Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 101


__ADS_3

Sheno berlari antusias menuju kamar mamanya saat Marqin mengatakan jika dia sudah boleh bertemu dengan mama dan papanya. Bocah itu sudah menyiapkan banyak pertanyaan yang sudah di siapkan untuk di tanyakan kepada kedua orang tuanya terutama perihal membelikannya adik seperti yang dikatakan oleh daddy nya tadi.


"Mama". Seru Sheno langsung memeluk sang mama yang sedang mengeringkan rambutnya di atas ranjang. Sedangkan Nino baru saja keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandinya.


"Sayang". Seru Shely membalas pelukan Sheno.


"Apa mama sama papa sudah berhasil membelikan Shen adik?". Tanya Sheno polos.


"A-apa?". Tanya Shely gelagapan.


"Iya, Shen mau adik perempuan sama seperti mommy dan daddy yang mau beli adik perempuan untuk Sheno, jadi nanti Shen punya dua adik perempuan sekaligus". Ujar Sheno lagi.


"Sedang proses sayang". Jawab Nino enteng yang membuat Shely menggelengkan kepalanya karena tingkah Nino. "Makanya kamu jangan protes kalau papa sama mama menghabiskan waktu berduaan saja karena itu adalah proses kami membelikan kamu adik". Sambung Nino lagi yang bergabung di ranjang bersama anak dan istrinya namun baru saja dia duduk dan memeluk Shely, perutnya sudah di hadiahi cubit pedas oleh sang istri.


"Tidak, Sheno tidak protes sama sekali yang penting mama sama papa membelikan aku adik perempuan". Seru Sheno kegirangan. "Tanda merah ini kenapa?".Tanya Sheno sambil mengelus leher Shely yang dipenuhi dengan tanda kepemilikan yang di ciptakan oleh Nino semalam.


"Emmh, tidak apa-apa sayang ini-". Ujar Shely.


"Ini salah satu proses untuk membeli adik juga sayang". Jawab Nino melihat istrinya sudah tidak tahu harus menjawab apa.


"Benarkah?, kalau begitu mama buat tanda merah disini, disini dan di sini juga supaya Shen cepat punya adik". Ujar Sheno sambil menunjukkan hampir seluruh bagian tubuh Shely.

__ADS_1


"Pasti dengan senang hati sayang". Jawab Nino sambil menggoda Shely.


Maka disitulah awal mulai keluarga kecil yang terpisah selama lima tahun itu memulai kembali merajut kebahagiaan mereka bukan hanya di Dubai namun sesampainya di Bali Nino mengajak Shely, Sheno dan juga ibu mertuanya kembali ke jakarta karena Nino ingin memulai semuanya dari awal lagi bersama Shely.


Awalnya Shely sempat mempertimbangkannya terlebih dahulu namun setelah beberapa hari memikirkan tentang kelangsungan rumah tangganya Shely akhirnya setuju dengan ajakan Nino bahkan dia juga harus mengorbankan karirnya yang sedang sangat baik di perusahaan Marqin hanya untuk ikut dengan suaminya.


Namun Nino tidak akan membiarkan Shely hidup dalam kesusahan apalagi harus bekerja karena setelah tinggal di jakarta Nino tidak membiarkan Shely bekerja lagi, dia kembali fokus membangun perusahaannya sedang di ambang kehancuran bahkan dia juga meminta Marvin dan Maya untuk membantu perusahaannya karena akibat ulah mereka memisahkan dia dan Shely perusahaan itu tidak terurus dengan baik.


Maya menyetujuinya meskipun harus berdebat dengan Marvin dulu namun semua perusahaan atas nama Maya jadi Marvin tidak dapat melakukan apapun jika Maya sudah mengatakan iya.


Tidak butuh waktu lama bagi perusahaan Nino untuk bangkit apalagi ada nama keluarga Askari di belakangnya sehingga Nino bisa memanjakan dan menjamin kehidupan yang layak untuk istri dan anaknya.


