
5 Tahun Kemudian
"Mama, ayo sini kejar Sheno". Teriak seorang anak lelaki berusia 4 tahun dengan semangatnya bermain kejar-kejaran dengan sang mama.
"Shen, jangan lari kencang-kencang nanti kamu jatuh sayang". Jawab wanita cantik nan anggun yang tak lain adalah mamanya Sheno.
Benar seperti yang di katakan oleh mamanya, bocah bernama Sheno itu terjatuh akibat tidak dapat menyeimbangkan langkahnya dan hal itu tentu saja membuat sang mama sangat khawatir dan segera berlari menuju anaknya.
"Shen, kamu tidak apa-apa sayang? ". Seru wanita cantik itu.
" I'm okay mom". Jawab Sheno sambil tersenyum lebar padahal terlihat jelas dia menahan sakit akibat luka di lututnya.
"Kamu terluka Shen, apanya yang baik-baik saja hah? ". Tanya sang mama gusar dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Ma, jangan menangis, Sheno tidak apa-apa, ini hanya luka kecil, seorang lelaki tidak boleh cengeng kan? ".
"Kamu ini, siapa bilang kalau seorang lelaki tidak boleh menangis nak". Ujar wanita itu sambil mencubit gemas pipi anaknya.
"Sheno tidak akan menangis karena Sheno tidak mau membuat mama sedih, Sheno akan selalu melindungi mama dan membuat mama bahagia". Jawab Sheno sambil mengusap air mata di pipi sang mama dengan sangat lembut lalu memeluknya.
Ya, begitulah bocah kecil berusia empat tahun bernama Sheno itu, tidak pernah mau terlihat lemah di hadapan sang mama karena dia mengatakan jika dirinya seorang lelaki dan lelaki harus kuat dan bisa melindungi seorang wanita terutama mamanya yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Hal itu juga yang membuat sang mama sangat merasa bahagia karena di usianya yang masih sangat muda Sheno sudah sangat pintar dan kritis dalam berpikir, belum. lagi kalimat itu membuat sang mama merasa sangat di cintai oleh anaknya.
Bukan tanpa alasan membuat bocah yang punya pikiran dewasa sebelum waktunya itu, hal itu di picu oleh kerapnya dia melihat sang mama menangis di kegelapan malam dan juga karena sang mama membesarkan dia tanpa seorang papa.
"Shel, Shen kenapa?". Tanya seorang pria yang baru saja tiba di sana, ya wanita cantik yang menjadi mama Sheno adalah Shely. Pria itu tampak sangat panik melihat darah segar di lutut Sheno.
"Marqin, kamu disini? ". Shely bertanya balik kepada pria itu.
" Aku tadi ke rumahmu dan ibu mengatakan jika kalian tidak di rumah dan sedang berada di taman ini". Jawab Marqin.
"Shen tadi lari-larian dan terjatuh makanya kakinya luka dan berdarah seperti ini".
Bahkan Sheno punya panggilan sayang kepada pria yang selalu setia menemani mamanya itu dalam keadaan apapun yaitu Daddy, dan Marqin sangat menyukai panggilan itu karena itu menandakan jika ketulusannya kepada Shely dan Sheno dapat di terima dengan baik oleh bocah tampan itu.
Shely terus melihat interaksi dari putranya Sheno dengan Marqin yang terlihat sangat akrab itu membuat hatinya teriris dimana ayah kandungan dari putranya saja tidak pernah tahu tentang kehadiran Sheno tapi pria asing seperti Marqin bisa dengan tulus menyayangi anaknya.
Selama lima tahun kepergian Shely dari kehidupan Nino, Shely menghadapi kehidupan yang sangat sulit, hamil tanpa suami dan hanya berbekalkan uang tabungan yang dia miliki bukanlah hal mudah. Belum lagi tidak ada perusahaan atau tempat usaha apapun yang mau menerima seorang wanita hamil untuk bekerja.
