Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 91


__ADS_3

Nino berlarian mengejar Marqin dan wanita hamil yang bersama itu namun sayangnya dari kejauhan Nino melihat jika Marqin sedang membukakan pintu mobil untuk wanita tersebut seolah memperlakukan wanita itu dengan sangat istimewa. Melihat hal tersebut Nino juga menuju mobilnya untuk segera mengejar mobil Marqin.


"Tidak akan ku biarkan dia lolos kali ini". Ujar Nino kemudian langsung melesat dengan mobilnya.


"Siapa wanita hamil itu, apa Marqin punya simpanan dan akan menjadikan Shely lagi sebagai istrinya?". Tanya Nino kepada dirinya sendiri karena jujur p setiap perlakuan manis Marqin kepada wanita itu membuatnya sangat penasaran.


"Aku harus mendapatkan bukti jika pria itu bukanlah pria baik agar Shely dan Sheno membencinya lalu kemudian akan menjauhinya". Gumam Nino lagi dengan semangat buang menggebu-gebu karena akhirnya dia akan segera mendapatkan cara untuk menjauhkan sangat istri dan anak tercinta dari pria berwajah menyebalkan itu.


Setelah beberapa menit mengikuti Marqin ternyata mobil yang di tumpangi oleh Marqin tersebut membawa mereka menuju sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah. Hal itu semakin menguatkan dugaan Nino jika pria itu punya banyak wanita simpanan yang dengan mudahnya di ajak ke hotel bahkan wanita yang saat ini bersamanya sudah mengandung anak Marqin.


"Benar dugaanku jika pria itu memang berhidung belang, kasihan sekali wanita itu cantik-cantik tapi hanya di ajak chek-in ke hotel saja bahkan sampai dia hamil seperti itu". Ujar Nino masih di dalam mobilnya memperhatikan gerak-gerik Marqin dengan pandangan yang tidak pernah lepas dari pasangan yang terlihat sangat serasi di hadapannya itu.


Setelah Marqin dan wanita hamil besar itu masuk ke hotel, Nino segera menyusul mereka dengan cara mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh Marqin karena dia akan mengabadikan momen Marqin bersama wanita itu di ponsel miliknya untuk di tunjukkan kepada Shely.


Benar saja dugaan Nino, Marqin menuju salah satu kamar di hotel tersebut maka mulailah Nino menjadi wartawan dalam sekian saja dengan kamera pknselnya yang terus merekam Marqin sampai di depan kamar hotel.


"Kau lelah baby?". Tanya Marqin lembut saat mereka sedang membuka pintu kamar.


"Tidak, kau tidak membiarkanku kelelahan sedikitpun mana mungkin aku lelah". Jawab wanita hamil itu manja.


"Mana mungkin aku membiarkan kau dan anakku kelelahan". Respon Marqin lagi dan semua itu sudah terekam di dalam ponsel Nino.


Dari interaksi keduanya Nino dapat menyimpulkan jika mereka berdua memang punya hubungan khusus apalagi Marqin mempunyai panggilan sayang untuk wanita itu.


"Dasar pria hidung belang, kau gunakan kekayaan dan kekuasaanmu untuk menjerat para wanita, aku tidak akan membiarkan kau menjerat istriku juga". Batin Nino dengan amarah yang menguasai seluruh hatinya.


"Jadi seperti ini kelakuanmu selama ini". Sentak Nino ketika bukti yang dia kumpulkan di kira cukup untuk di tunjukkan kepada Shely.


"Tuan Nino?, kau di sini?". Tanya Marqin karena jujur dia tidak tahu jika Nino menyusul mereka ke Dubai.

__ADS_1


"Jangan pura-pura tidak tahu, kau pasti tahu aku kesini makanya kau berusaha menyembunyikan Shely dan putraku sebaik mungkin kan?".


"Apa maksudmu?". Tanya Marqin bingung dengan tuduhan Nino karena dia hanya mengikuti apa yang di katakan oleh Maya dan Marvin untuk membawa Shely dan Sheno ke Dubai.


"Aku tidak mau berdebat dan mendengarkan ocehan lagi, sekarang katakan dimana istri dan putraku?. Dan untuk anda nona, berhati-hatilah pria di samping anda ini adalah pria hidung belang".


