Mencintai Atau Dicintai?

Mencintai Atau Dicintai?
Kembar Tiga!


__ADS_3

Selamat Membaca....


****


Acara liburan sudah berakhir kini saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari, sebelum menuju kantornya khusus hari ini Akbar mengantar  Bagas ke Bandara dan setelah itu mengantar Fani menuju toko kue milik istrinya. Sepanjang perjalanan Fani terlihat sedikit murung dan melamun menatap ke luar jendela, pikirannya sedang kalut karena terus teringat oleh kata-kata yang dilontarkan Aziz kemarin.


“Ya Allah kenapa aku masih kepikiran ucapan Bang Aziz, lindungi Hamba Ya Allah dari segala niat buruk orang-orang disekitarku. Aamiin.” Ucap Fani dalam hati.


“Dek kamu kenapa?” tanya Akbar yang sedari tadi memperhatikan Fani dari balik kaca.


“Eh, emh.. enggak kok Bang, oh iya sebulan lagi aku wisuda Bang.” Jawab Fani.


“Udah tau, kamu kan udah bilang semalam.” Ucap Akbar, yang membuat Fani menelan ludahnya susah payah.


“Hehehe iya Bang, lupa.” Ucap Fani dengan cengirannya.


Bagas hanya melirik sekilas ke arah adik kakak itu dan kembali sibuk menatap gawai yang ada di tangannya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat tujuan. Bagas keluar setelah berpamitan pada Akbar dengan tas ransel di punggungnya, lalu membukakan pintu belakang meninggalkan Akbar yang tidak ikut turun karena mendapat telepon penting dari asistennya di kantor.


“Bang, kita ketemu lagi kapan?” tanya Fani yang sedang berjalan beriringan bersama Bagas menuju bagian keberangkatan domestik.


“Pas wisuda kamu aja ya Fan, Abang beberapa minggu ini lagi sibuk banget Papi mertua kamu buka lagi usaha, ngerambah ke bidang kuliner sekarang. Ehhh, malah Abang yang disuruh ngurus. Kamu disini hati-hati jangan terlalu memaksakan diri untuk berubah, Abang suka kamu apa adanya kok. Kasih kabar ya kalau ada apa-apa.” Pesan Bagas.


“Hihihihi, nggak apa Bang itu berarti Papi masih inget anaknya mangkannya Abang yang di suruh buat ngolah usahanya Papi. Abang semangat ya kerjanya, ingat banyak karyawan Abang yang bergantung di bawah Abang untuk menghidupi keluarganya. Satu lagi, Fani akan tetap menjadi Fani kok Bang sekalipun Fani ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik tetap saja Fani ya Fani, jangan khawatir.” Ucap Fani.


“Iya, Abang akan selalu semangat. Jangan lupa ya, jaga hati, jaga mata, jaga fikiran, ingat janji kita rencana kita di masa depan.” Kata Bagas.


“InsyaAllah Bang, makasih ya udah berusaha keras banget selama beberapa bulan ini. Dan maaf karena Fani belum siap untuk menikah dengan Abang di waktu dekat ini.” Ujar Fani lirih.


“Tidak apa, semua sudah di atur oleh Allah kapan dan dimananya. Kita berdo’a saja yang terbaik. Yaudah kamu cepet balik ke Bang Akbar, Abang mau check in dulu keberangkatannya bentar lagi.” Ucap Bagas.


“Iya Bang, hati-hati ya. Kabari Fani kalau sudah sampai.” Pesan Fani seraya melambaikan tangan ke arah Bagas yang kini sudah berjalan meninggalkan Fani. Tidak ada salaman, elusan puncuk kepala, apalagi ciuman perpisahan, yang ada hanya  lambaian tangan dan senyuman yang mengiringi ljarak yang akan terbentang antara Bandung dan Jakarta untuk beberpa minggu kedepan.


Langkah kecil Fani mengarahkannya menuju mobil sang Abang yang masih setia menantinya.


“Udah? Langsung ke toko aja apa mau pulang lagi ke rumah Abang? Kayaknya sedih gitu ditinggal Bagas, dasar anak muda lebayyy Bandung-Jakarta deket kali, nggak usah galau.” Ujar Akbar yang sedikit gemas melihat raut wajah Fani yang mendadak suram.


“Apa sih Abang, kayak nggak pernah muda aja ih nyebelin. Aku tetep ke toko aja Bang, tapi nanti aku pulang cepet.” Jawab Fani dan Akbar hanya menangguk sekilas.

__ADS_1


Hening….


Heniing…


“Bang, mau tanya dong di keluarga kita ada gen kembar nggak sih?” Tanya Fani sambil memainkan gawai di tangannya.


“Seinget Abang kalau dari keluarga Mama sih nggak ada, kalau dari keluarga Papa… Emh.. bukannya Kakek kita kembar ya?” jawab Akbar sambil mengingat-ngingat.


“Ah, seriusan Bang?” tanya Fani dengan wajah tak percaya.


“Iya, betul Abang inget. Masak kamu nggak inget kalau kita lagi beberes ke rumah Kakek sama Nenek dari Papa di ruang keluarga kan ada foto anak cowok kembar yang saling merangkul. Itu foto Kakek sama adik kembarannya waktu masih usia 10 tahun kalau nggak salah,  tapi pas diusia 12 tahun beliau meninggal. Kayaknya kamu nggak di ceritain sama Mama ya Dek?" Ucap Akbar menjelaskan apa yang diingatnya.


“Seriusan Bang? Aku nggak nyangka kalau Kakek kita kembar, soalnya keluarga kita udah nggak ada yang kembar lagi seinget Fani. Dan Fani nggak pernah dapet cerita itu dari Mama, mungkin karena Fani juga nggak seberapa inget sama alm. Kakek dan Nenek dari Papa.” Kata Fani sambil menerawang jauh kebelakang.


