
"Maaf kami terlambat karena tuan direktur kami ada urusan," kata Teo mewakili Aditia.
Sementara Aditia sendiri berdiri dengan gagahnya di belakang Teo.
Tentu dengan wajah yang datarnya. Wajah itu terlihat maskulin.
Putri direktur Suharman yang bernama Maya tersenyum ke arah Aditia.pandangan pertama bertemu dengan direktur Permata Garuda membuatnya terhipnotis.
Sebelumnya, Maya marah-marah tidak jelas karena sedari tadi Aditia sebagai direktur Permata Garuda yang bergerak di dunia Fashion itu telah membuatnya menunggu lama.
Kemajuan perusahaan permata garuda yang di pimpin langsung oleh Aditia yang bergerak di dunia fashion jelas berdampak baik bagi dalam perekonomian, terutama ditinjau dari sektor retail. Dengan model fashion yang bagus dan kekinian, rupanya mampu bersaing dan bertahan di pasaran meskipun tergempur banyaknya produk luar.
Dan semenjak peluncuran produk terbaru di perusahaan yang di pimpin langsung olen Aditia berusaha keras menciptakan On-line Wajah Baru di situs perbelanjaan ada banyak perusahaan yang menawarkan diri untuk bekerja sama dan bahkan pesanan membeludak.
"Maaf, Nona Maya," kata Aditia pada akhirnya.
"Oh, tidak apa-apa," jawab Maya berusaha menghilangkan rasa kesalnya.
Namun, Aditia bukanlah pria yang mudah tertipu dengan mimik wajah. Dirinya terlalu pandai menebak hal itu.
"Kalau begitu mari kita mulai pertemuan ini. Apa yang anda ingin bicarakan dengan kami?" tanya Aditia dengan masih wajah datarnya. Senyumnya seakan begitu mahal. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membuatnya tersenyum.
"Mendengar perusahaan anda, kami tidak menyangka jika perusahaan yang dulunya ini hampir mengalami kebangkrutan kini sudah mencetak gol ditengah masyarakat. Aku bangga dengan kerja keras anda hanya menghitung minggu. Aku terkesan dengan nama brand anda " wajah Baru" aku sedikit penasaran dengan maknanya," kata Maya yang tujuannya mendapatkan kontrak perusahaan tersebut.
"Aku tidak perlu pujian. katakan saja apa maksud anda ingin bertemu dengan kami?"
"Kami ingin menawarkan kerja sama," ungkap Maya.
Aditia tersenyum. Perusahaan yang dulunya begitu angkuh kini datang padanya meminta kerja sama.
"Aku tidak tertarik dengan kerja sama ini," Jawab datar Adia melipat tangannya terlihat sangat angkuh di depan Maya.
Maya kesal dalam hati. Namun segera mungkin mengubah mimik wajahnya tersenyum. "Aku dengar perusahaan anda sedang mencari produsen pakaian untuk situs baru anda. Perusahaan kami terkenal produksi pakaian. Aku percaya diri sehingga menawarkan kerja sama. Aku yakin, jika perusahaan kita melakukan kerjasama perusahaan milik Tuan pasti akan maju pesat dalam omset penjualan. Ini adalah dokumen perkenalan perusahaan kami." Maya menyerahkan dokumen perkenalan perusahaannya pada Aditia yang langsung di baca oleh Teo.
Namun, Lagi-lagi Maya terlihat kesal karena sedari tadi netra Aditia tertuju ke arah lain. Maya berbalik dan mengikuti arah pandangan Aditia. Seorang wanita bercadar tengah duduk tidak jauh dari tempat Aditia duduk. Siapa lagi kalau bukan Inayah.
"Perusahaan kami memiliki bakat serta alat teknologi yang tidak diragukan lagi dalam pembuatan pakaian," lanjut Maya untuk mengalihkan perhatian Aditia dari wanita bercadar tersebut.
Teo melihat keanehan tuannya dan ikut pula mengikuti arah pandangan Aditia. "Nona Inayah lagi," Teo tersenyum dan memanggil tuannya.
Namun, Panggilan itu tidak dihiraukan oleh tuannya, Aditia.
Inayah yang merasa ada yang terus melihatnya segera menoleh ke arah Aditia yang jarak mereka hanya dibatasi dengan Maya.
Inayah tidak menyadari hal itu, jika Aditia juga ada di tempat itu. "Baiknya kita pindah dari sini, Rina. kita cari tempat yang berangin," kata Inayah berdiri dari tempatnya.
Aditia terlihat kecewa dan berdiri dari tempatnya hendak mengejar Inayah, Namun dicegah oleh Teo yang memanggilnya.
"Tuan direktur? bagaiman dengan ini."
"Atur saja. Aku harus pergi."
__ADS_1
Maya kembali terlihat kecewa karena Aditia mengabaikan dirinya.
"Maaf Nona, saya mengambil alih hal ini. Akan kami hubungi jika direkrur perusahaan kami menyetujui. Pertemuan kita sampai di sini. Permisi." Teo segera mengambil tas kerja milik Aditia dan mengejarnya.
"Dasar bos bucin. Bikin repot saja," omel Teo tidak mengerti degan tuannya.
di luar, Inayah terlihat menikmati kebersamaannya bersama sahabatnya, Rina.
