Menemukan Hatiku Yang Hilang

Menemukan Hatiku Yang Hilang
Bab 66. Sifa Vs Zaki


__ADS_3

"Dia hanya mimpi," sahut Aditia.


Malam yang indah tidak terlewatkan. Aditia mengecup kening istrinya.


"Mas, minum obatnya dulu. Entar kelupaan, loh."


Aditia mengangguk. Rayyan bangun dan menyebut nama papa. Aditia segera menidurkan kembali putranya.


***


Hari minggu merupakan hari libur bagi Sifa. Ummi Fatimah meminta Sifa untuk bersiap.


"Ada apa Ummi? Aku masih mengantuk."


"Sifa, Ada tamu kamu di luar. Ayo bangun!"


"Ummi, aku mau istirahat dan tidak mau di ganggu."


"Iya, Tapi pria itu yang kemarin sore mengantar kamu."


"Apa? tuan resek itu lagi?"


"Hus! tidak baik seperti itu, Sifa" tegur Ummi Humairah.


"Usir saja dia, Ummi. Aku masih mau tidur." Sifa menutup tubuhnya dengan selimut.


"Lihat, ini sudah pagi, Sifa."


"Kan juga aku tidak shalat Ummi. Lagian kenapa, sih, Tuan itu subuh begini bertamu?"

__ADS_1


"Sifa, lihat matahari sudah nampak. Ini sudah pagi. Sudah pagi, Sifa."


Asifa mengedarkan netranya dan benar saja, Sang Surya sudah tersenyum menyapa.


"Ayo cuci muka! Tidak baik orang menunggu lama di luar," kata Ummi Humaira keluar menemui Zaki.


Zaki tengah melihat kondisi rumah Sifa yang terlihat sederhana, Tetapi bersih dan tertata rapi. Dalam hati bertanya, dimana ayah Asifa dan mengapa ada foto Inayah bersama Sifa.


"Nak zaki, minum dulu tehnya, mumpung belum dingin," tawar Ummu Humairah.


"Iya, Terimakasih."


"Dia puasa Ummi," sahut Sifa dengan memakai baju batik celana panjang dan hijab pasang senada dengan baju batik yang dikenakan.


Asifa memang sedikit tomboi dan cerewet sangat berbeda dengan Inayah.


Zaki tertawa mendengar ucapan Sifa yang sedang membawa kue satu toples.


"Sifa, Tidak baik seperti itu, Nak." tegur Ummi Humairah pada putri semata wayangnya.


"Tidak apa Ummi. Aku kemari hanya ingin mengembalikan dokumen milik Asifa yang tertinggal kemarin di mobil," jelas maksud kedatangan Zaki pada Ummi Humairah.


"Pantas saja aku cari. Alhamdulillah. kirain sudah hilang, Ummi. Air mata aku semalam rugi dong."


Zaki geleng kepala mendengar ocehan gadis di depannya yang ceplas-ceplos dan apa adanya. Wanita berhijab yang bisa membuatnya tertawa tiap kali bertemu.


"Jangan menatap aku seperti itu, Tuan. Takutnya zina mata, iya kan, Ummi."


Sebuah panggilan masuk di ponsel Ummi Humairah dan pamit untuk mengangkatnya.

__ADS_1


"Nona Sifa, saya juga mau minta tolong pada Nona. Ini masalah pribadi saya."


"Pribadi? Aku tidak mau berurusan dengan masalah pribadi anda,Tuan. Ribet."


"Nona Sifa, aku mohon. Bantu aku kali ini."


"Berapa bayaran yang akan saya Terima?"


"Kalau masalah uang cepat, ya?" ledek Zaki.


"Harus dong, Tuan. Bedak sekarang mahal. Perawatan semua mahal. Apa-apa semua mahal. Aku tidak mau kerja tanpa dibayar, karena hidup ini butuh uang, selain iman."


Zaki kembali tertawa. Dirinya benar-benar merasa gemas dengan gadis berkerudung di depannya.


"Jangan salah paham, ya. Aku memang berhijab, tapi aku sadar kok, hatiku masih perlu di perbaiki. berhijab bukan berarti aku sudah sempurna. Aku berhijab karena memang kewajiban aku sebagai seorang wanita. Semoga dengan aku berhijab, Hatiku bisa lebih baik," ujar Sifa.


"Minum tehnya. jangan mubasir, Tuan." lanjut sifa lagi.


"Ini sudah habis Nona," tunjuk Zaki tinggal gelasnya. "Baiklah, aku akan membayar kamu berapa yang kamu minta asal masih wajar."


"Jelaskan dulu, apa pekerjaannya, tuan?" ujar Sifa pada Zaki.


"Nenek aku meminta cucu dariku. maka aku minta, menikahlah denganku. Setelah kamu memberikan seorang anak, terserah kamu, mau cerai dariku boleh. Atau mau melanjutkan pernikahan kita, aku siap."


Sifa tertawa mendengar pekerjaan yang ditawarkan Zaki.


"Pekerjaan yang kamu tawarkan sangat gila, Tuan. Tuan pikir pernikahan itu mainan? nikah langsung cerai? Saya mau menikah dengan orang yang aku cintai, Tuan.


"Maka belajarlah mencintai aku, Nona Sifa."

__ADS_1


"Tuan pikir Cinta itu dijual Di pasaran? enak saja. Mana ada aku bisa langsung suka sama, Tuan."


"Aku akan menghalalkan, Nona. Setelah itu kita pacaran. bagaimana?"


__ADS_2