“Iya sih, wajar aja orang kamu masih usia 4 tahunan di tinggal meninggal sama Kakek dan usia 6 tahunan kamu di tinggal sama Nenek. Waktu Mama cerita ke Abang juga pas usia Abang 10 tahunan, sewaktu Abang main ke rumah Kakek Nenek dari Papa. Usia kamu waktu itu masih setahun berarti Dek dan semenjak itu Abang juga nggak pernah denger lagi Papa atau Mama cerita tetang keluarga Papa.” Jawab Akbar.


“Ah iya bener aja, mangkannya aku nggak tahu ceritanya kalau kita punya Kakek kembar. Padahal aku kira aku tahu segalanya tentang keluarga kita Bang, soalnya Mama sama Papa sering banget cerita masa remajanya, sahabat-sahabatnya, keluarganya, petualangan apa aja yang pernah mereka lalui, ternyata nggak semuanya Fani tahu hihi.” Kata Fani diakhiri gelengan kepalanya secara perlahan.


“Kenapa tanya-tanya gen kembar? Kamu mau punya anak kembar?” tanya Akbar sambil sekilas melirik Fani.


“Hehehe, iya Bang Fani pingin punya anak kembar tiga cowok semua biar kayak Song Triplets anaknya Song Il Gook aktor Korea itu loh Bang, Ya Allah seneng banget aku kalau dapet anak kembar 3.” Ucap Fani heboh obrolan seperti ini sudah cukup mampu untuk membuat moodnya kembali membaik.


“Yee si Abang, aku kan mau menikmati masa mudaku sebelum aku jadi istri dan ibu. Toh Bang Bagas nggak pernah protes.” Jawab Fani.


“Ya…ya…ya terserah kamu aja. Kamu serius mau kembar tiga? Apa nggak takut kewalahan ngurus dan mendidik mereka  nantinya?” tanya Akbar yang tak habis pikir dengan keinginan Adiknya itu.


“Seriuslah, cuma ya gimana takdirnya Fani aja dapet anak kembar atau enggaknya. Yang penting nanti usaha dulu haha. Urusan mendidik anak nanti ya diomongin dulu sama suami aku, tapi sekarang aku udah ada gambaran mendidik anak kayak gimana, selain dari ngelihat orang-orang sekitarku aku juga lihat ini Bang hihi…” ucap Fani sambil memperlihatkan gawainya yang sedang menayangkan acara The Return of Superman.



“Ini nih Bang, lucu-lucu kan ini yang nomor satu namanya Daehan dia ini sifatnya mirip Appanya dia juga bisa dijadikan contoh buat adik-adiknya, yang kedua Min-Guk ini aku paling suka karena anaknya kiyowo banget kata Appanya Min-Guk ini mirip sama Eommanya, pinter dan mudah hafal dengan hal-hal baru, yang ketiga namanya Manse ini anaknya nggak mirip sama Appa ataupun Eommanya dia paling kecil tapi paling aktif dan lincah, lihat deh mukanya keliatan paling jahil hihihi, kalau Min-Guk ini mukanya manis banget aku suka, terus yang Daehan keliatan kalem, lempeng gituh.” Kata Fani dengan semangat menjelaskan Song Triplets pada Abangnya.


“Hmm… ini mah Abang tahu banget orang hampir tiap malem Qiana nonton ini. Itu anak-anaknya yang udah mandiri buat makan sendiri kan padahal usianya masih kecil, terus kalau ada yang nakal atau bandel nggak dimarahin si Bapaknya di depan saudaranya tapi di bawa ke kamarnya kalau nggak gitu di kamar mandi buat dikasih tahu.” jawab Akbar.


“Hahahaha, Abangku hahahaha Mbak Qiana ternyata mengubah banyak hal dari Abangku ini wkwkwk. Iya…iya.. itu bener ternyata nonton juga hihi.” Ucap Fani sambil tergelak.


“Husstt… diem sana turun udah sampek. Pusing Abanh 40 menit semobil berdua doang sama kamu, ceriwis!” kata

__ADS_1


Akbar sambil memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


“Iye…iye… Bang Fani turun bye!!!” ucap Fanin seraya turun dari mobil Abangnya dan bergegas masuk menuju toko


kuenya.


***


Ada yang masih inget nggak sama Song Triplets? Atau masih suka lihat di youtube hihi. Jujur aja saya masih suka nonton acara itu, ada banyak edukasi yang saya peroleh selain senyum-senyum sendiri ketika melihat kelakuan Daehan, Min-Guk, dan Manse. Inget Song Triplets Theme Song tidaaak???... kuylah ajak Fani  nyanyi dulu sebelum ketemu yang ngeselin hhihihihi...


Hanado duldo anin urin sesirane


Hanado duldo anin urin sesirane


Hanado duldo anin Hanado duldo anin


Hanado duldo anin sesikina wo ~~


Eojjeomyeon igeon jeongmal nollaun il


Hanado duldo anin sesikina


Amuri amuri saenggakhaebwado


Yeokshina igeon jeongmal gijeokgigun


Eommado appado ama kkamjjak neollateul geoya


Ireon gijeok gateun ili hanbeonae sesikina


Geuraeseo eojjeomyeon daehan minguk manse raguyo


Neomuna gippeoseo geureotge wechyeotgetji ye ~~


Hanado duldo anin urin sesirane


Hanado duldo anin urin sesirane

__ADS_1


Hanado duldo anin Hanado duldo anin


Hanado duldo anin sesikina wo ~


__ADS_2