Menemukan Ibu

Menemukan Ibu
Mengingat Janji


__ADS_3

Bayi yang dilahirkan Dita di beri nama Zico Pratama Malik. Bayi itu sangat lucu dan menggemaskan. Usia nya memasuki bulan ke empat.


Dan tinggal menghitung hari mereka akan meninggalkan rumah itu. Meninggalkan gelar sebagai nona muda. Meninggalkan sang buah hati. Mereka akan kembali pada kehidupan yang sebelumnya.


Tika sudah memiliki anak usia 3 bulan dan berjenis kelamin laki-laki. Putra Angga di beri nama Jeno Anggara Malik. Putra Angga sebulan lebih cepat masa lahirnya.


Biasa nya mengandung sembilan bulan penuh, tapi Tika melahirkan di usia kandungan delapan bulan penuh. Tidak ada yang salah dengan itu semua karena Tika juga melahirkan nya secara normal hanya saja ketika di lahiran sang bayi harus di dalam inkubator selama 2 minggu.


Tinggal lah anak dari Ryan yang belum lahir. Usia kehamilan Vina sudah memasuki trimester ketiga dan tinggal menghitung hari lagi ia akan melahirkan.


Vina tetap dengan rencananya yang pertama. Ia akan membawa anak perempuan dan meninggalkan anak lelaki nya. Tika dan Dita sudah merencanakan sesuatu untuk membawa anak Vina dengan mereka.


Mereka telah membuat kesepakatan dengan dokter yang akan membantu persalinan Vina. Dengan berbagai cara membujuk bahkan memohon agar dokter mau membantu mereka. Awal nya dokter menolak tapi dengan kegigihan Tika dan Dita akhirnya dokter tersebut luluh dan menuruti keinginan mereka.


Sebenarnya mereka sudah harus pergi dari rumah tapi karena Vina belum melahirkan maka Tika dan Dita memohon kepada tuan besar Malik untuk memberikan mereka tambah waktu kesepakatan agar sampai anak Vina berusia 3 minggu setelah di lahir kan.


Permohonan mereka di terima tuan besar Malik. Asal mereka menepati janji. Jika tidak pengobatan ibu Dita akan di berhentikan dan panti asuhan Tika akan kembali di ganggu dan di gusur oleh perusahaan Malik.


Ibu Dita sudah lumayan baik kan tapi masih perlu perawatan. Dita telah memutuskan untuk ibundanya ikut dengan mereka dan Dita akan membiayai pengobatan ibunya di kemudian hari dengan uang yang akan di berikan oleh tuan besar Malik padanya.


Dita hanya tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Malik. Dita benar benar akan melupakan semuanya. Meskipun untuk urusan anak Ia akan tetap mengingat nya. Biar bagaimanapun anak adalah darah daging nya mereka tidak akan terputus ikatan nya.


Baby Zico dan baby Jeno tidak meminum asi lagi karena sang ibu akan pergi. Kedua bayi itu sudah di latih untuk tidak meminum asi sang ibu tapi di ganti dengan susu formula. Mereka hanya menyusui anaknya selama satu bulan pasca kelahiran.


🌼🌼🌼

__ADS_1


Terlihat baby Zico yang masih betah dalam tidurnya. Dita memandang sang anak dengan sangat dalam untuk menebus kerinduannya di kemudian hari.


"Sayang ... bunda gk banyak waktu lagi dengan mu sayang. Bunda harus pergi untuk memenuhi janji bunda. Bunda minta maaf sayang.. bunda harus meninggalkan kamu sama ayah disini. Ketahuilah sayang.. selamanya bunda akan merindukan dirimu" ujar Dita dengan deraian air mata.


"Jika suatu saat kita berjumpa lagi bunda pasti mengenal kamu dan bunda harap kamu mengenal bunda ya. Bunda harap kamu tidak membenci bunda ya karena meninggalkan kamu" lanjut Dita menangis membelai wajah sang anak.


