
Nino benar-benar sangat memanfaatkan momen kebersamaan mereka bertiga apalagi saat ini mereka sedang berada di luar negeri jadi dia menganggap jika ini adalah honeymoon mereka yang tertunda sejak lama. Mengajak Sheno dan Shely berkeliling dan menikmati suasana hangat layaknya keluarga yang utuh meskipun terkadang Shely terlihat sedikit memberi batasan dan jarak di antara mereka namun Nino tetap berusaha sebaik mungkin mendapatkan hati Shely.
Bukan Nino namanya jika tidak mampu meluluhkan hati seorang wanita apalagi dengan sepak terjangnya yang sangat dapat di perhitungkan dengan para wanitanya dulu. Bukan hanya Nino, Sheno juga ikut andil untuk kembali mempersatukan hubungan kedua orang tuanya karena bersandiwara bukanlah hal yang sulit untuk Nino ajarkan kepada putranya yang terbilang cukup cerdas itu.
Setelah seharian mereka menghabiskan waktu bersama, Sheno yang kelelahan akhirnya tertidur pulas di dalam gendongan sang papa namun anehnya ketika tiba saat dia kan di bawa masuk ke dalam kamar Shely dan Nino hendak meletakkan tubuh putranya di atas kasur, bocah itu langsung terbangun dan memberontak dia tidak mau tidur hanya berdua dengan Shely tanpa sang papa.
"Pokoknya Shen mau tidur bersama papa dan mama malam ini". Seru bocah itu yang membuat Shely sampai kebingungan melihat tingkah Sheno, pasalnya selama ini Sheno adalah tipikal anak yang tidak pernah protes dalam hal apapun dan sangat menurut dengan ucapan Shely.
"Shen, dengarkan mama ya sayang, kamu tadi malam kan sudah tidur dengan papa jadi malam ini kamu tidur sama mama ya". Bujuk Shely karena dia memang tidak sanggup jika harus tidur tanpa Shen lagi malam ini dan untuk tidur bertiga dengan Nino dan Sheno di atas satu ranjang yang sama Shely juga tidak dapat melakukannya. Rupanya Shely juga ingin merasakan bagaimana menjadi egois sama seperti yang Nino lakukan dulu kepadanya.
"Tidak mau, pokoknya Shen mau papa tetap disini, hiks, hiks". Tangis Sheno pun pecah seketika. Nino yang melihat hal tersebut sampai bingung harus bagaimana untuk menghadapi putranya namun di satu sisi dia juga merasa senang karena dengan tingkah yang di lakukan oleh putranya itu mungkin saja malam ini dia punya kesempatan untuk dapat merasakan tidur bersama anak dan istrinya.
"Shen, besok papa akan kesini lagi, menjemput kamu dan kita jalan-jalan lagi jadi sekarang kamu istirahat dulu sama mama ya". Bujuk Nino tidak mau kalah dan dia tidak ingin terlalu menampakkan jika dia senang karena Sheno memintanya untuk tidur di kamar Shely malam itu, tentu saja hal itu dia lakukan untuk menarik simpati dari sang istri.
"Papa sama mama sama saja tidak sayang kepada Shen, padahal Shen hanya meminta supaya kita tidur bersama malam ini karena Shen tidak pernah merasakan bagaimana rasanya tidur bertiga dengan papa dan mama seperti yang teman-teman Shen ceritakan di sekolah". Seru Sheno lagi dengan suara serak khas bocah yang sedang menangis.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut baik Nino dan Shely sama-sama merasa tidak tega menolak permintaan Sheno, mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan karena apa yang di katakan oleh Sheno memang benar adanya, namun Nino juga tidak mau memaksakan kehendaknya kepada Shely jadi dia tetap diam saja dan menunggu Shely mengambil keputusan.
