
Aku terima semua perlakuan kasar mereka padaku namun satu yang membuatku malu dan merasa terhina saat tuan Haikal mengatakan jika Amaya sedang mengandung anakku. Haruskah aku berteriak jika aku tidak bisa memiliki keturunan agar mereka sadar jika mungkin Amaya sedang menipu mereka, ternyata wanita semuanya sama saja.
Lalu kenapa dia tidak membantahnya padahal tuan Haikal bisa saja membunuhku atas tuduhanya yang salah itu. Mengapa dia justru menangis dan tepukul, ingin aku berteriak, Amaya jelaskan yang sebenarnya pada mereka, tapi sisa energiku sudah hampir habis meskipun kucoba untuk bertahan sekuat tenaga.
Dan mereka?, mereka siapa maksud tuan Haikal tadi, sayup-sayup aku dengar ancaman tuan Haikal masuk ke dalam indera pendengaranku membuatku tidak lagi bisa bertahan dengan semua teka-teki ini apalagi kondisi fisikku yang sudah hancur berantakan ulah mereka. Gelap, semuanya gelap dan aku tidak dapat merasakan apapun lagi.
Entah berapa lama dan dimana saat ini aku berada namun yang pasti begitu aku membuka mataku secara perlahan karena menahan rasa sakit yang masih terasa dikepalaku yang pertama kali aku pikirkan adalah tentang Maya.
Entah apa langkah yang akan aku lakukan berikutnya namun jika saja yang dikatakan oleh tuan Haikal saat itu adalah kebenaran maka aku adalah pria yang paling bahagia namun harapan tinggallah harapan aku hanya pria yang kelihatannya sempurna dari luar namun sangat menyedihkan dari dalam.
POV END....
Sementara itu sudah dua hari lama Marvin tidak sadarkan diri di rumah sakit dan selama dua hari pula Jack setia menemani tuannya. Tidak ada yang bisa dilakukan Jack namun sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada kehidupan Marvin untuk menyelidikinya Marvin tidaklah bisa melakukannya tanpa perintah dan persetujuan Marvin sendiri.
Mata indah milik Marvin bergerak secara perlahan-lahan, Jack yang melihatnya tersenyum antusias karena Marvin yang mengalami geger otak ringan itu akhirnya siuman juga. Secepatnya dia memanggil dokter untuk memberitahukan jika Mqrvin sudah sadar.
"Bagaimana keadaan tuan Marvin dokter?". Tanya Jack setelah dokter melakukan pemeriksaan, sedangkan Marvin tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Cukup baik, jika keadaannya semakin membaik tidak lama lagi tuan Marvin akan sembuh". Jelas dokter.
__ADS_1
"Baik, terimakasih dokter". Jack melihat kearah Marvin tidak ada ekspresi apapun di wajahnya dan jika keadaan sudah seperti itu biasanya Jack sudah tahu jika majikannya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Ada yang anda butuhkan tuan?". Tanya Jack membuka percakapan di antara mereka. Marvin sama sekali tidak merespon pertanyaan Jack tatapannya hanya kosong.
Entah apa yang dipikirkannya namun Jack yang sangat penasaran akhirnya kembali mencoba membuka suara. "Tuan, tidakkah anda penasaran dengan anak yang ada didalam kandungan nona Maya, bisa saja itu memang benar anak anda tuan karena seperti yang kita ketahui tuan Haikal adalah pria yang sangat jujur".
Marvin menatap lurus kedepan. "Tuan Haikal memang jujur tapi bisa saja Amaya yang berbohong dan menipunya". Jawab Marvin singkat.
"Bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya tuan, nona Celina lah yang ternyata berbohong". Ucapan Jack sama sekali tidak ada dalam pikiran Marvin karena baginya hal itu mustahil terjadi.
Dia ingat betul ketika proses perceraian mereka Celina bahkan spat terpuruk akibat pemberitaan mengenai rekayasa perselingkuhannya dengan pria lain. Celina seolah pasang badan untuk Marvin agar Marvin tidak dipandang rendah oleh orang lain lalu bagaimana bisa Marvin berpikiran jahat kepada Celina.
