
Dua bulan sudah rumah tangga yang di jalani oleh Sherly dan juga Nino, dimana mereka terlihat layaknya pasangan pengantin baru yang bahagia namun nyatanya itu semua hanyalah semu belaka.
Semua rutinitas mereka memang layaknya pasangan suami istri, terutama yang berhubungan dengan urusan ranjang yang tidak pernah terlewati mereka lakukan setiap malamnya.
Namun Nino tetap pada pendiriannya yang selalu memperlakukan Sherly layaknya wanita yang hanya dia butuhkan di atas ranjang saja bahkan yang lebih mirisnya adalah saat melakukan hubungan badan dengan istrinya Nino selalu memakai pengaman agar Shely tidak mengandung anaknya.
"Aku tidak ingin kamu mengandung anakku karena aku hanya ingin punya anak dari wanita yang aku cintai". Begitulah kata-kata yang selalu Nino ucapkan kepada Shely yang mampu membuat wanita itu menitikkan air matanya tanpa dia sadari.
Saat mengucapkan hal tersebut padahal Nino sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa berkata begitu, karena baginya yang terpenting adalah Shely tidak merasa besar kepala dan menganggap dirinya telah menerima Shely begitu saja sebagai istrinya apalagi dengan situasi dirinya yang selalu tidak pernah absen menyentuh Shely.
Namun ada hal aneh yang tidak mereka sadari sejak mereka menikah, entah kedua insan terlalu candu dengan aktivitas ranjang mereka atau memang mereka tidak peduli akan hal itu, yaitu Shely tidak pernah kedatangan tamu bulanan bahkan sejak pertama kali menyandang status sebagai nyonya Nino.
Sampai pada saat dimana Sherly merasakan ada hal aneh terjadi di tubuhnya. Dia merasa sangat malas dan lemah seolah hanya ingin tidur seharian tanpa melakukan aktivitas apapun namun hal itu mustahil dia lakukan karena bagaimanapun Shely tetap harus melaksanakan tugasnya sebagai istri sebagaimana yang Nino inginkan setiap harinya.
Apalagi soal makanan, Shely seolah tidak di berikan waktu istirahat seharipun oleh suaminya untuk tidak melakukan aktivitas dapur itu. Karena setiap kali Nino makan dia hanya akan makan masakan yang di buatkan oleh Shely untuknya.
Bahkan Shely merasa sangat aneh dengan kelakuan Nino tersebut karena meskipun Nino hanya menganggapnya sebagai tempat pelampiasannya saja namun jika menyangkut soal urusan makanan suaminya itu tidak mau kompromi.
__ADS_1
Yang lebih anehnya lagi akhir-akhir ini Nino juga selalu menyempatkan diri untuk pulang dan makan siang di rumah. Jika Shely merasa sangat muak dengan tingkah Nino tersebut, maka hal yang sebaliknya justru di rasakan oleh kedua orang tua Nino, baik Ningsih maupun Hartono sangat bahagia karena melihat ketergantungan anaknya terhadap sang menantu, bahkan mereka sampai berpikir jika Nino dan Shely saat ini sudah saling mencintai satu sama lainnya.
Pagi itu, saat tugasnya memasak selesai dan Nino sudah berangkat ke kantor maka Shely segera memanfaatkan waktunya untuk melakukan hal yang sejak tadi sangat dia inginkan yaitu bermalas-malasan di kasur empuknya karena memang selain memasak dia tidak melakukan aktivitas berarti lainnya karena semua sudah di lakukan ol hn para pelayan.
Tanpa perlu berlama-lama Shely yang baru saja membaringkan tubuhnya langsung tidur namun belum sempat kesadarannya hilang sepenuhnya Shely teringat akan sesuatu yang selama tinggal di rumah Nino tidak pernah dia alami.
Secepat kilat Shely bangkit dan mencari keberadaan ponselnya yang juga berada di atas kasur. Dengan wajahnpanik dan pikiran yang mulai melayang entah kemana Shely melihat dan meneliti baik-baik tanggal berapa hari itu dan betapa terkejutnya dia ternyata jatah bulanannya terlewati begitu saja selama dua bulan ini.
"Ini tidak mungkin, bagaimana bisa akau lupa jika selama menikah aku belum pernah datang bulan? ". Tanyanya pada dirinya sendiri dengan menutup mulutnya.
" Ya Tuhan, jangan sampai aku hamil". Sebenarnya dia bukan tidak menginginkan kehadiran anak di rahimnya itu namun ketika melihat kondisi rumah tangganya dia jadi tidak tega jika benar dia sedang hamil karena bisa di pastikan anaknya itu tidak akan mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ayahnya kelak.
"Tidak, aku tidak mungkin hamil, mas Nino selalu memakai pengamankan? ". Gumamnya lagi mencoba mencari jawaban sendiri.
Dengan keringat dingin yang m ngucur di dahinya, Shely mengusap kasar wajahnya ketika menyadari jika Nino pernah satu kali tidak memakai pengaman yaitu saat dia pulang dalam keadaan pingsan dari klub malam itu.
"Oh ya ampun, benarkah ini? ". Tanya Shely lagi sambil mengusap-usap perut datarnya dan menitikkan air mata. Shely memang sering merasa aneh akhir-akhir ini bukan hanya soal malas melakukan aktivitas apapun namun juga soal sensitifitas indera penciuman nya.
__ADS_1
Ya, Shely yang sangat sering berada di dapur untuk memasak selalu saja bermasalah dengan segala jenis bawang-bawangan yang sering kali membuat kepalanya terasa berat namun dia tidak sampai berpikir jika dirinya hamil sampai pada akhirnya tubuhnya itu terasa semakin aneh saja di setiap harinya.
Shely menghapuskan air matanya, dia bertekad untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya karena belum tentu jika saat ini dia sedang hamil, namun jikapun dia hamil bukankah ini sebuah anugerah yang luar biasa.
Shely kembali mengambil ponselnya kemudian menghubungi salah satu dokter spesialis kandungan kenalannya untuk membuat janji, Shely tidak mau melakukan pemeriksaan melalui testpack karena dia ingin memastikan langsung dari dokter spesialis.
"Apa salahnya jika kamu hadir, kalaupun tidak ada ayah tapi disini ada ibu dan ibu akan pastikan jika kamu tidak akan kekurangan apapun di hidupmu nak". Ujar Shely penuh haru sambil mengusap perut datarnya itu.
Meskipun belum ada kepastian tentang kehamilannya, entah mengapa batin Shely merasa jika di rahimnya saat ini benar adanya makhluk kecil yang sedang berjuang untuk hidup di dunia ini.
Karena Shely memang sejak awal tidak yakin bisa bertahan sebagai istri Nino sehingga jika dia harus meninggalkan Nino maka kehidupan barunya kelak akan lebih bermakna dengan kehadiran kehidupan baru di rahimnya tersebut.
Dia sudah tidak peduli tentang perkataan Nino yang tidak ingin punya keturunan dari dirinya, justru saat ini Shely berharap jika kecurigaannya benar jika dirinya tengah mengandung anak Nino sehingga dia mempunyai tujuan di dalam hidupnya. Bahkan dia berniat akan membesarkan anaknya kelak tanpa kehadiran Nino di hidupnya dan juga anak mereka.
Namun yang menjadi beban pikirannya adalah bagaimana caranya agar dia bisa menyembunyikan kehamilannya tersebut terutama kepada sang suami karena Shely takut jika Nino nekat akan menggugurkan kandungannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1