
"Apa kamu yakin tidak mau aku temani saja disini?". Tanya Anin saat menarik selimut untuk menutupi tubuh Maya sebatas leher agar wanita itu segera beristirahat. Seandainya bu Siti ada dirumah maka sudah dipastika jika beliaulah yang akan menemani Maya namun sangat disayangkan ibu mertua Anin itu sedang berada disalah satu toko kuenya dan menginap disana.
"Tidak, aku sudah baik-baik saja Nin". Jawab Maya singkat. Dia berusaha menutupi semua rasa takut dan sedihnya karena tidak ingin membuat semua orang khawatir akan keadaannya.
Seperti baru saja mengalami mimpi buruk Maya seolah tidak bisa memejamkan matanya meskipun malam sudah larut. Setiap dia berusaha memejamkan matanya bayang-bayang perlakuan tak senonoh Marvin terus saja kembali berputar dengan jelas diotaknya, belum lagi semua perkataan kasar Marvin yang juga sangat mengganggu telinganya itu.
...----------------...
POV MARVIN
Aku pria dewasa berusia 29 tahun saat aku bertemu dengan gadis belia yang cantik berwajah khas indonesianya, Amaya Wijaya.
Berawal dari niat baikku membantu gadis itu dari niat jahat para pria yang sepertinya sedang memanfaatkan dirinya justru akulah yang kemudian berbuat jahat padanya.
Aku pria normal meskipun masih betah sendiri diusiaku yang hampir berkepala tiga ini, ya sangat normal bahkan aku sudah pernah menikah sebelum bertemu dengan Amaya meskipun pernikahanku kandas ditengah jalan.
Celina, cinta pertamaku kami sudah bersama sejak kami kecil lebih tepatnya orang tua kami bersahabat dan kami juga ikut menjadi sahabat baik sejak kecil. Tidak ada wanita lain diduniaku selain Celina karena memang aku sedikit pendiam dan tidak punya banyak teman sehingga itulah yang menjadikan Celina istimewa dihidupku.
Seiring dengan kebersamaan kami tumbuhlah rasa ingin memiliki dihatiku padanya sehingga aku tidak membiarkan satu orang pria pun mendekatinya. Awalnya aku pikir Celina juga merasakan hal yang sama denganku namun aku keliru dan kekeliruanku ini menjadi bumerang untuk diriku sendiri sehingga aku benci dengan cinta dan juga wanita.
__ADS_1
Celina menerima lamaranku, dia mau menikah denganku tentu itu menjadi hal yang sangat membahagiakan untukku namun setelah satu tahun berlalu Celina tidak juga kunjung hamil, bagiku itu bukanlah masalah besar karena hanya Celina yang ku inginkan kalau urusan anak itu hanyalah bonus saja, apalagi kmi baru saja menikah satu tahun.
Hubungan yang awalnya hangat menjadi dingin karena Celina justru sangat menginginkan kehadiran seorang anak hingga memaksaku untuk mengunjungi dokter spesialis kandungan dan memeriksakan kesehatan reproduksi kami berdua.
Dan hasilnya akan keluar satu minggu kemudian, jika aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak membahas masalah anak hal sebaliknya justru dilakukan oleh Celina, dia terus menerus membahasnya dan seolah menyudutkanku sehingga terkesan akulah yang tidak sehat.
Selama seminggu inipun aku dan Celina jarang sekali bertemu, Celina sering meninggalkan rumah dan aku sama sekali tidak melarangnya karena aku pikir Celina butuh waktu sendiri.
Hari ini aku dan Celina janjian untuk bertemu dirumah sakit dan menemui dokter yang kami kunjungi satu minggu lalu untuk mengetahui hasil pemeriksaan kami berdua.
"Anda sangat sehat nona tidak masalah apapun di alat reproduksi anda dan juga tidak ada virus atau penyakit lain, bahkan anda sudah siap untuk mengandung". Ujar dokter dan disambut dengan senyum kepuasan di wajah Celina bahkan aku juga ikut tersenyum karena istriku ternyata bisa mengandung.
"Namun masalahnya ada pada anda tuan Marvin, sel ****** yang anda hasilkan tidaklah memadai untuk melakukan pembuahan, jadi bisa disimpulkan jika akan susah memiliki keturunan". Sambung dokter lagi.
