Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Berkumpul


__ADS_3

"Bunda.." pekik si kembar dari pintu dan segera berjalan tergesa-gesa menghampiri sang bunda.


"Sayang..."


"Hiks.. hiks... bunda baik baik saja? tidak ada lagi yang sakit?" tanya Afa segera duduk di dekat sang bunda.


"Hiks.. hiks..maafkan Ifa bunda, bunda jangan pergi ya. Ifa janji nanti Ifa gak nakal lagi" saut Ifa juga duduk di dekat bundanya.


"Ih.. anak bunda.. ini bukan salah kamu sayang. Tapi bunda terima janjinya ya" Dita mengelus kedua wajah putri kembarnya.


"Bunda sudah baikan? apa masih ada yang membuat bunda merasa kurang nyaman?" tanya Zico yang juga mencari posisi agar duduk berdekatan dengan Dita.


"Tidak sayang.. bunda baik baik saja" balas Dita memeluk Zico.


"Baguslah kalau begitu" ujar Zico bahagia.


"Mommy baik baik juga kan?" tanya El dan Jeno dengan sendu.


"Iya sayang... lihatlah sekarang mommy baik baik saja. Mommy tidak terluka" balas Tika dengan ceria memeluk El dan Jeno.


Rina mendekati Dita dengan mata yang berkaca-kaca. Vina memperhatikan itu segera menarik Rina mendekat ke arah Dita dan Tika.


"Dit..." Dita segera memeluk tubuh Rina.


"Sudah.. tidak ada yang terjadi padaku. Aku baik baik saja"


"Aku sangat khawatir Dit"


"Apa aku tidak di khawatir kan?" tanya Tika dengan canda.


"Aku juga mengkhawatirkan keadaan mu" balas Rina dengan tangisannya dan memeluk tubuh Tika.


Tika tertawa terkikik geli mendengar ucapan Rina. Ia tau di balik sikap bar bar dan ketus yang di miliki Rina tersimpan sifat penyayang dan lembut.


"Sudah mbak.. aku dan kak Dita baik baik saja"

__ADS_1


"Iya... aku sangat senang"


Dimas melihat adegan tersebut tersenyum. "Sa elah.. sampai segitu kali melihat Rina" ujar Angga meledek Dimas.


Dimas segera menyurutkan senyuman nya dan menatap tajam kearah Angga.


Angga tergelak melihat muka kesal Dimas. Dimas tidak menghiraukan Angga, ia memilih diam.


Iya tau betul bagaimana sikap Angga yang selalu mengejeknya setiap ada kesempatan.


"Dimas menyukai Rina?" tebak Ryan yang sedari tadi memperhatikan.


"Iya bang.. Sudah lama ternyata, malah diam diam saja dia. Dimas pengecut bang" lanjut Angga masih meledek Dimas.


"Kok gitu? kejar dong Dim. Jangan di biarkan, nanti di ambil Dion loh" canda Ryan.


Dion yang sedari tadi diam tak bersuara sedikit tersentak mendengar ucapan Ryan. "apes banget gue, diam saja masih di salahin" batin Dion.


Dimas melirik Dion di samping nya. Dion melirik Dimas dan tersenyum.


Ryan dan Angga tertawa melihat Dimas yang termakan candaan Ryan. Zidan menggeleng geleng kepala melihat Ryan dan Angga yang sedari tadi menggoda Dimas.


Zidan sudah tau kalau Dimas menyukai Rina dari cerita Dita padanya. Jadi dia tidak terlalu terkejut.


Tak lama masuklah Tania, tuan Malik, ibu beserta Daisya dan Dani.


Mereka segera menghampiri Dita dan Tika, sedangkan tuan Malik memilih untuk bergabung bersama tiga CEO tampan.


"Sudah merasa baikan nak" tanya ibu.


"Baik kok Bu"


"Bunda tidak kenapa Napa kan?" tanya Daisya.


"Tidak sayang.. bunda baik baik saja"

__ADS_1


"Apa ada luka bunda?" tanya Dani.


"Tidak sayang.." Dita menggeleng kepala nya.


"Mommy cemburu nih, mommy tidak di tanyain keadaan nya" ujar Tika dengan pura pura cemberut.


Daisya dan Dani segera mengubah arah ke Tika. "Hehehe.. mommy baik baik saja? kakak khawatir dengan mommy" ucap Daisya dengan imut.


"Hehe.. mommy baik baik saja sayang" balas Tika mengelus rambut Daisya.


"Mommy sudah sembuh? mengapa mommy tidak memakai infus seperti bunda?" tanya Dani.


"Mommy sudah sehat sayang makanya tidak memakai infus lagi"


"Baguslah mommy, Dani senang mendengarnya" ucap Dani memeluk Tika.


"Kamu jangan terlalu lama memeluk mommy ku" balas Jeno yang tiba tiba cemburu.


Tika terkejut, biasanya El yang sangat posesif padanya. Tapi sekarang sepertinya Jeno yang lebih posesif.


"Ih.. kau pelit sekali" ujar Dani.


Ia segera berjalan ke arah Vina dan memeluk sang mama. Semua di ruangan itu tertawa melihat interaksi Dani dan Jeno. Begitu lah jika keluarga Malik sedang berkumpul bersama. Banyak canda dan tawa yang terjadi hanya gara gara hal sepele dari cucu cucu nya.


...Btw.. cucu keluarga Malik banyak juga ya.. Wkwkwkwkwkwkwk.. 😁...


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini...


Jangan lupa untuk


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote πŸ˜‰πŸ€­


__ADS_2