Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 22


__ADS_3

Jika awalnya Marvin sangat menghindari untuk menunjukkan wajahnya dihadapan Maya karena rasa bersalahnya maka berbeda dengan sekarang Marvin justru sangat penasaran melihat ekspresi wajah Maya saat bertemu dengannya.


Dia tidak peduli apa yang akan terjadi nantinya namun membayangkan jika Maya dan Haikal ternyata memiliki hubungan spesial membuat darahnya seperti mendidih dan tidak bisa menerima akan hal itu dan dia bertekad mengakhiri hubungan mereka bagaimanapun caranya, jika sudah seperti itu maka kesalahpahaman di antara mereka sudah pasti tidak terelakkan lagi.


Marvin segera menghubungi Haikal bahkan dia tidak menyuruh Jack melakukannya padahal selama ini dia tidak pernah menghubungi seseorang melalui ponsel pribadinya, jika seseorang ingin berhubungan dengannya maka Jack lah yang bertugas sebagai perantara.


Namun kali ini kasusnya berbeda, Maya, ya wanita itu mampu mengubah kebiasaan sang tuan muda yang sangat irit bicara itu.


"Selamat pagi tuan Haikal". Sapa Marvin melalui sambungan telepon.


"Selamat pagi, maaf saya berbicara dengan siapa?". Tanya Haikal penasaran karena nomor ponsel yang menghubungi itu tidak tersimpan di ponsel miliknya tapi suara di seberang sana tidak asing ditelinganya.


"Marvin Askari, apa anda masih mengenalku tuan Haikal".


"Ahaa, anda pasti bercanda tuan Marvin, bagaimana mungkin aku tidak mengenal anda". Jawab Haikal antusias.


Perbincangan itu semakin seru, Marvin sangat memainkan perannya sebagai seorang partner bisnis yang baik sekaligus juga teman yang akrab padahal selama ini dia sangat tidak mudah untuk akrab apalagi sekedar basa-basi dengan siapapun.


Maka tibalah dimana Marvin menanyakan perihal undangan makan malam yang tempo hari Haikal janjikan kepada asistennya Jack.


"Aku merasa sangat senang jika memang benar anda mengundang kami makan malam dirumah anda tuan Haikal". Ujar Marvin dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


"Ah ya, tentu saja tuan aku juga merasa sangat tersanjung jika anda menyempatkan diri berkunjung kerumah kami, bagaimana dengan akhir pekan ini?". Tanya Haikal tidak ada rasa curiga sedikitpun di benaknya karena Haikal memang tipikal orang yang selalu baik dan ramah terhadap semua orang.


"Lebih cepat lebih baik tuan". Jawab Marvin lagi.


Sambungan telepon itupun berakhir pagi itu dimana Haikal dan Marvin sudah mendapatkan kesepakatan yang mereka inginkan terutama bagi Marvin. Bahagia?, entahlah tapi yang pasti dia tidak sabar ingin bertemu dengan Maya dan juga menghancurkan hubungan Maya dan Haikal sehingga dia punya kesempatan untuk sekedar menghabiskan malam bersama seperti waktu itu.


Marvin juga penasaran mengapa Maya mau menjalani hubungan terlarang dengan Haikal yang sudah jelas berstatus suami orang, jika alasannya adalah uang maka itu sangat mustahil karena Maya adalah seorang pewaris tunggal dari seluruh harta kekayaan keluarga Wijaya, maka dia menarik kesimpulan jika cintalah penyebabnya.


"Cinta?". Tanya Marvin pada dirinya sendiri. "Hanya karena cinta orang bisa melakukan apapun tanpa berpikir benar atau salah, sungguh picik sekali mereka". Maka lengkap sudah deretan ketidakpercayaan Marvin terhadap suatu rasa yang di anugerahkan oleh Tuhan kepada setiap manusia yaitu CINTA.


Jika Marvin tidak sabar untuk menemui Maya maka Haikal juga merasa tidak sabar menunggu kedatangan Marvin karena dari cerita yang dia dengar Marvin sangat tidak mungkin mau berkunjung ke rumah kolega bisnisnya tentu saja Haikal harus bahagia mendapatkan kesempatan itu. Bisa dibayangkan bukan pertemuan seperti apa yang akan terjadi di kediaman Haikal nantinya.


