Mencintai Atau Dicintai?

Mencintai Atau Dicintai?
43. Trinil dan Pantai Kutang


__ADS_3

Selamat membaca dan berwisata online readers....


***


Hari yang di tunggu-tunggu Fani pun tiba, hari dimana dia akan berwisata melepaskan semua rasa penat di jiwa selama beberapa minggu terakhir yang cukup menguras emosinya. Pantai, mungkin jadi destinasi yang tepat untuk menghilangkan stress, deru ombak yang beriringan dengan semilir angin pantai akan memberikan ketenangan yang menentramkan. Hmm, apalagi dengan meminum kelapa muda segar di tepi pantai, pasti akan lebih mengasyika.


Perjalanan Surabaya-Paciran memerlukan waktu kurang lebih dua jam lewat jalan TOL. Memasuki kawasan Lamongan,  mereka sudah di sambut pohon-pohon besar sepanjang jalan, beberapa kali juga terlihat tebing kapur yang sudah tampak di keruk. Wisata yang sudah di rencanakan beberapa hari lalu ini, ternyata tak bisa berjalan sesuai rencana karena Nenek Mira tidak bisa ikut sehingga membuat Pak Rizal dan Bu Rima memilih stay di rumah untuk menjaga Ambunya, sedangkan Reza dan keluarga kecilnya sedang menghadiri wisuda Adik Santi di Kota Malang menggantikan orang tua Santi yang sedang melakukan perjalanan dinas ke Jawa Tengah. Sehingga hanya Qiana dan Dafa saja yang ikut berwisata bersama Fani CS.


"Bang kita ke resort dulu kan? Naruh barang abis itu kita ke Trinil ya, baru ke Pantai Kutang abis itu kita beli rujak Paciran, Kulineran makanan  baru balik ke resort istirahat, besoknya kita main ke WBL (Wisata Bahari Lamongan) sama ke Maharani Zoo teruus balik Surabayaaaa." heboh Fani yang sangat tampak antusias, membuat Akbar geleng-geleng kepala sedangkan yang lain hanya terkekeh geli melihat tingkah Fani yang seperti anak kecil.


"Iya, kamu jangan teriak-teriak nanti Dafa bangun," ucap Akbar yang hanya mendapat cengiran dari Adiknya itu.


"Iya ih, dari tadi kamu berisik banget Dek," Kata Bu Dewi, yang di omongin cuma senyum-senyum nggak jelas.


"Maaf Non Qia, ini ke Tanjung Kodok Beach Resort kan nginapnya?" tanya Pak Dul sopir pribadi keluarga Pak Rizal.


"Iya Pak, betul kita turun dulu buat naruh barang-barang di kamar yang sudah kita resevasi," ucap Qiana.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk menaruh barang-barang mereka, Fani dan Dafa tampak sumringah ketika melihat ke luar jendela karena banyak kapal-kapal nelayan di bibir pantai. Tujuan pertama adalah Trinil atau biasa di sebut wisata akar langit, bagi penggemar film Harry Potter, tentu tak asing lagi dengan pohon magis Whomping Willow. Pohon raksasa dengan cabang bergerak-gerak dapat d itemukan di sekolah sihir Hogwarts. Dedalu Perkasa itu menjadi jalan rahasia dari Hogwarts menuju Shrieking Shack di Hogsmeade.



" Waow ini mirip seperti pohon Dedalu Perkasa di film Harry Potter,  yang bisa di lihat dalam kehidupan nyata," Kata Fani.


"Bedanya, Dedalu Perkasa versi Lamongan ini terbentuk oleh pohon Trinil berukuran raksasa. Seluruh tubuh pohon Trinil raksasa ini terdiri dari akar yang saling melilit dan mengait satu dengan yang lain. Akar-akar itu membentuk jaringan tertentu dengan sebuah poros utama, hingga merindangi lingkungan sekitarnya. Tuh lihat sebelah sana kayak sarang burung ya Dek," Ucap Qiana menjelaskan sedikit tentang tempat wisata yang sedang mereka kunjungi.

__ADS_1


"Iya, bagus banget ya ayok kita foto-foto dulu," Kata Fani.


