
Inayah tersenyum melihat Rayyan semaki hari semakin menggemaskan. Namun, kebahagiaan itu lengkap jika seandainya Aditia di sampingnya.
"Bibi, jujurlah padaku, Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Inayah pada Bibi Sumi yang tengah menyuapi Rayyan yang kini umurnya sudah masuk enam bulan.
"Apa maksud nona?" tanya Bibi Sumi dan memberikan Rayyan pada suster Ira untuk di bawah masuk kamarnya.
"Bibi jangan pura-pura. Bibi mengetahui semua dan Bibi menyembunyikan sesuatu dariku. Aku bisa melihat Ada yang kalian sembunyikan dariku!" Inayah terisak.
Terlihat mata sayu Inayah ada lingkar hitam, jika semalam dirinya tidak bisa tidur dengan pulas setelah tidak sengaja mendengar perkataan ayah mertua dan Ibu mertua mengenai suaminya.
'Ayah, Bagaimana jika Inayah tahu. apakah ia bisa menerima semuanya?'
"Nona sebenarnya... Tuan." Bibi Sumi berhenti.
"Katakan padaku. Apa yang terjadi dengan mas Adit, Bibi. Ayo Bibi, jawab!" Inayah memaksa Bibi Sumi agar mau buka mulut.
Tuan Subari dan Ibu Hanun datang dan mendekati Inayah terlihat begitu marah pada Bibi Sumi.
"Ayah akan mengantarmu," sahut Tuan subari yang tidak mampu lagi menyembunyikan dari Inayah.
__ADS_1
"Ayah, apa yang akan kamu lakukan?!" Ibu Hanum tidak setuju dengan keputusan suaminya.
"Ibu, Inayah berhak tahu semuanya? Mau sampai kapan kalian menyembunyikan ini darinya."
Inayah berdiri dari tempat duduknya. Inayah menatap Ibu mertua yang tengah menangis.
"Apa yang terjadi, Ibu? katakan padaku." Inayah menunggu Ibu mertua agar mau menjawab pertanyaannya.
"Ibu jangan diam saja. katakan padaku Ibu. Jawab Ibu. Jawab,Ibu." paksa Inayah pada Ibu mertua yang yang berat untuk berbicara.
"Mengapa kalian diam? Apa sebenarnya terjadi? pantas saja selama aku hamilkan Rayyan aku merasa ada yang tidak beres. Kata hatiku dan pikiranku selalu tertuju pada Mas Adit." Inayah terisak.
"Ayah, ayah tidak boleh melakukannya," cegah Ibu Hanum.
"Apa maksud Ibu? apa yang tidak bisa aku ketahui. Ibu, bukankah aku istri sah Mas Adit? Apa pun yang terjadi pada Mas Adit, aku berhak mengetahuinya. lalu, apa yang kalian sembunyikan dariku?"
"Maafkan Ibu, Inayah." hanya kalimat itu yang mampu Ibu Hanum katakan.
Inayah kecewa pada kedua mertuanya. Walau Inayah belum tahu apa yang terjadi pada suaminya. Namun, Inayah bisa melihat dari mata kedua orang tua suaminya ada yang tidak beres. Ada rahasia besar yang mereka sembunyikan.
__ADS_1
"Bibi, bawa Rayyan," sahut Ibu Hanum pada akhirnya dan melihat ke arah Inayah yang Ibu Hanum bisa lihat bahwa Inayah benar-benar termasuk perempuan tegar.
"Nyonya...."
"Ikuti saja Bibi. Semuanya akan baik-baik saja," ujar Ibu Hanum.
Inayah masih diam. Percuma saja dirinya meminta penjelasan. Ada rasa marah dalam hatinya juga rasa kecewa.
"Apa semuanya tahu tentang Mas Adit?" tanya Inayah pada akhirnya.
Tuan Subari mengangkat kepalanya melihat Inayah di depannya sedang menatapnya meminta penjelasan.
Tuan Subari mengangguk. Anggukan Ayah mertua membuat Inayah sangat kecewa. Ternyata semua keluarganya tahu. Lalu, mengapa mereka menyembunyikan darinya?
"Mengapa kalian menyembunyikan dariku. Apa sebenarnya yang terjadi padamu, Mas?" penutup wah itu terlihat basah. Berulang kali terdengar isak tangis Inayah.
"Mengapa? Apa aku tidak berhak tahu tentang suamiku?" Inayah semakin terisak. Isak tangis Inayah membaut Tuan Subari ikut meneteskan air mata.
Satu jam kemudian, setelah merasa sedikit rileks, Tun Subari dan lainnya pun menuju di mana Aditia berada. Mereka akan membawa Inayah menemui Aditia.
__ADS_1
'Apa yang terjadi denganmu, Mas Adit?'