Mencintai Atau Dicintai?

Mencintai Atau Dicintai?
It's a Prankkk!!!!


__ADS_3

Selamat Membaca,....... :)


***


Fani POV


Aroma roti panggang yang menguar dari arah dapur, sudah menjadi aroma yang biasa menemani hari-hariku selama 3 hari belakangan ini. Hilir mudik manusia lain pun menjadi pemandanganku selama kurang lebih 12 jam sehari, rupa-rupa orang dengan segala ekspresi menjadi hal menarik yang aku temui setiap harinya.


Bug…Prangggg…..


“Astaghfirullah…” pekikku ketika melihat seorang pria melemparkan nampan yang berisi roti ke salah satu pegawai Mbak Qiana. Entah apa yang terjadi sebelumnya, karena roti-roti yang berada di etalase dekat kolam kecil sudah berserakan di lantai. Apa karena aku terlalu larut dalam pikiranku sendiri ya? Hmm entahlah.


“Mohon maaf, Pak jangan membuat keributan disini.” Ucapku setelah berada di tengah-tengah kerumunan, bukan sok berani menghadapi situasi seperti ini hanya saja aku sudah berjanji pada Mbak Qiana untuk menjaga tokonya dengan baik.


“Kamu jangan ikut campur, ini urusan saya dengan pegawai rendahan tak tau diri ini!” ucapnya sambil menunjuk A Ridho yang sudah tertunduk lesu.


“Saya mohon untuk membicarakannya baik-baik Pak, jangan menggunakan emosi seperti ini tidak enak dilihat pengunjung lain. Mari kita selesaikan di ruangan owner.” Ajakku, karena aku melihat semua mata tertuju pada kami. Tanpa mengiyakan atau menolak pria itu sudah membuntut di belakangku.


Ceklek


“Silahkan Pak.” Kataku,mempersilahkan pria pemarah ini untuk masuk ke dalam ruangan Mbak Qiana yang 3 hari ini menjadi ruanganku untuk mengecek pembukuan harian toko, sebelum toko tutup.


“Oh kamu owner dari toko ini?” tanya pria itu ketika sudah mendudukan dirinya di sofa.


“Bukan, tapi saya adiknya pemilik toko. Bisa di jelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi?” tanyaku.


“Maaf teh, tadi saya tidak sengaja menumpahkan jus stroberi dan mengenai Bapak ini beserta tas kerjanya.” Ucap A Ridho. Mataku langsung teralihkan melihat pria tadi, ah dan betul saja bagian perut samping kanannya basah, bernoda merah  pudar.


“Baiklah, mohon maaf Pak atas keteledoran karyawan kami. Sebagai kompensasi, Bapak menginginkan ganti rugi berupa apa?” tanyaku lembut, padahal aku sudah sangat geregetan dengan tingkah laku pria di hadapanku ini, sebetulnya hal ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan tanpa harus mengacak-acak toko kue Mbak Qiana, tapi dia? Huhhhhh….. Tahan…. Fani…. Tahan pelanggan adalah raja.

__ADS_1


“Saya menginginkan karyawan ini di pecat!!!” jawabnya dengan lantang.


“Astagfirullah, mohon maaf Pak jika untuk memecat karyawan toko atas keteledoran semacam ini, itu wewenang kami dan kami tidak bisa asal memecat karyawan begitu saja. Mungkin tadi juga bukan hanya kesalahan karyawan kami saja bisa saja tadi Bapak yang sedang tidak fokus berjalan, karena asyik memilih-milih kue.” Timpalku keberatan.


“Oh jadi kamu lebih membela orang ini daripada kepuasan pelangganmu?” tanyanya lagi.


“Astagfirullah, bukan seperti itu Pak. Mari kita lihat cctv saja untuk membuktikan siapa yang salah jika Bapak berkenan.” Jawabku.


“Teh, udah nggak apa-apa biar saya keluar dari kerjaan saya aja daripada nanti berbuntut panjang buat toko dan berimbas buruk, saya ikhlas buat keluar.” Kata A Ridho yang sudah terlihat sangat pasrah dengan keadaan yang menimpanya.


“Sebentar A, ini musti di lurusin dulu. Biar nggak ada yang dirugiin kedepannya, betulkan Pak?” ucapku sengaja memancing pria di hadapanku ini.


