Maya (Ayah Dari Anankku)

Maya (Ayah Dari Anankku)
Part 15


__ADS_3

POV MAYA


Amaya itulah namaku, gadis berusia 20 tahun saat cinta melukai hatiku dengan sangat dalam, bagaimana tidak baru juga pertama kali aku menyukai seorang pria namun pria itu ternyata menikahi wanita lain yang tidak lain adalah rivalku sendiri.


Aninda, entah mengapa aku membenci gadis angkuh itu sejak dulu, namun rasa benciku semakin memuncak ketika dia menikahi Haikal pria yang aku cintai dan yang lebih parahnya lagi aku belakangan mengetahui jika dia bisa mendapatkan Haikal dengan cara yang sangat licik, ya aku tahu semuanya jika Anin memanfaatkan sakit ibu Haikal untuk menjerat Haikal dalam sebuah ikatan pernikahan.


Aku terus mencoba mendekati Haikal tidak peduli dia sudah menikah atau belum, aku juga selalu menampilkan sisi baikku kepadanya sehingga dia lupa akan istrinya itu namun usahaku sia-sia belaka karena dari awal Haikal memang su mencintai Anin.


Cinta, itulah sebab yang membuat aku bodooh bukan main, demi menghilangkan semua beban di kepalaku aku justru menambah beban dihidupku. Hanya karena putus cinta aku gelap mata dan menyentuh minum haram yang selama ini sangat ku hindari hingga suatu saat hal buruk menimpa diriku.


Hanya karena ingin terlepas dari pengawasan papaku aku justru terjerat dengan sesuatu yang akan terus menerus membuat hidupku terkekang. Ya, aku hamil karena hubungan terlarang satu malamku dengan seorang pria yang bahkan tidak pernah kulihat sebelumnya.


Aku melihatnya mabuk berat malam itu namun aku juga merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhku, rasa panas yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, aku tidak tahu mengapa tubuhku bisa seperti itu mungkin pria jahat itu telah mencampurkan sesuatu di dalam minumanku.


Akal sehatku sudah tidak berjalan jika sudah menyentuh barang haram tersebut, bahkan aku melihat ada pujaan hatiku Haikal di kamar yang sama denganku, namun anehnya kenapa dia bisa berada disini, bukankah dia membenciku?. Ah, aku tidak perduli yang penting aku bisa berada di dekatnya hanya berdua dengannya.

__ADS_1


Dia memang mencoba menolakku saat aku memeluk tubuhnya erat namun lama kelamaan anehnya dia seperti menikmati pelukan itu namun saat otakku hanya bisa kugunakan separuhnya aku masih bisa menggunakan indera penciumanku dengan baik aku tahu betul jika tubuh yang ku peluk ini bukanlah tubuh Haikal, namun sangat harum yang sangat menenangkan jiwaku, wangi tubuhnya seolah menghipnotisku.


Ku renggangkan lagi pelukanku untuk memastikan apa benar jika pria ini adalah Haikal, namun lagi-lagi aku yakin jika wajah ini adalah miliknya. Bisa dibayangkan bukan main bahagianya hatiku.


Namun lagi-lagi aku harus menahan pil pahit ketika pujaan hatiku tetap berusaha sebisa mungkin untuk menolak ku, ada rasa kecewa yang sulit untuk kujelaskan, tapi bukan Maya namanya jika menyerah begitu saja aku tahu ini salah karena berusaha merebut suami orang lain tapi bukankah Anin juga menggunakan cara licik untuk mendapatkan Haikal, aku juga berhak melakukannya bukan?.


Pria ternyata dimana-mana sama saja, buktinya Haikal tidak bisa menolakku, bahkan dia sangat bersemangat untuk membawaku ke ranjangnya. Permainannya yang sangatlah mahir membuatku berpikir apakah dia memang sudah sangat sering melakukannya dengan Anin, ah persetaan dengan itu semua yang terpenting Haikal menjadi milikku malam ini apalagi gairah didalam tubuh seolah tidak dapat ku bendung lagi.


Maka terjadilah hal yang kukira menjadi babak baru dari kemenanganku tapi ternyata adalah babak baru dihidupku yang kelam kelak. Setelah aku memaksa melakukannya namun aku juga yang menyesal kala aku melihat jelas jika pria yang menghimpit tubuhku bukanlah Haikal, lalu siapa pria ini mengapa dia tega melakukannya padaku?. Pertanyaan yang terus berputar diotakku namun gairahnya juga tidak dapat ku tolak, aku benar-benar picik bukan?.


