Mencintai Atau Dicintai?

Mencintai Atau Dicintai?
Ambyar!!!


__ADS_3

Selamat membaca semuaaa..... :))


****


Cahaya matahari telah menelisik masuk ke dalam rumah, kicauan burung-burung kecil yang hilir mudik berterbangan di langit pagi pun kian menambah semangat di pagi hari yang cerah ini. Rumah Akbar yang sudah ramai selepas sholat subuh satu jam yang lalu akibat kesibukan Qiana, Fani, dan Bagas yang tengah mempersiapkan bekal untuk liburan pun, kini bertambah riuh karena Dafa sudah mulai berlarian kesana kemari, kadang bergumam sendiri dengan mainan-mainannya, Dafa dan segala imajinasinya.


“Mbak, sushinya udah jadi mana baperwarenya? Biar aku tata sekalian.” Ucap Fani seraya meletakan pisau bekas memotong sushi buatannya.


“Itu di lemari bawah, pakai yang warna ungu ya itu ukurannya pas buat ngangkut semua sushi buatanmu. Sama sekalian tolong ambilkan Mbak botol minumnya yang besar ya.” Jawab Qiana.


Bagas yang sedang sibuk menata beberapa kue coklat, red valvet, dan cheese cake pada keranjang yang akan dipakai untuk menemani liburan kali ini pun, sesekali mengalihkan pandangannya ke arah dua wanita yang tengah sibuk berkutat di dapur. Bagas malah teringat masa kecilnya, tentang alasannya yang selalu datang ke rumah Pak Amri untuk bermain dengan Akbar, tapi saat sudah di rumah Pak Amri dia bukan bermain dengan Akbar malah mengekor Fani kecil yang sibuk dengan segala rupa mainan masak-masakannya, bahkan menjadi korban untuk mencicipi masakan ala gadis kecil itu.


“Doooooollllll… Om kenapa senyum-senyum sendili?” tanya Dafa yang kini sudah sibuk berusaha duduk di kursi meja makan.


“Astagfirullah, Dafa ngagetin Om aja kamu itu. Sini Om bantu.” Jawab Bagas sambil merengkuh tubuh Dafa dan mendudukannya di kursi samping tempatnya duduk. Setelah duduk mendapatkan posisi nyamannya, Dafa sudah sibuk bergumam dengan robot dan mobil-mobilan yang di bawanya tadi, mengabaikan Bagas yang kini tengah menatapnya lekat.


“Gas, sana mandi ganti baju. Ini biar aku yang nerusin.” Ucap Akbar yang baru saja bergabung di meja makan.


“Iya Bang, ini anak Abang kenapa ngomong sendiri terus dari tadi?” jawab Bagas sambil berdiri dari duduknya.


“Namanya juga anak kecil Gas, sibuk sama imajinasinya dia.” Jawab Akbar dan diangguki oleh Bagas.


Deru kendaraan bermotor saling beradu di jalanan Kota Bandung, saling menyumbang CO2, CO, Nox dan gas buang lainnya diudara Kota Bandung, beruntung di sisi kanan-kiri jalanan terdapat banyak pohon dan tanaman kecil yang bisa mereduksi pencemaran udara yang disebebkan emisi gas buang.Tujuan  pertama liburan kali ini yaitu, kawah putih dan dilanjut ke situ patenggang untuk menikmati danau sambil piknik kecil-kecilan, itung-itung sambil mengenalkan alam kepada si kecil Dafa selain merefresh otak bagi keempat orang dewasa dari rutinitas tiap harinya.



“MasyaAllah bagus ya Bang, aku sering ke Bandung tapi nggak pernah kesini keseringannya ke daerah Lembang hihi.” Ujar Fani ketika sudah turun dari mobil.


“Iya lah seringnya ke Lembang, orang di sana ada villa nya Papa kamu.” Ucap Bagas sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


“Kita kesana yuk, barengan aja ya semua. Bagas sama Fani nggak boleh pergi berduaan pamali.” Ucap Akbar sambil menggandeng tangan anak dan istrinya.


“Iya Bang. Sini Dafa sama Om jalannya, biar Ayah jagain Bunda dan Adik Dafa di dalam perut Bunda ya.” Kata Bagas dan langsung disambut uluran tangan kecil milik Dafa.


Mereka berjalan menuju dermaga ponton yang bisa membawa mereka menuju tengah kawah, udara yang sejuk serta pemandangan yang indah cukup memanjakan otak untuk merasakan cooling down hihi. Hamparan kawah berwarna putih kehijauan serta kabut-kabut tipis yang menghiasi pemandangan, sungguh memanjakan mata pengunjung.


“Kita foto bersama yuk, bentar aku mintakan tolong sama pengunjung lain.” Ucap Bagas yang baru saja selesai mengabadikan gambar keluarga kecil yang tengah berbahagia itu.