Belum lagi bapak Shely juga meninggal dunia akibat penyakit yang sudah di deritanya saat usia kandungan Shely baru menginjak lima bulan atau lebih kurang tiga bulan setelah dia dan kedua orang tuanya meninggalkan rumah Nino.
Maka lengkap sudah penderitaan yang dia rasakan saat itu, mungkin hal itu juga yang membuat Shone tidak mau terlihat lemah di hadapan mamanya karena dia merasa sebagai satu-satunya lelaki di dalam keluarganya yang harus melindungi mama dan neneknya.
__ADS_1
Marqinlah yang selama ini membantunya, berawal dari rasa ibanya terhadap wanita muda yang dalam keadaan hamil itu, Marqin mempekerjakan Shely bahkan tanpa mempedulikan tentang ijazah atau berkas lainnya yang di butuhkan untuk melamar pekerjaan.
Marqin adalah kembaran Marvin yang pernah saja kali di lihat oleh Shely saat bertengkar di rumah sakit dengan Nino dulu, namun Shely sampai saat ini masih berpikir keras dimana dia pernah melihat pria itu karena dia merasa jika dia pernah melihat Marqin tapi entah dimana, mungkin karena hanya sekali Shely melihat Marvin di rumah sakit jadi dia tidak mampu mengingatnya apalagi saat itu fokusnya hanyalah kepada sang suami.
Pria tampan keturunan negara Dubai itu memang sudah menetap di Indonesia dan mengembangkan bisnisnya di sini. Hubungannya dengan Marvin juga sudah sangat baik saat ini sehingga tidak ada alasan lagi baginya untuk meninggalkan Indonesia lagi karena dia ingin selalu bersama dengan saudara kembarnya terutama para keponakannya yang semakin menggemaskan dari hari ke hari, Malik dan Michaela.
Meskipun berawal dari rasa iba namun lama kelamaan Marqin merasa nyaman dengan wanita cantik bernama Shely itu apalagi setelah dia tahu apa alasan Shely tidak memiliki berkas bahkan kartu Identitas apapun untuk melamar pekerjaan.
Seiring berjalannya waktu mereka menjadi akrab dan Marqin juga pernah melamar Shely untuk menikah dengannya agar anak yang di kandung oleh Shely memiliki ayah namun sayangnya Shely tidak bisa menerima lamaran dari pria tampan itu karena bagaimanapun statusnya masih sah sebagai istri Nino karena Shely memang tidak pernah bercerai dengan Nino baik secara hukum maupun secara agama. Bahkan saat Sheno lahir dunia ini Marqin juga yang setia menemani Shely saat itu.
Jika ada yang bertanya mengapa Nino sangat sulit mendapatkan jejak istrinya itu tentu saja itu semua karena campur tangan Marqin. Pria itu memang tidak pernah bertanya kepada Shely siapa suaminya dan kenapa mereka sampai harus berpisah namun Marqin tahu semua tentang Nino bahkan sampai pada perasaan pria itu terhadap adik iparnya Maya.
Berbekal tentang segala informasi itulah Marqin semakin menjauhkan Shely dari suaminya karena dia menilai pria seperti Nino sungguh tidak pantas dengan wanita sebaik dan seluruh Shely.
Dan karena itu pula Marqin juga tidak pernah memaksa Shely untuk mengajukan gugatan perceraian kepada Nino karena dia tidak ingin Nino tahu keberadaan Shely dan Sheno yang kemudian membuat Nino menyusul Shely kesini.
Shely, Sheno Dan ibu Shely padahal berada tidak jauh dari kita Jakarta namun karena kecerdasan dan kekuasaan yang dimiliki oleh Marqin dan juga saudara kembarnya Marvin lah yang membuat Shely bisa menghilang dari kehidupan Nino bak di telan bumi, pria itu bahkan hampir kehilangan kewarasannya untuk menemukan Shely dan Marqin sangat menikmati akan hal itu.
Marvin dan Maya tentu saja tidak mengetahui permainan yang di lakukan oleh Marqin selama ini, karena dia tidak mau mengusik rumah tangga adiknya bersama Maya dengan urusan pria yang bernama Nino itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1