"Jaga ucapanmu sebelum aku kehabisan kesabaran". Sentak Marqin sambil mencengkeram kerah baju Nino.


"By, lepaskan dia aku tidak mau kau membuat keributan di hadapanku". Ujar wanita hamil yang berada di samping Marqin berusaha melerai pertengkaran yang mungkin akan terjadi di antara kedua pria itu.


Mendengarkan permintaan dari wanita hamil itu, Marqin segera melepaskan kerahasiaan baju Nino dan menatap tajam kearah Nino dengan tatapan membunuh.


"Kau beruntung karena dia tidak suka aku berkelahi, jika tidak akan ku habisi kau". Ancam Marqin.


"Manis sekali, terlihat seperti pria yang sangat penurut pada pasangannya, sekarang katakan dimana Shely?".


"Untuk apa kau mencari mereka, apa begini caramu bertanya kepada seseorang bahkan tidak tahh sopan santun sama sekali, pantas saja jika Shely meninggalkanmu". Oceh Marqin.


"Tolong". Seru wanita hamil itu.


Penghuni kamar yang berada tepat di depan kamar Marqin pun keluar dan ternyata mereka adalah Shely dan Sheno.


"Mas". Seru Shely mencoba melerai perkelahian itu.


"Shely, kamu juga ada disini? ". Tanya Nino kemudian langsung memeluk Shely.


"Kenapa kamu ada disini mas, kapan datangnya?".


"Aku menyusul kamu dan Sheno dan udah satu minggu aku disini dan tadi tidak sengaja aku melihat pria ini bersama dengan-". Ucapan Nino terhenti karena tiba-tiba putranya muncul dari dalam kamar.

__ADS_1


"Mommy, daddy". Seru Sheno langsung memeluk Marqin dan juga wanita hamil yang berada di sampingnya.


"Mommy?, daddy?. apa aku tidak salah dengar?". Batin Nino sambil menelan salivanya dengan susah payah.


"Halo sayang". Ujar wanita hamil itu dan membalas pelukan Sheno.


Nino menatap Shely dengan tatapan penuh tanda tanya karena dia masih bingung dengan situasi di hadapannya saat ini.


"Ini Celina mas, istrinya Marqin, Sheno memang akrab dengannya jadi dia memanggil Celina dengan sebutan mommy sama halnya dengan Marqin". Ujar Shely seolah dia tahu arti dari tatapan suaminya itu.


Deg....


Bisa di bayangkan bagaimana malunya Nino saat mengetahui jika ternyata Marqin sudah memiliki istri dan sebentar lagi dia juga akan memiliki seorang anak. Padahal selama ini Nino malah menuduh jika pria itu menyukai istrinya dan berusaha merebut Shely darinya.


"Ya tuan Nino, ini istriku bukan seperti apa yang kau bayangkan dan kau pikirkan tadi". Ucap Marqin penuh penekanan.


"Memang apa yang kamu pikir mas?". Tanya Shely penasaran.


"Sudahlah Shel, biasa masalah pria tidak usah di bahas lagi". Celah Celina sambil menahan tawanya karena dia tahu jika Nino menuduh mereka berselingkuh di belakang Shely padahal mereka adalah suami istri yang sah.


"Ayo Shen, ikut mommy dan daddy ada yang mau kami tunjukkan". Sambung Celina lagi, Celina seolah memberikan ruang agar Nino bisa bicara berdua dengan Shely. Awalnya Marqin ingin melarang Nino berbicara d ngan Shely untuk menyelesaikan masalah mereka namun Celina langsung memberi kode jika sudah saat mereka menyelesaikan semua masalah mereka tampan ikut campur orang lain.


Nino merasa malu karena kebaikan yang di lakukan oleh Celina kepadanya tapi di hati kecilnya dia sangat bahagia karena selama ini kecurigaannya salah dan saat ini dia bisa menemukan Shely bahkan punya waktu berbicara empat mata dengan istrinya.


"Mas, sebenarnya untuk apa kamu kesini?". Tanya Shely lagi, jujur dia masih belum bisa mencerna keadaan yang ada.


Nino tidak menjawab pernyataan istrinya dia kembali memeluk Shely dengan saat erat.


"Tentu saja menjemputmu dan anak kita tapi sebelum itu kita akan berbulan madu dulu karena Sheno sudah cukup besar untuk punya adik". Bisik Nino menggoda Shely.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2