
Menjalani pernikahan tanpa dilandasi cinta pada awalnya sangat sulit untuk menyatukan dua hati yang berbeda. Apa lagi perasaan Inayah masih tidak bisa melupakan perasaannya sepenuhnya pada rasa yang lain.
Sebisa Inayah melupakan Aditia dan berkata pada dirinya bahwa dirinya sekarang adalah istri dari dari Adam.
Ketika Adam pulang dari rumah sakit dan menemukan Inayah menyambutnya dengan penuh senyum. Inayah meraih tangan Adam seperti biasanya.
"Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu. Kamu akan makan dahulu atau mandi dahulu, Mas?" tanya Inayah.
Inayah tidak bisa menggambarkan diamnya Adam. Hari itu adalah merupakan dua hari setelah pernikahan mereka. Inayah cukup terkejut mendengar ketika Adam pamit untuk masuk kerja begitu pun dengan keluarga Inayah.
"Mas Adam?" panggilan baru Inayah pada Adam.
"Ah iya, Aku mandi dulu." Adam menoleh dan terlihat terkejut.
"Kalau begitu aku akan menyiapkan air hangat untukmu."
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri," tolak Adam yang membuat Inayah tidak mengerti.
Inayah hanya bisa mengangguk. dan berkata, "Oh, baiklah. aku menyiapkan pakaianmu."
"Aku akan menyiapkan sendiri. Kalau kamu lapar. kamu boleh makan lebih dahulu," imbuh Adam meninggalkan Inayah seorang diri diri.
__ADS_1
Inayah tidak tahu apa salahnya. Sebelumnya Adam terlihat manis padanya. Bahkan sebelum pernikahan, Adam mampu mengorek hati Inayah. Bahkan malam sebelumnya Inayah sudah menyampaikan ketidaksiapannya. Bukan berarti Inayah menolak tidak ingin disentuh. Hanya meminta waktu untuk dirinya siapa. Dan sekarang Inayah sudah menyiapkan segala halnya untuk menyenangkan hati Adam bahkan Inayah yang sebelumnya tidak pernah memakai riasan kini sudah menampilkan yang terbaik di depan Adam.
Inayah menatap punggung pria tersebut masuk di dalam kamar. Namun, Inayah menganggap bahwa Adam mungkin sedikit lelah dan menghadapi sebuah masalah di rumah sakit. Bagi Inayah tidak baik mencurigai suaminya.
Usai membersihkan badannya Adam mencari Inayah dan menemukan Inayah di depan meja makan.
"Kenapa kamu tidak makan?" tegur Adam melihat Inayah menatap makanan yang tersaji di atas meja makan.
"Eh, Mas Adam. Aku menunggumu untuk makan, Mas," ujar Inayah menyambut Adam di depan meja makan dengan senyuman yang mampu menghipnotis lawan jenisnya.
Cukup lama Adam menatap Inayah. Dan mengangguk. Inayah pun mengambil piring dan menyodokkan nasi serta lauk pauk untuk sang suami tercinta.
Mereka makan tanpa bersuara. Usai makan malam, Inayah kembali melihat ke arah Adam yang kini sedang bertelepon dengan seseorang di taman belakang. Inayah tidak tahu dengan siapa Adam berbicara lewat percakapan telepon. Tidak baik bagi Inayah meguping pembicaraan sang suami.
"Inayah, Aku harus ke rumah sakit lagi. Ada pasien yang membutuhkan aku. Bila mengantuk tidurlah dahulu.
Inayah tidak percaya apa yang barusa Adam katakan. Bagaimana bisa Adam ke rumah sakit lagi
bukan kan kah sidah larut malam? Begitu pentingkah?
"Tapi Mas."
__ADS_1
"Inayah, aku harus pergi. Kunci semua rumah dan jangan buka pintu ketika ada orang yang bertamu dan kamu tidak mengenalnya."
Setelah Adam mengambil apa yang dibutuhkan, Adam pun pergi.
"Mas, tunggu!" panggil Inayah suara lembutnya.
"Aku mencintaimu, mas."
Adam berhenti dan menoleh. Inayah tersenyum kaku dan merasa malu atas sikapnya sendiri.
"Aku akan menunggumu, Mas." Inayah meraih tangan Adam dan Adam pun berlalu.
Inayah mengantar Adam hingga di depan pintu. Setelah Adam berlalu, Inayah kembali menutup pintu dan menguncinya sesuai pesan suaminya. Tidak lupa Inayah memeriksa semua pintu dan jendela. Sejujurnya Inayah begitu takut seorang diri tinggal di rumah yang terbilang cukup besar.
Melihat pakaian Adam di kamar yang di pakai sebelumnya, Inayah pun memungutnya dan akan menyimpan di keranjang pakaian. Namun, tidak sengaja Inayah mencium bau parfum yang begit asing menurut penciuman Inayah.
"Aku percaya padamu, Mas Adam." gumam Inayah berusaha melawan bisikan yang terus menggodanya. "Aku mencintaimu, Mas." Inayah mencium pakaian suaminya. "Kau kekasih halalku." Inayah malu sendiri ketika menatap dirinya di depan cermin.
😍😍😍😍Hai, terimakasih banyak semua support dan dukungannya. Simak terus perjalanan cinta mereka dan bagaimanakah kabar Aditia?"
Jangan lupa tambahkan dalam daftar favorit kalian biar terus dapat pemberitahuan up terbaru Kumenemukan Hatiku Yang Hilang.
__ADS_1