Dua bulan sudah berlalu, kehidupan Shely dan Nino terasa sangat bahagia dan harmonis, Nino sangat berubah sekarang dia benar-benar menunjukkan rasa cintanya kepada Shely bukan hanya lewat ucapan semata melainkan juga dari perbuatan dan sikapnya yang sangat lembut kepada Shely bahkan saat ini Shely juga sudah mengandung anak keduanya bersama Nino.


Seiring berjalannya waktu Shely juga melahirkan anak keduanya yang juga berjenis kelamin perempuan maka bisa di bayangkan bagaimana bahagianya Sheno yang memiliki dua adik perempuan sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan.


Meskipun Shely dan Celina sudah memiliki bayi namun Sheno tetaplah menjadi prioritas dan anak pertama bagi mereka bahkan Celina yang sama sekali tidak punya hubungan darah dengan Sheno juga tidak akan tenang jika dia tidak tahu bagaimana keadaan putranya itu jika mereka sedang berjauhan karena Celina dan Marqin masih menetapkan di bali sedangkan Nino dan Shely berada di jakarta bersama dengan Sheno.


Lengkap sudah kebahagiaan mereka semua saat ini bersamaan dengan hadirnya buah hati di kehidupan mereka masing-masing. Terkadang kehidupan memang menuntun kita ke jalan yang berliku sebelum akhirnya kita melalui dan menemukan jalan kebahagiaan kita masing-masing.


Di petik dari kisah mereka semua maka dapat di simpulkan bahwa tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik untuk kita terkadang kita harus mencintai apa yang kita miliki karena mungkin itulah jalan menuju kebahagiaan di hidup kita.

__ADS_1


20 Tahun Kemudian...


"Shofia ganti pakaianmu jangan pakai pakaian seperti itu jika kau masih ingin kuliah". Seru Sheno melihat adiknya memakai rok mini yang mengekspos paha mulusnya.


"Tidak mau, kau sangat cerewet kakak, aku sudah dewasa jadi aku tahu bagaimana menjaga diriku, bagaimana aku bisa mendapatkan pacar jika kau terus mengatur caraku berpakaian hah". Jawab Shofia ketus.


"Pacar?, coba saja jika kau berani berpacaran, akan ku patahkan leher pria manapun yang menjadi pacarmu". Sentak Sheno.


Pria tampan yang beranjak dewasa itu memang sangat posesif kepada adik-adiknya terutama Shofia yang notabenenya sangat sulit untuk di atur, berbeda dengan Shela yang penurut dan selalu mendengarkan apapun yang dia katakan.


"Kakak ingin aku jadi perawan tua ya?, jika tidak boleh ada yang mendekatiku bagaimana kalau kakak saja yang menjadi pacarku". Jawab Shofia sambil menatap Sheno dengan tatapan yang menggoda dan membelai wajah tampan sang kakak.


"Berhenti bersikap seperti anak kecil Shofi, kau ini adikku". Menghempaskan tangan Shofia.


"Itu kau tau kalau aku bukan anak kecil lagi". Jawab Shofia lagi. Sheno memang bidan pernah menang jika harus berdebat dengan adiknya itu apalagi jika Shofia sudah mengeluarkan jurus menggodanya itu kecuali jika mom Celina sudah bertindak.


"Mom". Seru Sheno, maka secepat kilat Shofia menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya tanpa menunggu mommynya datang untuk memarahinya dengan segala sumpah serapah yang sudah dapat di hafal olehnya.


Shofia memang kerab menggoda Sheno karena belakangan dia tahu jika pria yang di anggapnya sebagai kakaknya itu ternyata bukanlah kakak kandungannya. Dulu saat kecil Shofia menganggap jika ada hubungan darah antara dirinya dan Sheno namun anggapannya itu salah besar bahkan dia sangat kecewa karena takut jika Sheno akan membeda-bedakan kasih sayang antara dirinya dan Shela.


Namun belakangan Shofia justru merasa bahagia dengan kenyataan itu, entah apa yang merasuki pikirannya namun dewasa ini dia justru sangat suka menggoda Sheno layaknya seorang wanita menggoda seorang pria dewasa sehingga membuat Sheno juga sedikit risih dengan keadaan itu.

__ADS_1


...----------------...


...Tamat...


__ADS_2