Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 71


__ADS_3

Flashback on


Nino baru saja ingin keluar dari sebuah restoran tempat dia melakukan pertemuan dengan kliennya bersama sang asisten pribadinya. Namun langkahnya terhenti saat orang-orang berlarian kearah kamar mandi wanita dan mengatakan ada wanita hamil yang kecelakaan.


Biasanya Nino tidak pernah peduli hal-hal seperti itu namun entah kenapa kali ini kakinya terus menyeretnya kearah kamar mandi dan melihat apa yang terjadi bahkan dia yang diajak segera kembali ke kantor oleh asistennya menolak dengan tegas dan memerintah sang asisten kembali terlebih dulu ke kantor.


Nino menggeser kerumunan orang-orang yang mengerubungi wanita yang mengalami kecelakaan tersebut hingga dia dapat melihat dengan jelas darah ulang mengalir di antara kedua kaki wanita tersebut. Namun yang membuatnya semakin terkejut adalah ternyata wanita itu adalah Maya.


Ya, entah kecelakaan bagaimana yang terjadi padanya yang pasti saat ini wanita dengan perut yang sangat membesar itu tengah meringis kesakitan. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Maya tentu saja bukan pertemuan seperti ini yang Nino harapkan dari wanita yang pernah mengisi hatinya itu.


Nino panik luar biasa, wajahnya pucat dan untuk menekan ludahnya sendiri dia serasa tidak mampu lagi apalagi dengan kondisi perdarahan Maya yang menurutnya sangat banyak itu.


"Ma-may, kamu kenapa?". Tanya Nino namun dia tidak menunggu jawaban Maya karena langsung dengan sigap menggendong Maya dan membawa Maya ke rumah sakit.


" Minggir". Sentak Nino kepada para pengunjung agar mereka memberikannya jalan untuk segera keluar dari restoran itu dengan setengah berlari sedangkan Maya yang dalam gendongan terus meringis kesakitan.


"Maya, bertahanlah, kita akan segera ke rumah sakit". Ujar Nino panik kepada Maya namun untuk merespon ucapan Nino, Maya sudah tidak sanggup akibat rasa sakit yang luar biasa yang dia rasakan.


Nino segera membawa Maya menuju mobilnya dan melaju dengan sangat kencang menuju rumah sakit dimana ternyata ada sepasang mata yang mengawasinya dari kejauhan yaitu mata sang istri Shely.


Flashback off


Melihat penyerangan yang dilakukan Nino terhadap majikannya membuat Jack ingin turun tangan membalas perbuatan Nino namun Marvin menghalanginya.


"Dia benar Jack, ini salahku karena tidak bisa menjaga istriku dengan baik". Ujar Marvin sambil menarik lengan Jack.

__ADS_1


"Terimakasih telah menolong istriku, sekarang aku sudah ada disini jadi kau bisa pergi dari sini, karena aku yang akan menjaganya". Ujar Marvin tegas.


"Aku tidak akan ke mana-mana sampai memastikan Maya baik-baik saja". Jawab Nino tak kalah tegas.


Bug...


Marvin yang sejak tadi menahan amarahnya akhirnya melayangkan pukulan yang cukup keras di wajah Nino sehingga Shely yang sejak tadi masih menyaksikan mereka merasa sangat terkejut. Nino bangkit hendak menyerang Marvin kembali namun tindakannya itu terhenti saat pintu ruang UGD terbuka.


"Keluarga pasien? ". Tanya dokter ketika keluar dari ruang UGD tempat Maya di periksa.


" Ya, saya suami dokter". Jawab Marvin kepada dokter.


"Nona Maya harus segara di operasi tuan, namun dia kehilangan banyak darah dan kita harus melakukan transfusi darah secepatnya". Ujar dokter lagi.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk istri saya dokter".


" Ambil darah saya dokter, golongan darah saya AB". Jawab Nino tegas.


Mendengar jika darah Nino sama dengan istrinya bukan hanya membuat Marvin bahagia namun juga kembali di bakar rasa cemburu, kenapa harus pria itu yang menjadi penolong bagi istrinya di saat seperti ini.


