Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 45


__ADS_3

Pagi ini Maya di kejutkan dengan sosok wanita cantik yang tidak asing di matanya, ya Celina saat ini sedang tersenyum manis kearahnya dan Marvin yang baru saja turun dari lantai dua.


"Selamat pagi, ayo sarapan. aku sudah masak masakan khas Dubai untuk kalian". Ujarnya tanpa dosa.


Deg...


Maya melirik kearah Marvin yang hanya memasang wajah datarnya, dia tidak habis pikir bagaimana bisa Marvin mengizinkan Celina bermalam di mansion mereka tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu.


"Pagi, Terimakasih". Jawab Maya dengan senyum canggung.


Tanpa berkata sepatah katapun mereka bertiga menghabiskan makanan di ipng mereka masing-masing. Marvin tampak lahap menyantap masakan itu mungkin karena dia sudah merindukan masakan khas negaranya dan anehnya Maya juga sangat menikmati masakan itu entah itu karena bawaan bayinya atau mungkin makanan yang Celina masak benar-benar lezat, namun Maya tidak mau mengakuinya karena yang memasaknya adalah Celina.


Celina tersenyum sinis menatap kearah mantan suaminya itu, dia tahu betul jika Marvin sangat menyukai setiap masakannya. Kedekatan Celina dengan ibu Marvin sejak kecil membuat gadis itu banyak belajar berbagai masakan yang disukai oleh Marvin bahkan bumbu yang di gunakan Celina nyaris sama dengan yang di gunakan oleh mantan ibu mertuanya itu sehingga Marvin terkadang tidak bisa membedakan masakan kedua wanita beda generasi itu.


"Aku selesai". Marvin menyelesaikan makannya lalu menatap Maya yang tidak merespon ucapannya. "Aku pergi dulu sayang, jaga dirimu". Ucapnya kemudian mengecup kening Maya tanpa mempedulikan kehadiran Celina disana.


"Heem". Hanya itu jawaban pamungkas yang sering kali keluar dari mulut Maya dan Marvin sudah sangat terbiasa. Bahkan Maya tidak peduli dengan penilaian Celina tentang kondisi rumah tangganya karena dia masih sangat kecewa dengan sikap Marvin. Celina yang menyadari jika ada yang tidak beres dengan kondisi rumah tangga Marvin dan Maya seperti mendapat angin segar karena tugasnya untuk menyingkirkan Maya pastilah tidak akan sulit.


"May, kau tidak keberatan kan jika aku tinggal untuk sementara waktu di mansion ini?". Tanya Celina kepada Maya.

__ADS_1


"Kenapa bertanya padaku, tanyakan itu pada Marvin". Jawab Maya acuh.


"Marvin tentu saja tidak akan keberatan, bahkan mungkin dia akan senang karena selama aku disini perutnya akan dimanjakan oleh berbagai macam masakan kesukaannya. Apa kau juga sering memasak untuknya?". Tanya Celina lagi bahkan tanpa dosa memamerkan keahliannya memasak.


"Tidak, aku bahkan tidak bisa memasak apapun". Jawab Maya lagi dengan acuh.


"Oh ya ampun, sayang sekali padahal Marvin sangat menyukai masakan rumahan seperti yang aku masakan tadi".


"Benarkah?, aku bahkan tidak tahu karena yang aku tahu saat Marvin ada dirumah dia hanya ingin aku selalu berada di dekatnya tanpa boleh melakukan apapun dan ini lihat hasilnya". Jawab Maya sambil mengelus perut buncitnya dengan nada tak kalah angkuh dari Celina tadi lalu meninggalkan Celina begitu saja menuju kamarnya dengan wajah kesal yang terlihat jelas.


Bagaimana Celina tidak merasa kesal, karena dia menganggap jika perkataan Maya barusan adalah untuk mengindir dirinya padahal Maya sendiri tidak tahu apapun tentang masalalunya dengan Marvin.


