
Selamat membaca, mari kita melanjutkan wisata onlinenya ya...
***
Hari pertama berwisata di Kota Soto, di tutup dengan makan malam di pinggir kolam renang yang menghadap
pantai, di temani rembulan dan gemerlap bintang yang bertaburan di langit sana, belum lagi suara deburan ombak yang menghantam batu karang. Perpaduan yang cukup baik untuk menemani makan malam di daerah pesisir seperti ini.
Bu Dewi dan Pak Gito tampak menikmati liburan sederhana ini, meski bukan liburan ke luar negeri seperti
biasanya, tapi tempat-tempat yang di kunjunginya masih tampak asri dan patut untuk di dukung kemajuannya agar menjadi destinasi lokal yang tak kalah dengan destinasi luar negeri.
"Nda, lautnya kelap-kelip," Kata Dafa ketika melihat lampu dari kapal-kapal nelayan yang sudah pergi ke tengah laut untuk menangkap ikan.
"Hahaha Dafa... Dafa mana ada laut kelap-kelip, itu tuh cahaya lampu dari kapal nelayan, sayangnya Antee," Ucap Fani sambil mengacak rambut Dafa gemas, sedangkan Dafa masih fokus menatap lampu-lampu nelayan yang tampak kelap-kelip dari jauh itu.
"Ayok sayang kita kembali ke kamar, kita beristirahat dulu buat jalan-jalan besok." ajak Akbar pada Dafa. Anak laki-laki berpipi gembil itu pun menyodorkan tangannya agar di genggam Akbar untuk berjalan beriringan.
"Ayah besyok kita belenang ya," ucap Dafa sambil menatap Akbar.
"Boleh, tapi besok kita ketemu sama binatang-binatang dulu ya, habis itu kita main-main sama Bunda, Tante Fani, Oma dan Opa juga, baru habis itu kita berenang tapi cuman sebentar aja ya." jawab Akbar.
"Tenapa belenangnya tuma tebentar Yah?" tanya Dafa.
"Soalnya kalau kelamaan berenangnya nanti Dafa bisa sakit," kata Akbar.
"Oteh,kita belenang cebental aja ya Yah," ucap Dafa.
"Dafa tidur sama Ayah apa sama Bunda dan Tante Fani?" tanya Qiana setelah sampai di depan kamarnya menginap.
"Emh, Dafa bobo tama Ayah aja Nda," ucap Dafa.
"Oke, tapi Dafa janji jangan rewel ya nanti. Harus langsung Bobo, oke?" kata Qiana.
"Tiap Nda, Dafa langsyung bobo," ucap Dafa dengan senyuman manisnya.
***
Bulan yang semalam tampak berikilau indah sudah tak nampak lagi, berganti dengan sinar mentari yang tampak malu-malu memperlihatkan kemilaunya. Badan sudah tampak fresh kembali, semua lelah telah di tanggalkan selama istirahat semalaman, kini saatnya kembali melanjutkan wisata ke Maharani Zoo dan WBL. Tempatnya masih satu kompleks dengan Tanjung Kodok Beach Resort yang di gunakan menginap.
Dafa yang semalam ingin tidur bersama Akbar pun ternyata kini malah berada di kamar yang di tempati Qiana dan
Fani. Ya, seperti biasa tengah malam Dafa selalu terbangun untuk pipis, dan ketika dia tidak menemukan Qiana di dalam kamarnya tiba-tiba menangis dan membangunkan Akbar.
__ADS_1
Flashback on
Akbar yang belum tahu kebiasaan anaknya pun di buat kewalahan, di teleponnya nomor Qiana, tidak ada jawaban sampai di telepon ke tiga kali baru ada sahutan di sebrang sana.
Qiana yang mendengar suara tangisan Dafa tanpa bertanya kepada Akbar pun langsung segera beranjak dari tidurnya dan menyambar kerudung instantnya. Diktuknya pintu kamar yang di tempati Akbar, ketika pintu telah terbuka Dafa segera berlari berhambur kepelukan Qiana.
"Aku nggak tahu kenapa Dafa tiba-tiba kebangun dan nangis Qi," kata Akbar yang masih bingung dengan anaknya yang tiba-tiba menangis di tengah malam.
"Ini dia mau pipis kayaknya Mas, biasanya kalau malem gini Dafa suka kebangun mau pipis. Ayo Dafa pipis dulu, kita ke kamar Bunda ya sayang. Mas aku bawa Dafa dulu ya," kata Qiana.
"Oh, mau pipis. Tapi Dafa tadi celingukan Qi, pasti nyari kamu. Yaudah gih anterin Dafa pipis langsung bobo lagi," ucap Akbar lembut, Qiana tampak menganggukan kepalanya sebelum beranjak dari tempatnya berdiri.
Flasback off
Pagi yang cerah di awali dengan rutinitas pagi seperti biasanya, Dafa sudah tampak selesai mandi dan berganti pakaian di wajahnya terdapat bercak bedak yang tak tersapu dengan rata, karena bocah gembil itu meminta untuk menaburi dirinya sendiri dengan bedak mulai dari perut, ketiak, dan wajahnya.
