
Hari ini Shely yang sudah membuat janji dengan dokter spesialis kandungan di salah satu rumah sakit, tengah bersiap untuk menuju kesana dengan menggunakan mobil sendiri.
Awalnya Ningsih melarang keras Shely pergi sendirian karena selain menyediakan mobil, kedua orang tua Nino juga menyediakan supir pribadi untuk Shely namun karena Shely beralasan hanya ingin mengunjungi kedua orang tuanya yang tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Nino, akhirnya diberikan izin pergi sendirian setelah berbagai alasan yang diberikan Shely.
Shely sengaja tidak membiarkan supir pribadinya ikut karena dia tidak mau jika sang supir mengatakan kepada ibu mertuanya jika sebenarnya yang dia kunjungi bukanlah rumah kedua orang tuanya melainkan rumah sakit, karena Shely bertekad akan menyembunyikan apapun hasil pemeriksaan nanti sebelum dia yakin jika bayinya dalam keadaan aman.
Dengan wajah bahagia dan semangat yang luar biasa Shely mengemudikan mobilnya namun tetap dengan sangat hati-hati tentunya. Karena dia yakin jika dirinya benar hamil dan dia tidak ingin membuat bayi dalam kandungannya berada dalam bahaya.
"Selamat, anda hamil nona Shely". Ujar dokter dengan senyum sumringah dan tangannya masih memainkan transducer di atas perut Shely.
"Lihatlah nona, ini dia ukurannya masih sangat kecil karena usianya masih 8 minggu". Sambung dokter lagi.
Shely reflek mendongkakkan kepalanya dan menatap kearah monitor, dengan wajah berbjnar dan air mata yang mengenang di pelupuk matanya, Shely merasa sangat bahagia di tandai dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajah cantiknya.
Shely merasa sangat terharu dengan semua penjelasan dokter kepadanya tentang kehamilan yang akan dia jalani selama sembilan bulan ini, bahkan dia sampai menangis karena nya.
"Nona, anda pasti sangat bahagia dengan kabar kehamilan anda". Ujar dokter melihat Shely menangis.
"Anda sangat beruntung karena anda bisa langsung mengandung padahal usia pernikahan anda terbilang masih sangat muda, karena banyak pasangan yang mengunjungi saya untuk program kehamilan dimana usia pernikahan mereka bahkan sudah sampai puluhan tahun, jadi anda harus menjaga kehamilan ini dengan baik, konsumsi makanan bergizi dan jangan lupa minum vitamin dan juga susu anda". Jelas dokter panjang lebar sambil menuliskan resep vitamin kemudian menyodorkan nya kepada Shely.
"Terimakasih banyak dokter". Jawab Shely singkat.
__ADS_1
"Ini hasil USG Anda nona, Anda pasti sangat membutuhkannya untuk memberi kejutan kepada tuan Nino tentang kehamilan Anda, beliau pasti sangat bahagia". Dokter itu kemudian menjelaskan jika dia mengenal baik Nino karena mereka kebetulan teman semasa SMA dulu.
Bak di sambar petir Shely sangat terkejut karena dia sengaja mencari dokter yang tidak mengenal Nino dan keluarganya namun nyatanya dokter wanita itu justru teman semasa SMA suaminya.
" Emmm, dokter bisa saya minta tolong, saya ingin dokter merahasiakan tentang kehamilan saya ini kepada mas Nino". Ujar Shely ragu.
"Tentu saja nona Shely, saya tahu Anda pasti ingin menjadi orang pertama dan satu-satunya yang memberi kejutan kepada suami Anda, dulu saat saya hamil anak pertama, saya juga melakukan hal yang sama makanya saya ingatkan lagi tentang hasil USG Anda tadi".
Shely merasa sangat lega atas ucapan dari dokter itu. Namun ucapan yang diucapkan sang dokter selalu terngiang-ngiang di telingannya, benarkah jika Nino akan bahagia dengan kabar kehamilannya itu sementara Nino selalu menghindari agar dirinya tidak hamil meskipun mereka sering melakukan aktivitas ranjang.
