
Pertama kali mereka menginjak kakinya di mansion utama yang megah. Bukan sebagai orang lain. Mereka adalah menantu satu tahun di rumah itu. Hari pertama sebagai nona besar di mansion.
Merasakan kegundahan hati, apakah orang-orang di rumah akan menyambut dengan sepenuh hati. Mereka hanyalah orang baru yang menumpang kekayaan agar bisa menyelamatkan diri dan keluarga tercinta.
Terbesit tidak sanggup menjalankan semuanya, tapi di kukuhkan kembali dengan semangat pemaksaan diri. Ya .. satu kata menggambarkan itu semua yaitu pengorbanan diri untuk kebahagian bersama.
...----------------...
"Selamat datang di rumah menantu ibu" Ibu tersenyum lebar melihat para menantu baru.
"Terimakasih ibu" ucap mereka bersama.
"Ibu.. kenapa kami harus tinggal disini?? bukankah kami sudah menikah?" ujar Ryan.
"Ibu hanya seorang diri disini sayang, nanti jika ada menantu ibu, maka tidak akan kesepian" ujar nya.
"Tapi.. mereka hanya sementara ibu" balas Angga santai.
Mendengar tutur kata Angga, membuat para menantu ibu merasakan kemarahan tapi memilih untuk diam saja dan menetralkan emosi.
"Karena mereka sementara lah, mereka harus tinggal dengan ibu. Ibu ingin mengenal menantu ibu yang cantik-cantik ini" ujar ibu.
Ibu tersenyum hangat melihat para menantu baru itu. Ingin rasanya ibu mengeluarkan mereka dari keadaan yang menyayat hati. Tapi apalah daya ibu hanya seorang istri yang tidak memiliki kuasa penuh di atas suami.
Mendengar ucapan lembut ibu, seketika hati mereka menghangat. Setidaknya mereka di sambut dengan baik oleh salah satu pemegang kuasa rumah ini.
Ketiga putranya memilih pergi ke kamar dan membawa koper mereka dan istri mereka setelah meminta izin dari ibu. Tinggallah para menantu baru.
"Ibu... kenalkan nama aku Dita" ucap Dita memulai pembicaraan dan menyalami tangan ibu.
"Iya sayang. Jangan canggung dengan ibu ya. Anggap saja ibu adalah ibu kalian. Ibu sangat berterima kasih karenanya kalian telah bersedia menjadi menantu ibu" ujar ibu mengelus Dita.
"Aku Vina Bu. Terimakasih atas sambutan nya. Kami yang harus berterima kasih karena ibu bersedia menerima kami" ujar Vina sambil memamerkan senyum manis nya dan juga mengalami tangan ibu.
" Aku Kartika Bu, panggil Tika aja" tersenyum hangat menatap ibu dan ikut melakukan seperti kedua iparnya.
Tika yang notabene nya seorang anak yatim piatu, merasa sedikit terharu dan berkaca kaca matanya menatap hangat manik mata ibu.
.......
.......
.......
...wah... ketiga menantu ibu baik ya.. tapi kalau sama suami sendiri beda ya ๐...
.......
.......
__ADS_1
.......
"Ya sudah.. kalian istirahat saja.. kalian pasti capek.. ibu mau ke dapur dulu melihat bibi" ujar ibu.
"Kami ikut membantu ya Bu" balas Vina dengan lembut dan memohon.
"Iya sayang,, tapi ganti baju dulu ya,, setelah itu baru turun" ujar ibu dan mereka serempak mengangguk. Ibu berlalu pergi ke dapur.
"Kenalin mbak,, aku Tika mbak" ujar Tika yang mengulurkan tangannya. Ia harus membuat sekutu agar nanti ia tidak kesepian berada di rumah ini. Setidaknya ia memiliki teman.
"Kamu lucu ya.. kita udah kenalan tadi.." ujar Vina dengan tersenyum. Membalas uluran tangan Tika. Dita juga melakukan hal yang sama.
"Tadi kan sama ibu. Kita secara pribadi belum lagi mbak" balas Tika.
"Umur kamu berapa?? kenapa panggil mbak,,kalau dilihat-lihat kamu sebaya deh sama aku dan Vina" balas Dita.
"Hehehe.. emang iya kita sebaya mbak,, tapi aku harus panggil mbak dong. Kan aku istri anak nomor 3, secara mbak Vina dan mbak Dita istri abang suami ku maka mbak Vina sama mbak Dita lebih tua dari aku" senyum Tika.