"Kemarin kata Bang Reza di atas ada semacam tempat foto yang bagus, bentuknya seperti perahu diatas bukit," Ucap Akbar.


"Iya betul Mas, di atas sana kita juga bisa melihat hamparan hutan jati yang tersebar di kawasan sini. Denger-denger sih di atas juga di temuin mulut gua tapi belum selesai proses pengedukannya," Kata Qiana.


"Mama sama Papa mau ikut ke atas?" Tanya Akbar yang melihat kedua orang tuanya dan Pak Dul sedang duduk di dekat pohon trinil.


"Nggak Papa sama Mama di sini aja mau lihat-lihat bentuk akar yang lain tuh di sebelah sana masih belum lihat ya Pa," Kata Bu Dewi.


"Dafa ayok di gendong Ayah, kita ke atas naik perahu," Kata Akbar.


Ternyata view dari atas sangat bagus, melihat hamparan hutan jati yang sedang semi sangat menyejukan mata. Sekalipun naik ke atas lumayan capek karena kontur jalan yang menanjak. Setelah puas berslefie ria di atas, mereka berempat segera turun untuk menemui orang tua mereka dan melanjytkan perjalanan menuju Pantai Kutang. Jalan yang di tempuh untuk memasuki kawasan Pantai Kutang sedikit sempit untuk di lalui mobil, tempat wisata ini akan ramai ketika sedang musim liburan dan weekend.



"Hahaha, sama ternyata kita Dek. Ini kenapa kok dinamain Pantai Kutang ya?" Tanya Pak Gito.


"Hehehe, dulu katanya banyak kutang yang nyangkut di akar mangrove sebelah sana tuh Pa." jawab Qiana sambil menunjuk ujung dari jembatan kayu yang terdapat pohon mangrove yang tumbuh subur.


"Nda, Dafa mau ayunan di tana," Kata Dafa sambil menunjuk ayunan di bibir pantai.


"Ayo kita lewati jembatan kayu dulu, lalu bermain di bibir pantai." Ajak Bu Dewi yang sibuk dengan topi pantainya.


"Bahagia itu sederhana dan sangat dekat, ya bahagia itu terletak di hati. Ketika hati bisa bersyukur dan menikmati segala sesuatu pemberianNya pasti diri kita akan selalu bahagia terlepas dari masalah yang selalu datang silih berganti." Batin Qiana.

__ADS_1


setelah asyik bermain dan bersantai di pinggir pantai, mereka memutuskan untuk segera kembali menuju resort untuk beristirahat, sebelum esok hari melanjutkan wisata kembali. Di tengah perjalanan menuju resort mereka memutuskan untuk mencari tempat makan yang khusus menjual olahan seafood segar.


Pukul 16.00 WIB, mereka sudah tampak memasuki resort. Fani lagi-lagi tidak langsung masuk ke kamar melainkan melipir ke arah kolam renang yang langsung menghadap laut.  Qiana yang melihat Fani berjalan menuju kolam renang pun hanya menggelengkan kepalanya.



"Nggak punya capek ternyata Tante kamu sayang, lihat deh padahal dari kamar sini kita bisa lihat pemandangan yang bagus. Tante kamu malah pergi kesana tuh," Kata Qiana di dekat jendela sambil menggendong Dafa.


"Hihihi, Nda betok belenang ya," Pinta Dafa.


"Oke sayang, tapi nanti Dafa ajakin Ayah ya. Dafa biar berenangnya di jagain sama Ayah," Ucap Qiana.


"Tiap Nda," Kata Dafa.


"Sekarang hayuk Dafa main dulu nanti habis mandi kita ke Oma sama Opa yuk." Ajak Qiana.


"Dafa mau bobo Nda, nantuk," Kata Dafa.


"Ah iya, Dafa hari ini nggak tidur siang ya? Yaudah habis ini kita istirahat dulu terus kita makan malam ya Nak," ucap Qiana sambil membopong tubuh Dafa menuju kamar mandi.


 


****


Terimakasih telah membaca dan berwisata online denganku, semoga wabah covid19 lekas berlalu dan kita bisa beraktifitas seperti biasa dan berlibur ke tempat wisata yang sudah kita inginkan sejak lama.

__ADS_1


 


 


__ADS_2