"Baiklah sayang kalau begitu papa akan tidur di sini bersama kita, kamu diam ya jangan menangis lagi". Ujar Shely lembut. Perkataan Shely tersebut bukan hanya membuat Sheno kegirangan namun juga Nino meskipun pria itu tidak menampakkannya secara langsung namun hatinya bersorak kegirangan karena dia memiliki satu kesempatan untuk lebih dekat dengan sang istri.
Setelah Sheno tampak tenang dengan bujukan dan janji sang mama karena mengizinkan sang papa tidur bersama mereka, Shely kemudian mengajak Nino untuk keluar sebentar karena ada yang ingin dia bicarakan berdua saja dengan Nino.
"Mas, aku melakukan ini semua demi Sheno jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak dan jangan mengambil kesempatan dalam situasi ini, kamu mengerti?". Jelas Shely dengan tegas.
Nino tampak tersenyum melihat tingkah istrinya itu karena melihat Shely sangat khawatir seperti itu membuat Nino semakin yakin jika Shely masih mencintai dirinya dan sangat takut tergoda jika Nino tidur satu ranjang dengannya karena Nino memang sangat tahu dimana titik kelemahan wanita yang sangat di cintainya itu.
"Aku mengerti sayang, aku bahkan tidak teringat sampai kesana, lagipula kesempatan apa yang akan aku ambil kan ada Sheno di tengah-tengah kita atau mungkin kamu ingin aku mengambil kesempatan itu, apa kamu sangat merindukannya heem?". Goda Nino dan mampu membuat pipi Shely memerah menahan malu.
"Baiklah, aku ganti baju dan bersih-bersih dulu ya sayang supaya jika ada kesempatan aku sudah siap dan wangi, kamu juga ya ganti baju tidur yang seksi dan bersih-bersih". Bisik Nino di telinga Shely sambil berlalu pergi ke kamarnya, hal itu membuat Shely merinding membayangkannya karena dia juga tidak munafik sebagai wanita normal susah lama terpisah dari suaminya tentu dia sangat merindukan sentuhan-sentuhan hangat dari Nino.
Seperginya Nino dari kamarnya Shely mulai di hinggapi rasa khawatir akan hal yang mungkin terjadi jika dia tidur di ranjang yang sama dengan suaminya, imajinasinya yang terlalu tinggi itu membuatnya memijat-mijat dahinya untuk menghapus bayang-bayang nakal yang terus berputar di otaknya. Memang begitulah Shely bahkan dulu ketika dia melihat Nino bersama para wanitanya sedang bercumbu di kantor dia juga membayangkan jika dirinyalah yang sedang di cumbu oleh Nino, otak Shely memang sangat rentan jika berhubungan dengan urusan yang satu itu.
__ADS_1
Dia sangat gelisah terlihat dari tubuhnya yang sejak tadi tidak berhenti bergerak dari kiri ke kanan dan begitu seterusnya bahkan dia juga tidak mendengarkan jika Sheno berteriak memanggilnya dari atas ranjang.
"Mama". Seru Sheno sambil menarik tangan sang mama.
"Ah ya sayang, kamu kenapa?". Tanya Shely terkejut karena Sheno menarik tangannya.
"Mana papa?".
"Oh papa, papa sedang ke kamarnya dan berganti baju, ayo kita masuk dan tunggu papa di dalam saja".
"Tidak mau, Shen akan menjemput papa". Sheno segera melesat menuju kamar Nino tanpa bisa di hentikan oleh Shely.
Mengikuti saran Nino, benar saja Shely pergi menuju kamar mandinya dan bersih-bersih hanya saja dia tidak mengikuti sara suaminya untuk pakai baju tidur yang seksi malah dia melakukan hal yang sebaliknya yaitu memakai baju tidur dengan celana dan lengan panjang. Rupanya wanita itu benar-benar sangat takut tergoda oleh pesona suaminya yang tidak pernah luntur itu, namun kita lihat saja nanti siapa yang akan menang, apakah sang mantan playboy ataukah Shely si lugu yang sekarang sudah tidak lugu lagi?, entahlah.
Bersambung.....
__ADS_1