikal juga sudah menghubungi ku untuk berterimakasih". Jawab Marvin singkat.
"Dan mereka rencananya akan mengundang kita secara khusus untuk makan malam di rumahnya sebagai bentuk rasa terimakasihnya".
"Ya". Hanya itu yang mampu di jawab Marvin karena jika pun dia tidak bisa mnahan diri untuk tidak menyentuh Maya dipertemuan mereka berikut namun yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah mampukah Marvin menampakkan wajahnya di depan Maya setelah meninggalkannya begitu saja saat itu dan menerima kenyataan jika Maya telah punya pasangan saat ini.
Mendengar jawaban Marvin membuat sang asisten menggelengkan kepalanya karena sang majikan menjawabnya dengan sangat dingin dan tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
Beberapa hari setelah memerintahkan seseorang untuk mencari tahu semua informasi tentang Maya, saat ini Marvin tengah berada di ruang kerja dengan tidak sabar menunggu informasi yang akan diberikan oleh seorang pria yang memakai pakaian serba hitam yang tidak lain adalah mata-mata yang dikirimnya kemarin.
"Baik tuan, dari informasi yang saya dapatkan nama lengkap nona Maya adalah-". Ucapan sang mata-mata langsung di potong oleh Marvin karena merasa itu bukanlah hal pentung yang ingin dia dengarkan.
"Amaya Wijaya". Ucapnya tegas. "Katakan apa yang sangat ingin aku ketahui". Sambung Marvin lagi dengan tatapan yang mematikan membuat nyali pria di hadapannya itu menciut.
"Baik tuan, nona Maya dan tuan tidak punya hubungan darah apapun baik itu sebagai saudara kandung, saudara sepupu, squdara angkat atau bahkan saudara ipar". Jawab pria itu.
Deg, Deg, Deg....
Entah mengapa Marvin sama sekali tidak sedang ingin mendengar berita itu karena jika berita itu benar maka benar pula jika nama yang dia sebut oleh Maya saat Marvin membuatnya mendesah adalah Haikal yang sama dengan Haikal yang dia kenal, seketika hal itu seperti membuat darah Marvin mendidih.
__ADS_1
"Amaya Wijaya putri tunggal dari almarhum tuan Darmadi Wijaya". Lanjut pria itu lagi.
"Almarhum?, Bukankah tuan Darmadi Wijaya pemilik perusahaan Wijaya corp?" Tanya Marvin bingung karena beberapa bulan yang lalu di sempat bertemu dengan pria paruh baya tersebut di sebuah acara.
"Ya tuan, tuan Darmadi Wijaya sudah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu karena serangan jantung dadakan". Jawab Pria itu lagi.
"Serangan jantung dadakan?". Apa mungkin itu karena, ah tidak mungkin Maya saja kelihatan sangat bahagia". Batin Marvin.
"Dan sejak saat itu tuan Haikal dan keluarganya mengajak nona Maya tinggal bersama mereka dan kemanapun mereka pergi nona Maya pasti akan di ajak seperti halnya saat tuan Haikal dan istrinya honeymoon ke Dubai beberapa waktu yang lalu tuan".
"Menarik". Jawab Marvin, kemudian dia teringat akan ucapan Jack beberapa hari lalu jika Haikal berencana mengundangnya makan malam karena Haikal belum kunjung menghubungi maka dia berinisiatif menghubungi Haikal terlebih dahulu. Marvin akan mencari tahu hubungan kakak adik seperti apa yang sedang Haikal dan Maya jalani itu atau mungkin kecurigaannya benar jika Maya adalah wanita simpanan Haikal.
"Tuan nona Maya juga sedang-".
"Apa benar jika di sudah punya pasangan seperti kekasih atau bahkan sudah menikah?". Marvin langsung memotong pembicaraan sang pria karena masih penasaran dengan pria yang dilihatnya di Dubai tempo lalu.
"Dari informasi yang saya temukan nona Maya tidak penah memiliki kekasih apalagi menikah tapi dia sudah-".
"Baiklah jika begitu kau bisa pergi, aku akan menghubungimu lagi jika aku membutuhkanmu lagi". Lagi-lagi Marvin memotong perkataan mata-mata itu dia seperti tidak sabaran dan sangat penasaran dengan segala sesuatu yang menyangkut tentang Maya, sehingga berniat segara menghubungi Haikal untuk rencana makan malam mereka agar dia bisa masuk ke rumah Haikal tanpa membuat pemilik rumah curiga.
Sang pria yang mendengar perintah dari Marvin pun menurut saja dan segera pergi dari sana padahal dia ingin menyampaikan informasi yang sangat penting yaitu tentang kehamilan diluar nikah Maya dan tidak ada seorang pria pun yang mengakui sebagai ayah anaknya.
"Orang kaya itu memang aneh, mencari tahuu tentang gadis yang hamil diluar nikah, seperti tidak ada gadis lain saja memang benar nona Maya cantik dan kaya raya tapi kelakuannya itu sungguh rendahan sekali". Gerutu pria itu saat tubuhnya menghilang di balik pintu lift.
"Kakak adik? hubungan kakak adik seperti apa yang ingin kalian tunjukan pada dunia, licik sekali pemainan kalian, tentu saja dengan begitu hubungan kalian akan selalu aman bahkan dari istrimu sekalipun tuan Haikal. Batin Marvin sambil tersenyum sinis dia bertekad akan membongkar hubungan yang sebenarnya antara Maya dan Haikal yang diyakini olehnya adalah sebuah perselingkuhan, karena entah mengapa dia tidak terima jika Maya terus berada di dekat Haikal dan dengan membongkar hubungan perselingkuhan mereka secara otomatis Maya akan di usir dari rumah Haikal.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makin hareudang gaes, yuk like dan coment biar aku makin rajin up 🤗👍🏻