Setelah asyik berkeliling sambil sesekali bersua foto, mereka berlima bergegas menuju tempat wisata berikutnya yaitu Situ Patenggang, yang harus di tempuh selama kurang lebih 30 menit dari Kawah Putih.



“Bunda, itu apa kok hijau syemuaa?” tanya Dafa sambil menunjuk kea rah luar jendela mobil.


“Itu kebun teh Nak.” Jawab Qiana sambil mengusap-usap punggung anaknya yang tengah asyik memandangi hijaunya kebun teh.


“Iya sebentar lagi kita sampai itu sudah keliatan di depan tuh tempat wisatanya.” Jawab Fani sambil menjembel pipi


keponakannya yang sudah tidak pernah diam selain pas tidur saja.


“Alhamdulillah sudah sampai.” Ucap Bagas yang sudah selesai memarkirkan mobil.


“Alhamdulillah, kita bawa keperluan pikniknya ya. Fani kamu gendong Dafa ya Dek kelihatannya udah ngantuk Dafanya, Qia nggak usah bantu bawa apa-apa ya jalannya barengan sama si Adek ya. Biar Bagas sama Mas yang bawa ini.” Ucap Akbar sambil menunjuk dua keranjang piknik beserta satu tikar berukuran sedang dan di angguki setuju oleh semua orang.



Situ Patenggang adalah sebuah danau yang berada di daerah Ciwidey, Bandung Selatan jaraknya dari kawah putih tidak terlalu jauh hanya berkisar 12 km, dengan mengemudikan kendaraan secara santai untuk menikmati pemandangan yang bagus selama perjalanan, seperti yang dilakukan Bagas dan hanya memakan waktu 30 menitan saja.


Situ Patenggang jugaterkenal akan kisah legenda rakyatnya, dimana legenda tersebutlah yang menjadikan nama danau nan indah itu ‘Situ Patenggang’ yang berasal dari kata ‘Pateang-teangan’ yang berarti saling mencari. Menurut legenda rakyat yang tersebar hingga kini, mengisahkan cinta ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.

__ADS_1


“Sebelum makan hayuk lahh kita foto lagi hihi, tempatna alus pisan euy.” Ucap Fani dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya. Bagaimana tidak senyam-senyum melulu, diotaknya sudah tersusun rencana apik. Fani akan mengajak Bagas untuk singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, agar kisah cintanya abadi seperti kata legenda rakyat yang berkembang di tampat wisata itu. Dasar Fani, niat berubah biar kalem kayak Qiana tapi tetap tidak bisa, jiwa ceria dan sedikit bar-barnya selalu memberontak xixixi.


“Iya, bentar deh aku cari orang buat fotoin kita biar bagus hasilnya plus bisa foto langsung barengan.” Ucap Bagas.


Tak lama kemudian Bagas datang dengan seorang pria bertopi yang di lehernya tergantung sebuah kamera.


Deg.


“Astaga kenapa Bang Bagas harus meminta tolong pada pria itu.” Batin Fani dengan mendengkus kesal.


“Bang Akbar? Serius ini kamu Bang?” tanya pria bertopi itu, membuat Akbar mengerutkan dahinya dan mencoba mengingat siapa pria yang tengah berdiri di hadapannya dengan Bagas.


“Ehmm, siapa?” tanya Akbar, tanda sudah menyerah untuk mengingat pria itu.


“Ya Allah Bang, masak kamu udah lupa sama aku. Aku Aziz Bang adik tingkatmu kuliah dulu yang sering nginep di apart Abang hihi sama minjem buku-bukunya Abang haha.” Jawab Aziz.


“Astaghfirullah… iya..iya ingat aku Aziz Burhanudin kan?” ucap Akbar.


“Iya betul Bang, astaga nggak nyangka bisa ketemu Abang lagi.” Ucap Aziz, “Ya sudah Bang ayok aku foto dulu, udah ada yang cemberut itu di belakang Abang.” Sambungnya sambil melirik Fani yang sudah menekukkan wajahnya.


Bayangan liburan yang menyenangkan di benak Fani pun luluh lantah, karena pertemuan tak terduga dengan seseorang yang membuatnya naik darah kemarin siang. Apalagi Abangnya meminta Aziz untuk bergabung bersama.


“Kasihan kamu, di tempat bagus kayak gini sendirian. Mending ikut piknik kita di sini, istri dan adikku sudah menyiapkan banyak makanan.” Ajak Akbar yang langsung mendapat pelototan dari Fani, tanda tidak setuju.


“Ambyar…..ambyar…ambyar….” kata Fani dalam hati, xixixi.


****


Sabar Fani xixixi....

__ADS_1


__ADS_2