“Heh Mbak nggak usah belaga tenang dan ngelurusin segala udah keliatan dia yang salah. Mbak mau saya sebarin di medsos tentang pelayanan yang tidak menyenangkan di toko ini?” ucapnya dengan nada yang sudah meninggi. Ya Allah, situasi macam apa ini? Diusiaku yang sudah 22 tahun ini baru kali ini aku di bentak-bentak orang, deg-degan banget… pingin nangis. Mungkin mataku sudah terlihat berkaca-kaca kali ini.


“Maaf, tapi kita musti liat cctv dulu biar jelas siapa yang salah.” Ucapku seraya berdiri dari dudukku hendak menuju meja computer untuk mengecek cctv.


“IT’S A PRANKKKK!!!!!!!” Teriak pria itu tiba-tiba dan ada beberapa orang masuk sambil membawa kamera. Astagfirullah apa-apaan ini.


“Hahahaha… ya ampun lihat ekspresinya hahaha.” Ucap pelanggan tadi, aku pun menghempaskan tubuhku diatas kursi kebesaran Mbak Qiana seraya memijat pelipisku.


“Bisa di jelaskan?” tanyaku dengan menatap tajam 3 orang dewasa di hadapanku, sungguh menyebalkan.


“Mohon maaf Mbak, sebetulnya karyawan Mbak tidak bersalah ini hanya prank untuk konten youtube kami saja. Kami ingin melihat bagaimana reaksi dari owner toko kue yang terkenal di Bandung ini, saat menghadapi kejadian seperti tadi, apakah akan langsung memcatnya tanpa memperdulikan kebenarannya atau mempertimbangkan kenyataannya.” Ucap pria tadi.


“Astaghfirullah, kalian ini betul-betul tidak memiliki pekerjaan yang lebih berfaedah apa? Perbuatan kalian ini tentu saja merugikan orang lain. Huuuhhh…. A Ridho bisa berdiri dan melanjutkan pekerjaan A Ridho lagi.” Ucapku.


“Maaf Mbak, ini ada sisi edukasinya bagi penonton kami dan tentunya ini akan mengangkat nama toko kue Mbak.” Ucap salah satu pria dengan menenteng kamera yang tadinya dia buat untuk merekam.


“Lalu sekarang yang harus marah dan mengganti rugi siapa?” ucapku lesu.

__ADS_1


“Maaf Mbak, kue-kue yang berserakan akan kita beli. Oh ya, nama saya Aziz dan itu yang memakai topi namanya Wahyu sedangkan yang membawa kamera namanya Satrio.” Ucapnya.


“Huhhh… sudahlah yang terpenting jangan membuat toko kue kakakku bangkrut karena kejadian tadi.” Ucapku tegas.


“Baiklah, sampai jumpa kembali.” Katanya seraya memberi senyuman mautnya.


“Tidak akan!!!” ucapku ketus.


“Jangan seperti itu, aku pastikan kita akan bertemu lagi dan bila saat itu tiba jangan lagi memanggilku BAPAK!” Ucapnya seraya meninggalkan ruangan Mbak Qiana.


Baru kali ini aku bertemu dengan pria aneh macam mereka, terlebih yang tadi memarahi A Ridho. Konten macam apa yang akan mereka tayangkan dalam yuotube?Ahhh... rasanya makan siangku kali ini sudah terserap habis untuk meladeni prank yang mereka lakukan, padahal ini baru jam dua siang.


Tok...tok...tok...


"Iya masuk saja!!" jawabku.


Dan masuklah seseorang yang membuatku menganga menatapnya tak percaya, betulkah dia? yang katanya sedang berada di Surabaya ternyata berada di hadapanku seraya tersenyum lembut dan mampu meredamkan emosiku yang memuncak tadi. Ah iya aku hampir saja lupa, bahwa sedih dan bahagia datangnya sepaket, hihihi. Hari ini dapat paket komplit plusss gratttis es teh satu teko wkwkwk.... syegeerrrr...Alhamdulillah.



Bukankah tidak ada yang kebetulan di


dunia ini? Semua sudah rencana Sang Maha Kuasa? Lantas siapakah Aziz, Wahyu,


dan Satrio?



\*\*\*\*

__ADS_1


Terimakasih :))


__ADS_2