Tapi di luar itu semua dia tidak mau mengambil resiko apapun untuk keselamatan Maya dan juga anak-anaknya jadi mau tidak mau Marvin harus menyetujuinya.


"Kau lihat bukan, bahkan disaat seperti ini akulah satu-satunya orang yang bisa membantu Maya". Sindir Nino kepada Marvin.


Marvin kembali meraih kerah baju Nino dan bersiap kembali menghajar pria itu namun dokter menegur mereka dengan keras.

__ADS_1


"Jika kalian ingin buat keributan tolong jangan disini, karena ini tempat dimana banyak orang sedang bertarung dengan nyawanya termasuk istri Anda jadi pikirkan saja tentang bagaimana kita bisa segera menyelamatkan istri Anda". Ucap dokter tegas.


" Dan Anda tuan, mari ikut saya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi karena kondisi pasien sedang kritis". Sambung dokter lagi.


Sementara itu Shely merasakan sesak yang begitu luar biasa di dadanya mendengar bagaimana suaminya sangat peduli dan khawatir kepada wanita yang selama ini selalu di srbut-srbut bahkan di alam bawah sadarnya.


Shely sempat berpikir jika Nino mungkin pura-pura atau sengaja memanggil dirinya dengan nama Maya hanya untuk membuatnya cemburu dan sakit hati namun hari ini semua pikirannya itu salah karena dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Nino benar-benar mencintai Maya.


Jikapun suaminya itu benar-benar mencintai Maya, Shely tetap menaruh harapan jika lambat laun dengan kehadirannya disisi Nino dan kebersamaan mereka setiap harinya, suatu saat akan ada namanya di hati Nino namun jika dilihat dari situasi saat ini, hal itu juga mustahil terjadi.


Bahkan mungkin kehadiran bayi yang ada di kandungannya sekarang juga belum tentu akan membuat Nino berpaling dari wanita cantik bernama Maya itu.


"Kamu sungguh sangat beruntung Maya, dicintai bukan hanya oleh suamimu tapi juga oleh suamiku, hidupmu sungguh sempurna sebagai seorang wanita". Batin Shely dengan air mata yang jatuh begitu saja dari matanya.


Shely kemudian menatap perut datarnya dan mengusapnya dengan lembut.


" Tidak apa nak, ada ibu disini yang akan mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini dan kita akan bahagia hidup berdua walau tanpa ayah".


Shely menghapus air matanya dengan kasar, karena dia sudah tidak mau membuang air matanya untuk pria yang sama sekali tidak menganggap dirinya ada, karena saat ini ada hal yang lebih tinggi penting yang harus dia pikirkan daripada harus memikirkan Nino.


Ternyata keputusannya sudah benar untuk merahasiakan tentang kabar kehamilannya kepada Nino. Karena jika Nino tidak menginginkan kehadiran anak itu maka kesedihan Shely pasti akan berlipat ganda dimana dia melihat Nino sangat mengkhawatirkan wanita yang sedang mengandung anak orang lain namun tidak menginginkan kehadiran darah dagingnya sendiri.


Meninggalkan rumah sakit dengan tekad akan memulai hidup baru tanpa Nino, Shely mengendarai mobil menuju rumah kedua orang tuanya karena saat ini hanya merekalah yang bisa membantu dirinya walaupun tingkah mereka terkadang tidak masuk di akal namun Shely yakin jika orang tua tetaplah orang tua yang akan selalu mau melakukan apapun untuk anaknya.


Shely juga akan jujur kepada kedua orang tuanya tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam rumh tangganya bersama Nino dan apa yang menyebabkan sehingga dia dan Nino sampai menikah.

__ADS_1


Jika soal kedua mertuanya Shely memang tidak sampai hati untuk merahasiakan tentang kabar kehamilannya itu namun bertahan di rumah Nino dan jujur tentang kehamilannya juga bukan hal baik untuk dilakukan saat ini karena bisa saja Nino melakukan berbagai cara agar anaknya itu tidak lahir keduanya dan Shely tidak ingin berandai-andai akan hal itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2