Jack kemudian menjelaskan kondisi perusahaannya dimana baik Haikal maupun Nino sudah membatalkan kerja sama mereka secara sepihak. Tanpa diberitahukan oleh Jack sebenarnya Marvin sudah bisa menebaknya karena dilihat dari kemarahan mereka saat itu sudah bisa dipastikan jika mereka tidak mau berhubungan dalam bentuk apapun lagi dengannya.
Hati Marvin merasa teriris saat mengingat jika Maya dikelilingi oleh para pria yang sangat menjaganya seperti Haikal dan Nino. Bahkan mereka tidak segan memutuskan kerja sama bersamanya dengan proyek yang bernilai fantastis itu, bukan hanya itu Haikal dan Nino juga akan mengalami kerugian yang sangat besar.
"Kau pasti sangat bahagia memiliki dua pria yang sangat menjagamu Amaya bukan seperti diriku, seandainya saja kau benar-benar sedang mengandung anakku maka cukup aku saja pria yang akan selalu menjagamu, tapi untuk apa kau lakukan semua kebohongan ini?". Batin Marvin, namun logikanya masih belum bisa menerima jika Maya mengakui jika anak dalam kandungannya itu adalah anak Marvin.
"Tuan, apa tidak sabaiknya aku menyelidiki tentang-". Ucapan Jack langsung terpotong saat sepasang mata menatap tajam kepadanya.
__ADS_1
"Ajukan surat cutimu jika kau sudah tidak mau bekerja lagi denganku". Ancaman pamungkas dari Marvin ini selalu dapat membungkam mulut Jack apalagi dia tahu betul jika Marvin sudah memecat seseorang dengan tidak hormat maka tidak ada satu perusahaan lain pun yang akan menerimanya bekerja.
Meskipun begitu entah kenapa kali ini Jack sama sekali tidak memikirkan resiko yang akan terjadi jika dia benar-benar melakukan apa yang dilarang oleh Marvin, mungkin karena rasa kagumnya terhadap Maya atau mungkin dia tidak melihat kebohongan dimata Maya saat dia menatap Marvin penuh anmarah malam itu.
Tanpa sepengetahuan Marvin, Jack tenyata benar-benar bertindak, dia menemui dokter yang merawat Marvin dan meminta dokterbitu melakukan pemeriksaan menyeluruh di tubuh Marvin terutama yang berhubungan dengan masalah reproduksinya.
Awalnya dokter sempat bingung bahkan menolak namun bukan Jack namanya jika kebiasaan banyak bicaranya itu tidak bisa di andalkan. "Lakukan jika anda masih ingin karir anda aman dokter". Ya dia memakai nada bicara dan wajah sangar yang menjadi ciri khas Marvin.
"Ba-baik tuan, akan saya lakukan tapi hasil pemeriksaan itu akan memakan waktu tiga hari". Jawab dokter terbata-bata. Bukan tanpa alasan dokter takut melakukan pemeriksaan tersebut namun jika hasilnya tidak memuaskan dia tajut jika tuan Marvin murka dan akan mengancam karirnya apalagi segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi sangatlah sensitif
Jack yang frustasi mendengar hal itu walaupun bagaimapun tiga hari adalah waktu yang lama baginya untuk segera mengetahui tentang semua kebenaran itu tapi dia tidak kehabisan akal, sambil menunggu hasil pemeriksaan keluar sebagai bukti yang lebih akurat dia juga menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tahu tentang dokter yang menvonis jika Marvin sulit untuk memiliki keturunan.
"Bawa dia secepatnya kehadapanku". Titahnya. Jack memang tidak mungkin meninggalkan indonesia begitu saja karena akan menimbulkan kecurigaan Marvin tapi dia bisa membawa dokter itu dengan mudahnya ke indonesia hanya dengan satu perintah saja.
Jack memang hanya asisten pribadi Marvin tapi kekuasaannya tidak perlu diragukan lagi karena Marvin mempercayakan segala sesuatunya kepada Jack jadi dia tahu betul semua celah dari banyak hal di kehidupan Marvin bahkan dia juga yang mengendalikan semuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf yaa aku jarang up soalnya lagi ada musibah, ponaanku meninggal karena meningitis 😭
__ADS_1