Maya tahu jika Celina berada disana adalah untuk berusaha merebut hati suaminya namun yang menjadi dilema di hatinya adalah hati Marvin sampai saat ini saja belum bisa di rebut olehnya, lalu bagaimana bisa Celina berusaha merebutnya karena itu dia berpikir mungkin saja Marvin akan mudah kembali kepada mantan istrinya itu apalagi selain Celina adalah wanita yang sangat cantik, dia juga sepertinya tahu banyak hal tentang suaminya yang dia sendiri tidak tahu menahu.


Seketika Maya teringat akan betapa liciknya dia dulu ketika berusaha merebut Haikal dari Anin, mungkinkah kehadiran Celina dalam rumah tangganya adalah balasan dari perbuatan jahatnya di masalalu, entahlah namun yang jelas dia akan mencari tahu semua tentang masa lalu suaminya dengan wanita yang saat ini tinggal bersama mereka itu.


Haikal dulu masih bisa bertahan dan tidak mudah tergoda oleh godaannya meskipun dirinya berusaha merebut Haikal dengan berbagai cara dari Anin, itu karena mereka memang saling mencintai lalu bagaimana nasib rumah tangganya jika tidak ada cinta di antara mereka berdua apalagi wanita yang berusaha merebut perhatian Marvin adalah wanita yang pernah menjadi istri suaminya itu di masa lalu.


Maya menatap pantulan dirinya di depan cermin, memandang wajah dab bentuk tubuhnya yang sangat jauh ketinggalan jika di bandingkan dengan Celina apalagi dalam kondisi sedang mengandung begini, Maya merasa tubuhnya semakin berisi tak berbentuk lagi dan wajahnya sangat jelek pasti Marvin akan malu jika membawanya kemana-mana.

__ADS_1


Maya meraih ponsel yang sejak tadi di letakkannya begitu saja di atas nakas dan menghubungi seseorang yang di yakini olehny dapat memberikan informasi akurat tentang segala hal yang berhubungan dengan msa lalu suaminya.


Bukanlah Jack yang menjadi pilihan Maya untuk memberikan informasi tentang Marvin karena Maya sadar betul walau bagaimanapun Jack tetaplah asisten pribadi Marvin jadi sangatlah tidak mungkin jika Jack akan mengkhianati tuannya hanya demi Maya.


Joe, ya asisten pribadi keluarga Maya yang selalu bisa di andalkan dalam kondisi apapun, bahkan saat ini Joe lah yang menangani semua perusahaan milik keluarga Wijaya tanpa perlu Maya turun tangan sendiri tapi perusahaan itu tetap berkembang cukup pesat meskipun tidak ada lagi Darmadi Wijaya yang memimpinnya.


"Joe bantu aku dapatkan informasi appuntentang Marvin". Seru Maya saat sambungan teleponnya tersambung.


"Baik nona saya akan dapatkan semua informasi tentang tuan Marvin secepat mungkin". Jawab Joe tegas.


Mendengar Joe yang menyanggupi keinginannya membuat Maya dapat bernapas lega. Namun dia tetap saja merasa di bohongi oleh Marvin tentang status sebenarnya pria itu, dia masih tidak bisa terima jika dia menikahi seorang duda, lalu bagaimana nanti jika sebenarnya Marvin sudah memiliki anak bersama Celina hal itu pasti akan membuat kepalanya semakin pusing saja karena itu artinya dia memiliki anak tiri dari sang suami.


"Haaah, aku masih tidak percaya jika dia adalah seorang duda, semoga saja aku tidak memiliki anak tiri". Teriak Maya di dalam kamarnya.


Dalam kamarnya itu dia bisa mengekspresikan semua perasaannya karena ruangan itu kedap suara jadi tidak ada satu orang pun yang akan mendengarkan setiap ocehannya.


"Oh ya ampun, takdir macam apa ini tuhan aku bahkan saat ini tinggal di bawah atap yang sama dengan mantan istri suamiku sendiri". Serunya lagi, entah mengapa berteriak seperti itu membuat hatinya sedikit lebih lega.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2