
"Maya". Kali ini seruan itu bukan dari Haikal melainkan dari Nino entah sejak kapan namun Nino sudah mencapai tubuh pria yang berada di atas tubuh Maya dan membantingnya dengan kasar keatas lantai.
Anin yang juga sudah berada disana langsung menghampiri Maya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Maya yang berantakan. Tubuh Maya bergetar hebat dengan air mata bercucuran dipipinya dan napasnya yng tidak beraturan menandakan jika dirinya benar-benar ketakutan.
"Tenang May, ada kami disini". Anin memeluk tubuh sahabatnya itu untuk menenangkan Maya.
Bugh, Bugh, Bugh...
Nino terus menghantam wajah Marvin secara membabi buta, tidak ada pembelaan darinya padahal jika dia mau dia dengan mudahnya bisa membalas pukulan Nino. Haikal bahkan juga Jack sama sekali tidak mencoba menghentikan Nino karena Marvin memang pantas mendapatkannya.
"Aarhg". Teriak Nino yang mengakhiri pukulannya dilantai dengan sangat keras dan menyebabkan tangannya berdarah.
"Pergilah kau bajiingan atau aku akan menghabisimu sekarang juga". Seru Nino lagi.
"Hahaha". Mendengarkm ancaman Nino bukan malah membuat Marvin tertawa, dia justru bersemangat untuk mengatakan jika Maya bukanlah wanita baik-baik yang sudah menyerahkan kesucian kepada orang asing seperti dirinya agar Haikal dan Nino membenci wanita itu.
"Kenapa kau sangat marah tuan Nino, istri palsumu itu sangatlah cantik sehingga aku tidak bisa menahan hasratku untuk tidak menyentuhnya sejak pertama kali melihatnya, apa itu salahku?". Sambung Marvin lagi.
Mendengarkan hal itu emosi Nino kembali memenuhi seluruh isi kepala dan hatinya. Dia kemudian mencengkram kuat kerah kemeja Marvin dan mengangkat tubuh Marvin untuk di hantam dengan kuat kearah dinding.
"Jangan pancing aku untuk menghabisi nyawamu Marvin Askari karena aku tidak akan segan-segan melakukannya". Ujar Nino penuh penekanan saat wajahnya dan wajah Marvin saling berhadapan.
"Wow, true love story hahaha. Apa cinta sudah membuatmu buta sehingga tidak bisa melihat wanita seperti apa yang sedang kau bela ini, dia adalah wanita yang menyerahkan kesuciannya untukku dan sekarang mengandung anak yang entah siapa ayahnya bahkan tanpa ikatan pernikahan". Jawab Marvin penuh rasa percaya diri tanpa dia sadari jika dialah ayah dari anak yang dikandung Maya.
__ADS_1
Deg, Deg, Deg....
Semua orang yang berada disana sangat terkejut dengan perkataan Marvin kecuali Maya yang merasa sangat sakit ketika penghinaan yang diucapkan Marvin bukan hanya tertuju padanya namun juga kepada anaknya dan itu dilakukan sendiri oleh ayah anaknya itu.
Haikal, Nino dan Anin tidak menyengka jika pria yang selam ini mereka cari ternyata adalah seorang Marvin Askari yang termasuk dekat dengan dunia mereka.
"May, katakan padaku apa yang dia katakan benar, apa dia orangnya May?". Tanya Haikal penuh penekanan.
Maya tidak menjawab dan juga tidak merespon apapun baik dengan mengelengkan atau menganggukkan kepalanya dia hanya bisa menangis dengan tubuh bergetar namun bagi yang hadir disana cukup itu sebagai isyarat jika memang benar Marvin lah yang sudah menghancurkan hidupnya.
Nino kembali menatap kearah Marvin dengan kilatan kemarahan yang jelas terpancar dimatanya.
Bugh...
"Setelah kau menghancurkan hidupnya sekarang kau juga berusaha menghancurkan mental dan hatinya, dasar pria bajiingan aku akan membunuhmu". Seru Nino lagi.
