Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 53


__ADS_3

"Dia tidak mengenaliku, dia memanggil nama mantan istrinya itu". Ujar Maya dengan rasa sesak yang menyeruak di dadanya.


Nino hanya bisa diam dan menggenggam erat tangan Maya. Jack sangat terganggu dengan kehadiran Nino disana langsung berusaha memisahakan Maya dan Nino.


"Eheem". Suara Jack membuat genggaman tangan Nino langsung di lepaskan oleh Maya. " Nona, ini sudah larut mala sebaiknya nona istrahat dulu, saya sudah siapkan kamar khusus untuk anda di sebelah ruangan tuan muda". Ujar Jack kemudian.


"Bagaimana dengan keadaan Marvin saat ini?". Tanya Maya.


"Dokter sudah memberikan obat penenang untuk tuan muda, kita akan lihat perkembangan tuan muda lagi besok, sekarang mari saya antrkan anda ke kamar karena anda pasti sangat kelelahan, setidaknya beristirahatlah untuk bayi-bayi anda nona". Ucap Jack penuh penekanan seolah mengusir kehadiran Nino disana.


"Baiklah kalau begitu". Jawab Maya pasrah.


"Dan anda sebaiknya pulang saja tuan Nino karena nona Maya akan aman bersama saya dan para pengawal disini". Jack menatap tajam ke lawan bicaranya, begitu juga dengan Nino dia juga menatap tajam kearah Jack bahkan sampai membuat rahangnya mengeras.


"Baiklah aku pulang dulu May, besok aku akan kesini lagi atau kapanpun kamu membutuhkanku, aku akan segera kesini, oke?". Ucap Nino.


"Oke, Terimakasih Nino". Maya kemudian pergi meninggalkan Nino seorang diri disana. Jack bahkan memberi kode agar Nino tidak pernah mencoba mencari kesempatan untuk mendekati Maya dalam keadaan seperti ini hingga membuat emosi Nino memuncak.


"Shiit, asisten Marvin itu memang sangat picik". Ucapnya lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Saat Maya sudah berada di kamar yang siapkan khusus untuknya dan sangat nyaman itu Jack berkata. "Nona sebaiknya anda menjaga jarak dengan tuan Nino apalagi dalam keadaan seperti ini".

__ADS_1


"Nino hanya seorang teman, sahabat bahkan kakak bagiku Jack tidak lebih dari itu". Jawab Maya.


"Tapi saya melihat hal yang berbeda dari diri tuan Nino, jad jaga jarak saja dengannya karena jika tuan muda tahu dia pasti akan menghabisi tuan Nino yang mencoba mengambil kesempatan dalam keadaan ini".


"Marvin?, haha, dia bahkan tidak mencari diriku tadi, dia justru mencari mantan istrinya tercintanya itu. Aku menyerah Jack, aku akan pergi agar Marvin bisa kembali kepada Celina". Jawab Maya ketus.


"Anda pasti salah paham nona". Jack mengambil buket bunga yang di belikan Marvin tadi untuk Maya lalu menyerahkannya kepada Maya. "Ini bunga yang tuan muda belikan untuk anda sehingga menyebabkan kecelakaan itu, Bahkan tuan muda menolak ketika saya menawarkan diri untuk membelikannya karena tuan muda ingin dia sendiri yang memilihkan bunga itu untuk anda nona". Jelas Jack panjang lebar.


"Nona, saya mengerti jika usia pernikahan anda dan tuan muda masih sangat singkat dan tentu banyak keraguan di hati anda untuknya tapi yakinlah satu hal jika tuan muda sangat mencintai anda bahkan tuan menyuruh saya untuk menjaga jarak dengan anda karena tuan tidak ingin ada pria lain yang dekat dengan anda selain dia. Anda tahu dia juga memasang CCTV di kamar kalian dan juga GPS di ponsel anda jadi tuan bisa memantau gerak gerik anda kapan saja dan dimana saja dia mau". Sambung Jack lagi.