"Mbak, ayo kita turun dulu sarapan habis itu langsung ke Maharani Zoo." ajak Fani yang sudah tampak rapi dengan celana kulot panjang, kaos longgar, serta jilbab instantnya yang tampak sangat cocok di kenakan Fani.
"Ayo, Dafa dan Mbak juga sudah siap." Jawab Qiana.
"Dafa mau di gendong Tante apa jalan sendiri?" tanya Fani.
"Dafa mau dalan ja Ante," kata Dafa yang sedang di pakaikan tas punggung berbentuk kura-kura oleh Qiana.
Seusai sarapan mereka ber enam pergi ke Maharani Zoo yang berada di sebrang penginapan. Di Maharani Zoo selain ada banyak hewan di dalamnya, juga ada gua yang memiliki banyak stalagmit dan stalaktit yang masih terawat dengan apik. Dafa yang melihat pintu masuk Maharani Zoo pun sudah tampak sangat antusias dan bersemangat.
"Selamat datang di rumah hewan Dafa," ucap Fani.
"Hah, lumah hewan?" tanya Dafa.
"Iya ayo masyuk-masyuk." ajak Fani sambil menggandeng Dafa untuk masuk terlebih dahulu, meninggalkan 2 pasangan di belakangnya.
"Hati-hati jangan berlari." teriak Akbar. Mereka berkeliling Maharani Zoo dengan tujuan mengenalkan Dafa dengan jenis-jenis hewan.
"Ante itu ucing apa?" tanya Dafa menunjuk ke arah Harimau Sumatera yang tengah asyik duduk memperhatikan pengunjung.
"Itu bukan kucing sayang, tapi Harimau," kata Fani.
"Limau?" tanya Dafa dengan raut wajah penasaran.
"Iya, harimau kucing besarrrr," ucap Fani dengan merentangkan tangannya.
"Wah... ucing besallll," kata Dafa takjub.
__ADS_1
"Atu mau pelihala ucing besal Yah," ujar Dafa kepada sang Ayanh yang sudah berdiri di sampingnya.
"Nggak boleh sayang, kucing besarnya itu suka makan ayam banyak-banyak nanti Dafa nggak kebagian makan ayam kalau Dafa memelihara kucing besar itu." jawab Akbar sedikit kewalahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari bibir Dafa.
"Ini Qiana sama Mama kemana sih, Dafa sudah mulai bertanya aneh-aneh gini. Takut salah jawab, nanti malah jadi pertanyaan beruntun dari duplikatku ini." batin Akbar.
"Oh, kucing besal matannya banak-banak ya Yah?" tanya Dafa antusias.
"Iya sayang betul, ayok kita kesana liat burung." ajak Akbar.
"Oteh Ayah," kata Dafa.
Puas bermain dan belajar mengenai dunia hewan, serta puas menyaksikan gua yang masih terawat dengan apik, mereka berenam menuju WBL. WBL merupakan kawasan bermain yang memiliki banyak wahana di dalamnya, mulai dari wahana bermain untuk anak-anak sampai wahana bermain untuk dewasa yang memacu adrenalin. Bagi yang suka ketinggian bisa naik biang lala yang sangat tinggi dengan pemandangan yang indah karena bisa melihat hamparan laut yang luas, atau bisa juga naik flying fox yang terbentang melewati laut.
Sebelum memasuki kawasan kolam renang Akbar, Dafa, dan Fani memasuki taman air, dimana di sisi taman tersebut telah di pasang selang yang akan menyemprotkan air kepada orang yang melaluinya. Sedangkan Qiana, Pak Amri dan Bu Dewi langsung masuk ke area kolam renang melalui jalur lain dan segera duduk-duduk santai di tepian kolam renang.
Hampir 10 menit berlalu dari ujung pintu masuk terlihat Akbar yang menggendong Dafa diikuti Fani di belakangnya. Mereka tampak basah di sana-sini, tapi Dafa terlihat sangat bahagia dan tertawa-tawa karena di goda oleh Fani. Handphone Akbar yang di bawa Qiana pun terasa bergetas di saku gamisnya. Untung saja Akbar sudah berada di dekatnya.
ddrttt...drrttt..drrttt....
"Mas ini hpnya getar terus, dari Pak Bram nh," kata Qiana sambil menyodorkan Hp ke arah Akbar.
"Makasih," ucap Akbar ketika mendapatkan Hpnya kembali.
"Assalamu'alaikum, ada hal penting apa Bram, sampai-sampai kamu mengganggu waktu liburanku?" tanya Akbar.
"Wa'alaikumsalam, Pak. Begini saya mau menginformasikan bahwa Bu Bella hari ini akan kembali ke Surabaya," kata Bram, yang membuat Akbar mengeraskankan rahangnya.
"Yasudah Bram terimakasih infonya, kamu awasi terus dia, jangan sampai lengah!" perintah Akbar.
tutttt...tut....
*******
Apakah Bella akan berulah atau insyaf?
***
Terimakasih semua, tinggalin like, komentar ya, syukur-syukur kalau mau vote hehehhe.
__ADS_1