"Kenapa tuan Nino, apa yang sedang kau pertahankan dari wanita ini, dia tidur dengan ku, menjadi istri palsumu dan mendesah menyebut nama tuan Haikal, lalu untuk apa kau melakukan ini semua, apa kau sudah dibutakan oleh cintamu". Jawab Marvin lantang, dan lagi-lagi namun membuat hati Maya semakin sakit namu kali ini Haikal juga tidak kalah sakit ketika Maya dihina habis-habisan oleh Marvin.
Haikal tidak dapat menahan diri lagi kali ini ketika penghinaan demi penghinaan terlontar tanpa henyi sari mulut Marvin bahkan dia tidak peduli jikapun pria itu akan mati ditangannya.
Bugh, Bugh, Bugh....
Jack yang melihat majikannya itu hancur berantakan dengan wajah yang bercucuran darah sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk membantu Marvin pasalnya dia sudah terbiasa menghadapi sikap Marvin yang keterlaluan namun kali ini Marvin sudah sangat melampaui batasannya sehingga pantas untuknya mendapatkan pelajaran berharga.
__ADS_1
Haikal meraih kerah kemeja Marvin dan memaksanya untuk berdiri agar dia bisaelihat wajah Marvin dengan jelas.
"Kau bisa menghina siapapun yang kau mau tuan Marvin Askari tapi jangan pernah menghina anak yang sedang dikandung oleh Maya karena suatu saat kau akan sangat menyesal ketika darah dagingmu sendiri membenci daddynya karena meragukan kehadiran mereka, kau masih beruntung anakmu masih berada didalam kandungan mommynya sehingga mereka belum bisa mendengar dan mengerti setiap penghinaanmu itu, jika saja mereka sudah bisa mendengar dan mengerti maka akan aku pastikan mereka akan sanat membencimu seumur hidup mereka". Ujar Haikal penuh penekanan dan penuh dengan tanda tanya yang muncul di kepala Marvin, meskipun keadaanya sudah tidak baik-baik saja dia masih bisa mendengar setiap kata demi kata yang di ucapkan oleh Haikal tersebut.
Deg, Deg, Deg....
Bugh....
Dan itulah pukulan terakhir dari Haikal yang menyebabkan Marvin tumbang dan menyebabkan dia kehilangan kesadarannya padahal dia baru saja mencoba mencerna ucapan Haikal tadi.
Jack sang asisten setia itu hanya bisa melihat saja tanpa mampu bertindak, bukan hanya karena Marvin pantas mendapatkannya namun juga karena wanita yang disakiti hatinya itu adala Maya, wanita yang sempat melambungkan angannya setinggi langit untuk dapat memilikinya.
Perkataan terakhir Haikal tadi cukup menganggu pikiran karena baginya hal yan mustahil terjadi jika Marvin memiliki seorang anak. Namun dia tidak mau memperkeruh keadaan dengan membantah atau memberi pembelaan kepada sang majikan karena dia tahu jika hal itu terjadi maka nasib yang dialami oleh Marvin juga akan dialami olehnya.
Haikal menoleh kearah Jack kemudian berkata. "Bawa majikanmu ini pergi dari rumahku dan pastikan jika dia tidak akan berani menunjukkan wajahnya lagi dihadapanku jika tidak aku tidak akan berbaik hati lagi dilain waktu dan kupastikan dia tidak akan bisa bernapas lagi untuk hari esok". Ujar Haikal tegas.
Jack kemudian melakukan apa yang diperintahkan oleh Haikal, dia sudah siap dengan dua pengawal yang siap mengangkat tubuh Marvin untuk dibawa kerumah sakit karena saat ini majikannya itu sangat membutuhkan penanganan dokter secepatnya.
"Aku tahu ini tidak pantas aku ucapkan tuan Haikal tapi aku tetap harus meminta maaf atas semua kejadian dan kekacauan yang terjadi akibat tuan Marvin, kami permisi dulu". Gumam Jack mencoba bersikap sebaik mungkin.
Baik Haikal maupun Nino tidak mau menanggapi ucapan Jack karena mereka sudah tidak mau berurusan lagi dengan apapun yang berhubungan dengan Marvin.
Fokus mereka saat ini adalah Maya, bisa di bayangkan betapa hancur hati kedua pria itu menatap wanita yang tidak berdaya seperti Maya menangis pilu.
__ADS_1