"Oh, ya ampun, apa iyu benar Jack?. Tapi dia bahkan tidak pernah mengatakan apapun kepadaku Jack, dia juga sempat meragukan kehamilanku ini". Jawab Maya sambil memeluk bunga yng di berikan oleh Jack tadi.


"Lihatlah ini nona". Jack membawa sebuah brosur yang di pesan Marvin tadi kepadanya yang ternyata brosur tempat-tempat indah yang nyaman untuk di kunjungi oleh wanita hamil selama babymoon.


"Dan ini". Jack menyerahkan sebuah file di tangan Maya.


Maya membaca seksama isi file tersebut dan betapa terkejutnya dia ternyata isi file tersebut adalah hasil pemeriksaan yang menyatakan jika suaminya sulit memiliki keturunan.


"A-apa maksudnya ini semua?". Tanya Maya tak percaya.


Jack kemudian menceritakan semuanya kepada Maya mulai dari hubungan Marvin dan Celina sejak kecil hingga akhirnya mereka menikah. Jack juga menjelaskan bagaimana kejamnya Celina merekayasa hasil pemeriksaan kesehatan Marvin sehingga membuat Marvin sempat putus asa dan tidak mau lagi berhubungan dengan wanita manapun lagi.

__ADS_1


Maya mencerna kata demi kata yang di ucapkan oleh Jack, dia sekarang mengerti mengapa suaminya itu tidak pernah mencarinya dulu bahkan meninggalkannya begitu saja di hotel bahkan sampai tidak percaya jika anak yang di kandung olehnya adalah anak Marvin.


Jika awalnya Maya menganggap jika takdirnya cukup rumit maka takdir yang dijalani oleh Marvin juga tidak kalah rumit dari dirinya. Maya mencoba menerima semua kenyataan ini mungkin kesalahannya di masa lalu yang pernah mencoba merebut Haikal dari sisi Anin membuat dirinya harus menjalani takdir serumit ini.


"Sekarang apa anda akan tetap menyerah pada keadaan dan membiarkan wanita sejahat Celina memanfaatkan keadaan tuan muda yang sedang tidak berdaya seperti saat ini nona?". Tanya Jack di akhir ceritanya.


"Berjuanglah nona setidaknya untuk yang terakhir kalinya. Dokter mengatakan jika kemungkinan kerusakan pada otak tuan muda yang menyebabkan dia melupakan sebagian memorinya dan mengingat sebagian lainnya dan itu bisa di sembuhkan dengan terapi obat dan juga membiasakan tuan muda melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan akhir-akhir ini".


"Nona, nona Celina bukanlah wanita yang baik untuk anda menyerahkan suami anda begitu saja untuknya, anda dan juga bayi anda lebih berhak atas tuan Marvin jadi pikirkanlah lagi karena saya akan selalu berada di samping anda dan memastikan jika anda tidak akan sendirian". Bujuk Jack panjang lebar.


"Baiklah Jack, anggap saja aku setuju dan aku hanya akan bertahan semampuku saja". Jawab Maya pasrah.


"Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali nona". Seru Jack penuh kemenangan.


Entah ini keputusan yang benar atau tidak untuk Maya, namun yang pasti mempertahankan haknya sebagai istri sah bukan satu hal yang salah untuk dilakukan olehnya.


Berkaca dari rumah tangga Haikal dan Anin yang dulu juga pernah di terpa masalah, Maya meyakini satu hal jika ada cinta di dalam sebuah hubungan maka hubungan tersebut wajib di pertahankan dan di perjuangkan dan kali ini meskipun hatinya ragu dia hanya memegang sebuah prinsip jika dibalik kesedihan bertubi-tubi yang dia rasakan saat ini akan berbuah kebahagiaan yang tiada tara di masa yang akan datang.


Namun yang tidak pernah di bayangkan oleh Maya adalah jika suaminya bersikeras memanggil-manggil nama Celina atau bahkan sampai mengundang Celina untuk kembali ke indonesia lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Mohon maaf kalau kelanjutan novel ini gak sesuai dengan ekspektasi kalian, karena seperti dari awal udah aku jelasin kalau novel ini memang lebih ngenes dari novel sebelumnya 🙏🏻


__ADS_2