Dan Teo sendiri, tengah sibuk mencari Aditia kemana-mana. Teo geleng kepala melihat bosnya yan berdiri terus menatap Inayah.
"Astaga, Tuan ternyata ada di sini," kata Teo yang kembali mengatur napasnya.
"Apa kamu bawah desain Inayah?" tanya Aditia yang pandangannya terus tertuju pada Inayah.
"Ada, Tuan."
"Bawah kemari!" pinta Aditia memiliki rencana.
Teo mengeluarkan desain milik Inayah dari tas kerja milik tuannya. begitu kertas itu ditangan Teo, Aditia langsung mengambilnya dan berjalan menuju arah Inayah.
Spontan, Inayah kembali terkejut dengan Aditia yang sudah berdiri tepat di depannya. Rina tercengang dengan sosok Aditia dan menoleh ke arah Inayah meminta penjelasan.
Tanpa di persilahkan, Aditia langsung duduk di depan Inayah.
"Tuan, anda mungkin salah tempat." Inayah tidak tahu apa maksud Aditia.
"Aku ada perlu denganmu. ini menyangkut bisnis."
"Kamu harus mendengarkan saya dulu," potong Aditia.
Teo yang mengerti segera menarik tangan Rina. Tentu Rina tidak paham mengapa pria berambut lurus serta berkacamata itu menariknya.
"Ikut denganku, Nona," Teo terus menarik tangan Rina.
lagi-lagi Inayah hendak kabur, akan tetapi tangan Aditia segera menarik ujung hijabnya.
"Apa mau anda, Tuan?" tanya Inayah sedikit kesal dengan sikap Aditia yang aneh.
"Seperti yang tadi saya bilang, aku ingin bebicara empat mata denganmu membahas tentang bisnis.
'Bisnis merebut hatimu Inayah." batin Aditia tersenyum kearah Inayah.
"Jangan menatapku seperti itu. buang pandanganmu," kata Inayah lagi.
"Baiklah. Duduk dulu kalau begitu. kita bicarakan ini." Aditia memperlihatkan hasil desain Inayah yang di bawah Sifa tanpa sepengetahuannya.
"Dari mana anda dapatkan ini, ha? anda mencurinya?" tuduh Inayah.
"Nona jangan menuduh. Apakah wajah saya ini terlihat pencuri?" tanya Aditia yang tidak bosan menatap Inayah
Inayah segera memalingkan wajahnya. dirinya tidak biasa di tatap begitu dekat dan mengingatkan dirinya kembali Aditia yang dulu saat kehilangan memorinya.
__ADS_1
'Aku memang pencuri, Inayah. Pencuri cintamu. aku akan mencuri hatimu sepenuhnya. lihat saja nanti. Aku tidak akan berhenti mengejarmu sampai kau halal untukku.' batin Aditia menatap wajah ayu dibalik tertutupi kain seadanya.
"Baiklah. Akan saya jelaskan dari mana saya dapatkan ini." tunjuk Aditia pada gambar desai yang ada di depan Inayah.
Inayah kembali memposisikan dirinya berhadapan dengan Aditia dan berkata, "Katakan di mana Tuan ambil desain milik saya."
"Dari anak magang yang bekerja di kantor saya sekarang."
"Apa? Sifa?"
"Jadi, kamu tahu Sifa magang di kantor saya?" senyum Aditia tergambar bahagia.
"Bagaimana saya tidak tahu. Dia adik saya," ketus Inayah.
"Benar juga," kekeh Aditia.
Seketika bahasa Aditia mengingatkan kembali Inayah pada sosok Aditia yang dulu.
"Jadi, kamu mau bekerja sama dengan perusahaan saya? saya tertarik dengan hasil desainmu."
"Tapi sayangnya, saya tidak tertarik, Tuan."
Kemabli Inayah akan berdiri dan lagi-lagi Adita menarik ujung jilbab itu.
"Lepaskan tanganmu, Tuan. Anda sudah merusak kebahagiaan saya sore ini bersama sahabat saya."
"Akan saya ganti."
Inayah merotasikan matanya menoleh ke arah Aditia.
"Saya serius. Akan saya ganti hari bahagiamu. Bahkan bila perlu, kalau kamu tidak keberatan aku akan datang ke rumahmu."
"Untuk apa kamu datang?"
"Tanda tangan kontrak kerja sama."
lagi-lagi Inayah kembali merotasikan matanya menatap Aditia.
BERSAMBUNG...
SEMANGAT PAGIII πππ
Nah, aku hadiahkan buat pembacaku keseruannya Aditia dan Inayah. heheheππππ. Buatkan komentar di kolom komentar, ya.
Berikutnya akan Author buatkan yang seru lagi jika banyak yang memberi komentar dan vote serta like.
Eits! jangan lupa beri ulasan di bawah yang tertulis ulasan. Agar buku ini bisa masuk rangking. πππ berharap. π€π€π€π€π€ Author malu sendiri. Cieee Author penuh harap, ya....
Sudah bersyukur sekali kalian masih setia dengan Author. Makasih. Semoga catatan di atas ini tercapai." Amiin. PENUH HARAP YA. cie ... Author maluβΊβΊβΊ
Semua akan tercapai berkat kalian wahai pembaca setia Author.ππππLOVE YOU SEMUA....
__ADS_1