
Seminggu sudah Celina berada di mansion Marvin dan selama seminggu ini juga hubungan Marvin dan Maya berjalan lancar seperti sedang tidak terjadi apapun di antara mereka berdua.
Maya tetap dengan pendiriannya yang tidak pernah menunjukkan emosi apapun di hadapan Marvin seolah dia tidak peduli dengan segala hal yang menyangkut pria itu. Sedangkan Celina sendiri masih melancarkan aksinya yang selalu berusaha memanaskan keadaan terutama membuat Maya cemburu meskipun dia selalu gagal dengan aksinya itu.
Maya sangat pandai dalam memaiankan mimik wajahnya sehingga sangat sulit bagi musuh untuk menjatuhkan dirinya bahkan suaminya sendiripun tidak dapat menebak isi hati sang istri namun satu hal yang menarik dari Maya yaiti dia tetap saja bersikap lembut dan elegant dalam keadaan apapun.
Bahkan pernah satu ketika Celina menyindir Maya, dia mengatakan jika antara Marvin dan juga Maya tidak adanya cinta mereka terikat satu sama lain hanya karena Maya sedang mengandung anak Marvin maka Maya menjawabnya dengan sangat cerdas yaitu anak ada dari hasil bercinta, ada atau tidaknya cinta Maya tak pernah ambil pusing lagipula mereka selalu bercinta dan bercinta setiap malamnya, sehingga membuat Celina yang mendengarkan hal tersebut menjadi panas.
"Wanita ini ternyata bukan wanita yang mudah aku kalahkan, umurnya memang masih muda tapi mentalnya lumayan juga". Gumam Celina menatap Maya dengan tatapan sinis.
Namun pada kenyataannya apapun yang terucap oleh bibirnya dan bagaimanapun dia bersikap terhadap Marvin maupun Celina hati dan perasaannya tetap tidak bisa di bohongi, wanita hamil itu merasa nyeri yang begitu dalam saat Celina mengatakan hal tersebut karena harus di akui olehnya jika apa yang Celina ucapkan memang benar adanya.
Hanya saja dia selalu menghibur diri untuk tidak ambil pusing tentang permasalahan rumah tangganya itu asalkan anaknya bisa lahir dengan status yang jelas meskipun dia tidak tahu apakah setelah anaknya lahir Marvin akan tetap mempertahankan dirinya atau justru dia akan kembali kepelukan mantan istriny,la. tapu satu hal yang pasti dia akan memastikan jika Marvin tidak akan merebut anak-anaknya.
Hari ini Maya sudah membuat janji dengan Joe untuk bertemu perihal informasi yang di inginkannya. Maya sengaja bertemu dengan Joe di luar karena dia yakin jika Celina melihat kehadiran Joe di mansion pasti Celina akan mencari tahu siapa dan apa yang dilakukan oleh Joe disana.
Maya juga sengaja tidak memberitahukan Marvin jika dia akan keluar mansion karena jika pria itu tahu pasti Marvin tidak akan membiarkannya pergi sendirian, akan banyak pengawal dan bahkan Marvin sendiri yang akan mengantarkannya. Jadi hanya berbekal seorang supir yang mengantarkannya ke sebuah restoran maka Maya bisa pergi dengan aman.
"Selamat siang nona, lama tidak bertemu". Sapa Joe saat Maya baru saja tiba di sebuah resetoran yang sudah mereka sepakati.
__ADS_1
"Siang Joe, bagaimana?". Tanya Maya tidak sabaran membuat Joe tersenyum tipis.
"Sebaiknya kita makan siang dulu nona, anda dan anak-anak anda pasti sudah lapar karena menempuh perjalanan yang cukup padat tadi".
"Oh ya ampun Joe, kau ini suka sekali membuatku penasaran, bilang saja jika kau yang sudah kelaparan". Kelakar Maya lalu mereka sepakat jika akan membahas informasi tentang Marvin setelah makan siang.
Lama tak bertemu tenyata membuat Joe dan juga Maya memiliki banyak bahan untuk mereka perbincangkan di sela-sela makan siang itu, bukan hanya tentang perusahaan Wijaya namun juga tentang kehidupan mereka sehari-hari. Mereka memang akrab sejak dulu karena Maya tidak memiliki banyak teman di luaran sana jadi Joe yang memiliki umur tak beda jauh di atasnya itu bisa di jadikan asisten sekaligus teman yang baik untuk Maya.
" Nona bolehkah saya bertanya sesuatu?". Tanya Joe menatap intens wajah Maya yang berada dj hadapannya.