Ya tuhan, lalu apa yang kulakukan dengan pria yang baru kali ini kulihat, apa aku sedang dilecehkan, atau aku di hipnotis?. Sebisa mungkin aku menolaknya namun dia tetap tidak menghentikan aksinya apalagi tubuh selalu merespon semua sentuhannya itu, kami bahkan melakukannya sampai berkali-kali tnpa jeda, sungguh kuat pria ini pikirku, tentu saja respon yang diberika oleh tubuhku membuatnya semakin menjadi-jadi hingga akhirnya aku merasa semuanya melayang ditambah dengan sakit dan perih luar biasa dibagian intiku dan gelap, aku kehilangan kesadaranku.


Hilang sudah hal yang selama ini sangat kujaga, aku bahkan memberikannya kepada orang yang tidak aku kenal, shiit ini semua salahku, padahal papa sudah sangat baik menjagaku, lalu apa yang akan aku lakukan jika papa mengetahui semua ini.


Sakit, remuk dan lelah luar biasa kurasakan di seluruh tubuhku, kucoba buka kedua mataku namun sama sekali tidak bisa, kucoba lagi dan lagi untuk mengumpulkan seluruh sisa tenagaku dan ya aku dapat membuka mataku dan benar saja kamar tadi malam ku tempati bersama pri itu, aku masih disini dan itu semua bukanlah mimpi.

__ADS_1


Aku menelan salivaku dengan susah payah, berusaha sebisa mungkin bernapas ditengah himpitan hebat yang membuat dadaku sesak. Saat aku bergerak aku semakin yakin jika benar ini semua bukanlah mimpi, bagian intiku benar-benar sakit dan perih, aku sudah kehilangan marwahku sebagai seorang gadis.


Mataku reflek mencari sosok yang harusnya memberikan penjelasan kepadaku tentang apa yang sebenarnya terjadi meskipun logikaku mungkin tidak dapat menerimanya tapi setidaknya aku punya pegangan agar tidak sendirian namun nyatanya nihil, tidak ada orang di sekelilingku maka aku simpulkan mungkin dia sedang berada di kamar mandi maka dengan sisa tenagaku aku mencoba bangkut dari tidurku.


Baru saja kakiku hendak menyentuh lantai tapi mataku sudah melihat secarik kertas yang tidak asing tergeletak diatas nakas. Cek, ya selembar cek berada tepat diatas sana. Rasa sakit seluruh ditubuhku ternyata tidak seberapa dibandingkn dengan sakit yang kurasa ketika aku mengambil cek itu dan meihat nominal yang terisi disana.


Satu milyar, bukan uang kecil bahkan untuk orang kaya sekalipun namun otulah yang mataku lihat dengan jelas. Aku langsung bisa menangkap jika pria jahat itu bukanlah pria sembarangan dia pasti punya pengaruh khusus atau kekayaan yang tidak sedikit.


Lalu apa yang aku harapkan lagi jika sudah begini, pria itu pasti tidak mau aku mencafinya atau tidak mau lagi berhubungan denganku dalam bentuk apapun bukan karena dia menganggap jika satu milyar adalah nilai yang pantas untuk dia berikan sebagai bayaranku untuk memuaskannya tadi malam.


Tapi tidakkah dia berpikir jika harga diri dan marwahku sebagai perempuan tidak dapat dikembalikan dengan uangnya itu. Putus sudah harapanku, aku menangis histeris mengutuk diriku sendiri dengan semua kebodohan dan kesalahanku yang menghancurkan diriku sendiri karena cinta sedangkan orang yang aku cintai sedang menikmati masa-masa bahagianya bersama wanita yang dia cintai.


Aku hancur, aku telah kehilangan segala-segalanya, pikiranku buntu apa yang harus kulakukan selanjutnya bahkan perutku yang terasa perih karena tidak ku isi sejak semalam sudah terlupakan begitu saja bagaimana bisa aku makan jika bernapas saja sudah tak mampu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf baru up, kesibukan didunia nyata rasanya seperti mencekikku 😌


__ADS_2