Sambil menunggu resepnya di apotik rumah sakit, Shely menatap hasil USG itu dengan tatapan yang sulit di artikan, di satu sisi dia sangat bahagia dengan hadirnya malaikat kecil di rahimnya namun disisi lain dia takut jika yang di katakan dokter tadi ternyata salah, bukannya mersa bahagia Nino justru akan melenyapkan bayi yang sedang dia kandung.
" Tidak mungkin mas Nino akan tega dengan darah dagingnya sendiri, aku tidak boleh egois bagaimanapun mas Nino berhak tahu tentang kehadiran anak ini dan anak ini juga berhak mendapat kasih sayang ayah kandungnya". Gumam Shely dalam hati.
Namun baru saja dia menutup pintu mobilnya dan hendak menyalakan mesin mobil tiba-tiba dia melihat mobil yang tidak asing berhenti tepat di UGD rumah sakit itu, sehingga reflek dia menghentikan aktivitasnya dan memperhatikan mobil itu.
Benar saja ternyata dari dalam mobil keluarlah Nino dengan buru-buru dan wajahnya yang terlihat sangat panik kemudian menggendong seorang wanita hamil dari kursi penumpang, dengan susah payah Shely mengingat dimana dia pernah melihat wanita itu.
Wanita hamil itu tampak meringis kesekitan dengan darah segar yang mengalir di kakinya. Saat Nino dan wanita itu menghilang di balik pintu UGD rumah sakit Shely memutuskan untuk kembali masuk kedalam rumah sakit dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya karena dia takut jika Nino ternyata telah menabrak seseorang.
"Dokter, suster, tolong ada pasien gawat darurat, tolong tangani dia segera". Nino berteriak sesampainya di UGD, sedangkan Shely memilih bersembunyi agar Nino tidak dapat melihatnya.
__ADS_1
Dari kepanikan yang di tunjukkan Nino membuat Shely yakin jika Nino sangat khawatir kepada wanita tersebut, mungkin tebakannya benar jika Nino sudah menabrak wanita hamil itu. Shely memutuskan untuk mendekati suaminya dan menenangkan Nino namun teriakan Nino menghentikan langkah kakinya.
" Dokter, cepat lakukan sesuatu dia mengeluarkan banyak darah". Teriak Nino lagi, sedangkan sang wanita meringis kesakitan.
"Ssst, sakit". Lirih wanita itu.
" Sakit, tenang May, sebentar lagi kamu pasti akan di tangani oleh dokter, kamu tenanglah". Ujar Nino dengan sangat lembut dan sambil mengusap kepala wanita hamil itu yang ternyata adalah Maya.
Deg...
Jantung Shely berdetak tak karuan ketika Nino memanggil wanita itu dengan sebutan "May". Ya, Maya dia tahu betul siapa Maya bahkan dia sering melihat wajah Maya di wallpaper ponsel suaminya itu.
Shely mundur secara perlahan dan kembali lagi ke persembunyiannya, tentu saja Nino sangat panik ternyata wanita itu adalah wanita yang sangat di cintai oleh suaminya itu.
Pantas saja Shely seperti tidak asing dengan wajah cantik wanita itu tapi kenapa dengan Maya, apa yang terjadi sebenarnya? , kenapa suaminya yang membawa Maya kerumah sakit? dan kemana suami Maya?.
Pertanyaan itu terus berputar-putar di otak Shely bahkan membuat Shely mematung dan bingung, hingga akhirnya dia dikejutkan dengan kehadiran dua pria tampan yang bisa di pastikan jika mereka bukanlah pria pribumi datang menghampiri Nino dengan wajah yang tak kalah panik dari Nino tadi.
Nino yang melihat mereka langsung melayangkan bogem mentah ke wajah tampan dari salah satu pria itu, sehingga membuat sang pria tersungkur di lantai.
Bug..
__ADS_1
"Kau tidak becus menjaga Maya, jika terjadi hal buruk padanya akan ku pastikan kau tidak akan melihatnya lagi untuk selamanya". Ancam Nino dengan kemarahan yang memuncak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...