"Permisi tuan, tuan Nino Fernando terus menghubungi saya perihal pertemuan yang di batalkan secara sepihak tempo lalu". Ucap Jack saat memasuki ruangan Marvin, tentu saja pria itu sudah mengetuk pintu terlebih dahulh karena jika tidak dia pasti akan habis di tangan majikannya itu.


"Lupakan saja dan blokir semua akses agar dia tidak dapat menjangkau kita lagi".Jawab Marvin tegas karena baginya Nino bukanlah orang yang bisa dijadikan partner bisnis yang baik.


"Baik tuan, sangat di sayangkan dia tidak bisa menepati janji padahal dia bersahabat baik denga tuan Haikal harusnya dia mencontoh kedisiplinan tuan Haikal". Seperti biasa Jack yng memang banyak bicara itu akan selalu menjelaskan sesuatu yang bahkan selalu Marvin larang namun baru kali ini menyukai penjelasan tidak berguna darinya.


"Dia bersahabat baik dengan tuan Haikal?". Tanya Marvin memastikan lagi karena dia tidak ingin salah dengar karena Jack mengatakan dengan suara yang cukup kecil karena biasanya Marvin tidak mau mendengarkan ocehan tidak bermutu darinya.


"Iya tuan, mereka adalah sahabat baik". Jawab Jack antusias pasalnya baru pertama kalinya majikanya itu merespon ocehannya,

__ADS_1


"Katakan padanya hari ini jam dua siang aku menunggunya disini dan dia tidak boleh terlambat kali ini". Seperti mimpi rasanya jika seorang Marvin Askari memberikan kesempatan kepada seseorang yang dianggapnya tidak layak untuk di ajak bekerja sama hal itu mampu membuat Jack membulatkan matanya.


Sungguh luar biasa buka pengaruh seorang Maya bagi Marvin dia bisa melakukan segala sesuatu diluar kebiasaan selama ini dan mengorbankan kewibawaan hanya agar bisa lebih dekat dengan Mayanya itu.


Tapi entah apa yang terjadi jika dia mengetahui jika pria yang akan diajaknya bekerja sama adalah pria yang siap melakukan apapun demi Maya, bahkan jika dia menemukan pria yang telah menghamili Maya dan tidak mau bertanggung jawab itu dia akan menghabisi dengan tangannya sendiri.


"Apa kau mendengarkanku Jackob?". Tanya Marvin dengan suara tegasnya.


"Te-tentu tuan, saya akan segera menghubunginya". Jack lalu keluar dari ruangan bosnya dan menghubungi Nino.


Jika Jack masih bingung dengan sikap Marvin yang menurutnya tidak wajar itu maka bagi Nino ini adalah kesempatan yang luar biasa karena bekerja sama dengan perusahaan Marvin corp adalah pencapain yang harus dia buktikan kepada sang ayah agar diakui jika dia mampu memimpin perusahaannya dengan baik, karena semala ini sang ayah sering meragukannya karena kebiasaan yang selalu di sibukkan dengan para wanitanya dan juga dunia malam.


Maka tanpa membuang waktu Nino langsung bergegas menuju kantor Marvin karena dia tidak ingin mengecewakan Marvin lagi padahal jam baru menunjukkan pukul satu siang. Nino rela menunggu Marvin selama hampir satu jam asal dia bisa mendapatkan proyek dari perusahaan tersebut.


Tepat jam dua siang Marvin sudah berada diruangannya tentu saja karena ingin bertemu Nino, sebegitu disiplinnya dia sampai waktu yang dia janjikan pun tidak meleset sedkitpun. Nino menjelaskan semua hal tentang perusahaan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Marvin agar bisa bekerja sama dengannya namun siapa sangka tanpa membaca kontrak atau bertanya apapun terlebih dahulu Marvin langsung menyetujuinya dan menandatangani kontrak kerja mereka.


"Terimakasih banyak tuan Marvin aku tidak menyangka jika anda masih mau memberikan perusahaanku untuk bekerja sama dengan perusahaan anda". Ucap Nino sambil mengulurkan tangannya dan segera disambut oleh Marvin.


"Sama-sama tuan Nino, semoga anda tidak akan mengecewakanku". Jawab Marvin dengan senyum yang sulit diartikan karena ada maksud terselubung didalamnya.


"Semakin banyak aku tahu tentangmu maka akan semakin mudah aku menjangkaumu Amaya". Batin Marvin.

__ADS_1


__ADS_2