"Jika bunda sudah pergi jadi lah anak yang berbakti sama ayah, Oma dan opa ya. Jadilah anak yang baik. Jaga ayah untuk bunda ya sayang" Lanjut Dita mengecup wajah sang anak, Dita membaringkan diri di samping sang anak dan memeluk nya.


Disisi lain.. terlihat lah ibu yang menangis mendengar kan ucapan Dita. Ibu mana yang tidak menangis jika anak harus berpisah jauh darinya. Biar begitu ibu tidak bisa menolong mereka.


Flashback.


Ibu pernah mencoba berbicara kepada ketiga putra nya untuk tidak menceraikan istri mereka dan menerus kan kembali pernikahan ini.


"Ibu... Zidan kan udah bilang, Zidan tidak bisa. Tidak ada cinta dalam pernikahan ini. Maka tidak bisa di teruskan" balas Zidan.


"Tapi sayang.. cinta bisa tumbuh jika kalian membuka hati kalian dan memberikan sedikit waktu" ujar ibu kembali.


"Ibu.. jika cinta bisa hadir seiring dengan waktu berarti sekarang kami sudah saling cinta dong. ini sudah hampir satu tahun ibu tapi cinta itu tidak juga hadir" lanjut Angga.


"Tapi sayang.. bagaimana dengan anak kalian?? mereka pasti memerlukan kasih sayang dari ibunya" tutur ibu lemah.


"Maaf kan kami ibu. Itu suatu hal yang tidak bisa kami ubah. Tapi kami hanya punya ibu jadi kami mohon dari ibu lah mereka mendapatkan kasih sayang itu." lanjut Ryan.


"Sebentar lagi mereka tidak akan memanggil kami dengan sebutan ayah. Kami hanya menjadi kakak untuk mereka ibu" ucap Zidan sendu.

__ADS_1


"Ryan mohon sama ibu tolong jangan bahas ini lagi. Kita sudah sama sama tau bahwa perpisahan dalam pernikahan ini adalah sebuah akhir dari perjalanan pernikahan ini." lanjut Ryan.


"Iya ibu.. Untuk ketiga menantu ibu perceraian ini adalah sebuah kebebasan untuk mereka. Bagi mereka akhir kisah ini adalah resiko yang harus mereka tanggung ibu." balas Zidan.


"Mereka sudah terikat perjanjian dan harus memenuhi perjanjian itu ibu" timpal Angga.


"Aku tau ibu pasti merasa kecewa dengan kami karena kami tidak mempertahankan pernikahan. Bagaimana mau di pertahankan ibu. Tidak ada cinta yang akan membuat pernikahan ini serasa seperti yang lainnya" ujar Zidan.


Mendengar ucapan mereka ibu hanya bisa menangis di dalam hati. Ia juga tidak bisa memaksa anaknya untuk mempertahankan istri mereka masing-masing.


Ibu mengerti mungkin mereka belum bisa terima pernikahan ini karena mereka masih muda dan masih ingin melanjut kan apa yang di impikan.


Ibu hanya bisa berdoa jika mereka ingin kembali ke istri mereka suatu hari nanti setidaknya istri mereka masih sendiri.


Ibu tau ini egois tapi hanya itu yang bisa ibu doa kan untuk kebaikan anaknya.


"Iya.. ibu paham. Ibu hanya mengingatkan saja nak. Ibu hanya takut kalian menyesal di kemudian hari. Ketika penyesalan kalian datang itu sudah sangat terlambat untuk di perbaiki." ujar ibu lembut.


Zidan tersentak dengan ucapan ibu. Ada rada takut di hati mereka. Takut akan penyesalan yang datang terlambat. Tapi mereka tetap menepisnya.


Mereka bukannya tidak ada rasa kepada istrinya tapi menurut mereka rasa yang timbul selama ini hanya sebatas rasa nyaman karena telah bersama, bukan rasa cinta yang dimiliki setiap pasangan suami istri pada umumnya.


...****************...


...ya elah bang.. susah bener ... benar dong ya kata orang kalau orang pintar itu kadang kadang tidak pintar di urusan rasa apalagi rasa cinta.... 😌...

__ADS_1


__ADS_2