Bak disambar petir disiang hari aku meresa dunianya hancur seketika, pupus sudah harapannya untuk memiliki keturunan padahal selama ini aku merasa tidak ada masalah dalam diriku, aku bukanlah perokok apalagi pemabuk, karena gaya hidup sehat sangat ku junjung tinggi oleh, jika masalah keperkasaan jangan ditanya lagi aku bahkan selalu bisa membuat Celina mendesah kenikmatan dibawah kungkunganku.
Setela Mendengar penjelasan dokter aku bahkan tidak penasaran tentang apa penyebab dan bagaimana penanganannya karena pikiranku buntu dan hampa harus bersikap bagaimana nantinya. Selama perjalanan pulang aku hanya bisa diam aku bingung aku harus malu, marah atau kecewa tapi yang pasti aku butuh Celina untuk menguatkanku karena hanya dialah yang bisa membantuku.
Namun sayangnya jika yang ku harapkan adalah dukungan tenyata yang terjadi adalah sebaliknya, Celina ingin aku menceraikannya dan mengganti rugi waktu yang dia buang percuma selama satu tahun ini.
__ADS_1
"Ceraikan aku". Ucapan yang menjadi pukulan tersakit yang pernah aku rasakan ketika Celina mengucapkannya.
"A-apa yang kau katakan baby?". Tanya senormal mungkin, berpura-pura jika sedang tidak terjadi apa-apa dihidupku.
"Ceraikan aku dan ganti semua kerugian waktu yang aku buang percuma hanya untuk menjadi istrimu selama ini". Jawabnya tegas.
"Apa kau sangat menginginkannya?".
"Tentu, aku tidak ingin membuang lebih banyak waktuku yang sangat dengan pria mandul seperti dirimu". Sungguh menyakitkan ketika setiap kata cinta yang aku ungkapan setiap saat bahkan setiap aku bertatap muka ataupun berkomunikasi dengannya namun dibalas dengan penghina yang sungguh mendalam darinya.
Akhirnya aku memutuskan untuk melepaskannya karena menjeratnya dalam hubungan dan cinta ini juga tak ada gunanya karena Celina ternyata tidak dapat menerimaku apa adanya. Aku yang berharap akan disemangati olehnya dan mencari solusi bersama atas masalah kami justru dituntut dengan hal yang sama sekali tidak masuk akal menurutku.
Maka tanpa mencoba merayunya atau mencoba menahannya untuk bertahan aku turuti semua keinginannya. Aku bukan hanya menceraikannya namun juga menjadikannya janda dengan predikat kaya raya asalkan dia menutup mulut atas penyebab sebenarnya perceraian kami karena tentunya pemberitaan tentang perceraian kami akan menjadi sorotan publik sebab selain aku adalah seorang pembisnis yang cukup sukses dan terkenal dia juga adalah seorang model yang sangat terkenal.
Dia menyetujuinya bahkan dia yang memberi ide jika membuat issue tentang penyebab perceraian kami itu adalah karena dia yang berselingkuh. Sungguh perasaanku semakin tidak karuan saja, entah dia ingin aku simpati padanya atau sebaliknya membuatku semakin merasa bersalah padanya.
Maka sesuai dengan keinginannya kuberikan dia harta yang banyak, rumah mewah, mobil, apartemen, bahkan salah satu perusahaanku tanpa berpikir panjang lagipula untuk apa semua itu kumiliki jika tidak akan ada yang akan mewarisinya kelak jadi biar dia saja yang menikmati karena telah menyelamatkan nama baikku yang telah menyembunyikan kelemahanku didepan publik.
Tidak lama setelah dia menjadi janda yang kaya raya maka pemberitaan tentang penyebab perceraian kami tidak hentinya bergulir dimedia-media, bahkan dia juga sudah menggandeng seorang pria yang diakuinya sebagai kekasih baru tapi anehnya dia melakukannya tanpa beban sedikitpun bahkan hubungan mereka bertahan sampai saat ini.
__ADS_1
Sejak saat itulah aku tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita manapun padahal banyak sekali wanita yang mengejar cintaku bajkan mereka rela menjadi pelampiasan nafsuku meskipun aku tidak menikahi mereka, namun sayangnya rasa maluku terhadap diriku sendiri membuatku tidak bernapsu lagi menyentuh wanita, untuk apa menyentuh mereka jika aku bahkan tidak dapat membuat mereka hamil dan kemudian mereka akan menghinaku dan meninggalkanku seperti halnya yang dilakukan Celina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...