"Joe, jangan terlalu formal begitu, kita hanya berdua jadi tanyakan apapun yang ingin kau tanyakan dan tidak perlu memanggilku dengan sebutan Nona". Jawab Maya dengan wajah yang di hiasi senyuman, tidak dapat di pungkiri jika bertemu dengan Joe membuat suasana hati Maya sedikit membaik.
"Itu, tentu saja Joe, aku bahagia apalagi sebentar lagi aku akan bertemu mereka". Jawab Maya sambil tersenyum dan mengelus perut buncitnya membuat Joe juga ikut tersenyum.
Tanpa bertanya lebih detail Joe bisa melihat jika Maya tidak sebahagia yang dia katakan namun bukanlah haknya untuk bertanya lebih karena rumah tangga Maya adalah ranah pribadi yang tidak mungkin dia campuri.
Interaksi antara Maya dan Joe ternyata di awasi dengan jelas oleh seorang pria tampan yang duduk tak jauh dari mereka meskipun pria itu tidak dapat mendengar dengan jelas percakapan Maya dan Joe namun senyuman yang lagi-lagi di tampilkan dengan mudah oleh Maya di depan pria lain membuat darahnya mendidih, ya, Marvin ternyata mengikuti Maya sejak istrinya itu keluar dari mansion.
Bukan sang supir yang melapor jika Maya keluar mansion, namun GPS yang terhubung langsung dari ponsel Maya ke ponselnya lah yang membuat Marvin tahu. Bukan pertemuan Maya dengan Joe secara diam-diam saja membuat pria itu terbakar amarah karena nyatanya dia tahu jika Joe yang memegang kendali perusahaan Wijaya tentu mereka akan selalu berhubungan satu sama lain namun senyuman indah milik istrinya yang jarang di perlihatkan di hadapannya namun dengan mudahnya di perlihatkan di depan pria lain termasuk Joe dan Jack.
__ADS_1
Marvin yang tidak sanggup melihat istrinya terus-terusan tertawa lepas bersama pria lain akhirnya memilih pergi dari sana dia dengan kilatan amarah di matanya bahkan dia tidak menyentuh makan siangnya sedikitpun. Ingin sekali dia menghabisi pria itu detik itu juga namun dia tidak mungkin melakukannya karena Maya sendiri yang mendatangi Joe tanpa paksaan bahkan tanpa izin darinya.
"Menurut informasi yang saya dapatkan, Tuan Marvin dan Nona Celina menikah selama 3 tahun dan mereka tidak memiliki anak". Ujar Joe, tidak memiliki anak menjadi point penting bagi Maya karena jujur dia tidak ingin anak-anaknya memiliki kakak tiri yang pada akhirnya mereka akan saling berebut kasih sayang dari Marvin.
"Nona Celina dan tuan Marvin sudah bersahabat sejak kecil dan nona Celina cinta pertama sekaligus wanita satu-satunya di hidup tuan Marvin sampai akhirnya dia menikahi anda nona". Sambung Joe lagi namun informasi kali ini sedikit mencubit hati Maya karena benar seprti yng sering di katakan oleh Celina jika Marvin tidak pernah dekat dengan wanita selain dirinya.
"La-lalu apa yang membuat mereka bercerai?". Tanya Maya.
"Beberapa media mengatakan jika kesibukan tuan Marvin membuat nona Celina jenuh dan akhirnya mereka bercerai karena nona Celina berselingkuh dengan pria lain dan lebih memilih meninggalkan tuan Marvin padahal banyak media yang mengabadikan momen romantis mereka berdua dimana tuan Marvin terlihat sangat mencintai nona Celina".
Deg....
Setelah mendengar semua informasi tentang masa lalu suaminya itu dan membawa beberapa berkas yang didalamnya liputan dari media di Dubai tentang Marvin dan Celina. akhirnya Maya memutuskan untuk pulang tentu dengan raut wajah yang terlihat biasa saja seperti sedang tidak merasakan apapun.
Namun lain halnya dengan pandangan Joe, dia sudah kenal Maya sejak dulu jadi dia tahu betul ketika wanita itu sedang berusaha terlihat baik-baik saja.
"Nona". Seru Joe, Maya yang hendak naik mobil menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Ada apa lagi Joe?".
__ADS_1
"Jika butuh sesuatu katakan saja padaku karena aku akan selalu membantu anda, kapanpun itu". Maya menganggukkan kepala sambil tersenyum getir mendengar ucapan Joe lalu kemudian masuk ke mobil.