"Bisa aja kamu.. tapi Tika panggil jangan mbak ya, emmm.. kakak aja ya.. ya kan Vin, soalnya mbak itu ketuaan.. " cengir Dita..
"Siap boss" hormat Tika kepada kedua iparnya.
Dita dan Vina tertawa melihat aksi kocak Tika.
" Kamu juga Vin.. panggil kakak aja" lanjut Dita.
"Iya kak" balas Vina lembut.
...***************...
Vina memasuki kamar dan merapikan bajunya.
"Mas.. baju nya aku letakkan di lemari ini saja ya. aku lihat kosong pun" ujar Vina.
"Iya.. letakkan disitu saja.. itu emang tempat untuk bajumu" ketus Ryan.
"Terimakasih mas" Vina tersenyum menatap suaminya.
"Iya.." balas Ryan. Ia sedikit gagap menjawab pertanyaan Vina. Ia masih terpesona melihat senyum Vina. Ryan langsung mengubah pandangan agar tidak melihat wajah istri nya.
Setelah semua beres, Vina memasuki kamar mandi. Vina berpakaian rapi dan langsung menuju daun pintu.
"Mau kemana kamu?" tanya Ryan melihat sang istri ingin membuka pintu.
"Aaaa... aku turun ya mas.. mau bantu ibu" balas nya. Ryan hanya ber o ria.
Setelah kepergian Vina, Ryan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat di kasurnya.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Lain dengan Ryan. Angga malah langsung tidur setelah mereka naik tadi dan tidak tau kalau istrinya sudah memasuki kamar dan turun kembali.
"Ya elah.. tu anak main langsung tidur aja.. ni baju gua tarok dimana ya?? masa gua tanya dia, ntar dia malah ngamuk lagi, lebih baik gua tarok aja disitu.." pikir Tika menuju lemari pakaian dan meletakkan bajunya.
Setelah membereskan bajunya. Tika masuk kamar mandi untuk menghilangkan keringat pada tubuh nya. Setelah nya Tika berpakaian rapi rumahan dan tetap memperhatikan kesopanan. Tika segera keluar dari kamar turun menuju dapur.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
"Mas.. aku tarok bajunya dimana??" tanya Dita sembari membuka koper nya.
"Apa ?? mas??" Zidan mengerutkan keningnya atas panggilan baru isterinya.
"Iya mas.. kan gk mungkin aku panggil kamu, setidaknya aku bersikap sopan padamu sebagai suamiku." balas Dita.
"O... sudah mulai bersikap sopan.. kemarin kemana kesopanan mu?? kenapa kau melakukan itu padaku?? " ketus Zidan yang masih mengingat kejadian di hotel malam itu.
"Ya.. kalau gk kayak gitu mana mau mas nyentuh aku"
"Mas tau sendiri, aku ingin cepat keluar dari rumah ini.. " balas Dita lagi dengan ekspresi biasa saja.
"Terserah kamu.." Zidan membaringkan tubuhnya membelakangi Dita yang membereskan bajunya. Ada rasa tidak suka saat Dita terus membahas tentang perpisahan mereka.
...Abang Zi udah mulai ada rasa ya sama mbak Dita๐...
"Ya sudah.. dimana aku letakkan baju ini??" tanya Dita lagi.
"Letakan saja di lemari samping baju aku itu." tunjuk Zidan kearah lemari pakaian nya.
Dita melihat arah tangan suaminya dan segera meletakkan pakaiannya. Dita ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dita selesai mandi dan berganti pakaian, Dita langsung menuju pintu kamar.
Zidan belum tertidur, ia hanya menutup mata. Zidan membuka mata mendengar langkah kaki istrinya ingin keluar kamar.
"Mau kemana lagi kamu??" tanya Zidan membalik badannya yang membelakangi Dita.
"Mau turun terus bantu ibu" ucap Dita setelah berbalik kearah suaminya.
"Kenapa kamu berbuat baik??" tanya Zidan menaikkan alisnya.
"Aku sekarang menantu ibu meskipun hanya 1 tahun, aku juga ingin menjadi menantu yang baik walaupun tidak akan bertahan lama aku disini." balas Dita.
Zidan merubah raut wajah tidak suka saat Dita mengucapkan kalimat berbaur perpisahan itu.
__ADS_1
"Ya sudah.. sana pergi.. nanti jam makan siang jangan lupa membangun kan aku. selain menjadi menantu yang baik. Kamu harus menjadi istri yang baik untuk aku." balas Zidan kembali membaringkan diri.
"Iya iya.. aku akan menjadi istri yang solehut untukmu. nanti aku bangun kan.. " ujarnya kemudian menutup pintu.